Categories: Bisnis Distribusi

Memulai Bisnis Distribusi, Yuk Persiapkan Hal Penting Ini

Mau memulai bisnis distribusi? Pilihanmu sudah tepat. Usaha distribusi bisa menjadi pilihan yang prospektif sebagai lini usaha karena potensinya yang sangat besar di Indonesia. Kalau kamu memilih untuk jadi seorang distributor, maka kamu tidak perlu khawatir mengenai sebagian besar perusahaan yang dipasok.

Kamu hanya perlu fokus pada kualitas kontrak dengan klien, yaitu perusahaan-perusahaan ritel. Kalau kamu berhasil mendapatkan kontrak pemasok kepada perusahaan ritel besar, kamu mungkin tidak akan membutuhkan kontrak lain untuk menjaga bisnis tetap berkembang dan bertahan. Bahkan satu kontrak baru yang bernilai tinggi bisa membuat margin besar pada laba usahamu.

Keuntungan lain dari usaha distribusi adalah kamu bisa lebih mudah membangun hubungan dengan klien. Baik pabrikan maupun pengecer akan cenderung memilih distributor yang sudah dikenal dan terjalin hubungan kerja yang baik sebelumnya daripada harus mencari distributor baru.

Baca juga : Mendistribusikan Produk Dengan Cara Konsinyasi, Begini Kiat Suksesnya

Menjadi seorang distributor adalah pilihan tepat kalau kamu sudah paham terhadap market yang diincar. Dengan memahami target market, barang yang kamu distribusikan akan lebih mudah diterima oleh market yang sesuai. Sekilas memang sangat menjanjikan. Tapi untuk memulai bisnis distribusi, kamu perlu persiapan dan tips & trik jitu. Apalagi untuk bisnis di era digital ini, kemungkinan kamu akan menghadapi sepak terjang kompetitor juga, meskipun tidak sebesar usaha ritel.

Apa Itu Distribusi dan Distributor?

Sebelum membahas cara untuk memulai bisnis distribusi, kamu harus tahu lebih dalam mengenai lingkup aktivitas bisnis ini serta pengertiannya. Lingkup aktivitas bisnis distribusi sangatlah luas. Tetapi, dalam upaya memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maka faktor penting yang tidak boleh diabaikan adalah memilih secara tepat saluran distribusi  atau channel of distribution.

Keputusan perusahaan dalam memilih saluran distribusi akan menentukan bagaimana cara produk yang dibuatnya dapat dijangkau oleh konsumen. Perusahaan mengembangkan strategi untuk memastikan bahwa produk yang didistribusikan kepada pelanggan berada pada tempat yang tepat. Untuk itu, perlu adanya pemahaman tentang saluran distribusi yang tepat dalam sebuah usaha.

Baca juga : Membangun Jaringan Distribusi, Secara Cepat & Efisien

Saluran distribusi merupakan media yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke tangan konsumen. Saluran ini juga melibatkan berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen.

Pengertian Distribusi

source : www.freepik.com

Ilmuwan ekonomi konvensional Philip Kotler mendefinisikan bahwa distribusi adalah himpunan perusahaan dan perorangan yang mengambil alih hak, atau membantu dalam mengalihkan hak atas barang atau jasa tersebut berpindah dari produsen ke konsumen. Kegiatan distribusi sangat luas, meliputi seluruh aktivitas pemasaran untuk memperlancar dan mempermudah penyampaian barang/jasa dari produsen ke konsumen. Dengan demikian, fungsi tindakan distribusi harus sesuai dengan yang diperlukan, baik jenis, harga, tempat, dan pada saat yang dibutuhkan. Saluran distribusi bisa berupa sekelompok lembaga yang ada di antara berbagai lembaga yang mengadakan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

Baca juga : Distribusi Menjadi Masalah Besar Di Negara Kepulauan

Tujuan dari saluran distribusi yang tidak kalah penting adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu. Saluran distribusi melaksanakan dua kegiatan penting untuk mencapai tujuan, yaitu mengadakan penggolongan dan mendistribusikan.

Baca juga : Sistem Digitalisasi Alur Distribusi Oleh SimpliDOTS

Pengertian Distributor

source : www.freepik.com

Dalam kegiatan distribusi terdapat pihak yang disebut distributor. Distributor adalah orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi atau disebut juga pedagang yang membeli/mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama (produsen) secara langsung. Dalam melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan barang, distributor melakukan pembelian barang dagangan ke produsen. Selanjutnya, barang yang sudah dibeli tersebut berpindah kepemilikan kepada pihak distributor. Barang yang telah menjadi milik distributor kemudian  dijual kembali kepada konsumen.

Distributor dapat berupa pedagang atau makelar. Pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan menjual barang kembali tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Pedagang ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu pedagang besar dan pedagang eceran. Pedagang berhak untuk menentukan harga atau keuntungan yang diinginkan.

Baca juga : Mengenal Istilah Ritel, Distributor & Prinsipal Dalam Dunia Distribusi

Sedangkan makelar atau perantara adalah salah satu bentuk penunjuk jalan atau perantara antara penjual dan pembeli, dan banyak memperlancar keluarnya barang serta mendatangkan keuntungan antara kedua belah pihak. Makelar tersebut bisa mendapatkan upah kontan berupa uang atau secara persentase dari keuntungan apa saja yang telah disepakati bersama. Dalam keadaan seperti ini, makelar merupakan distributor yang tidak diperbolehkan untuk menentukan harga sendiri.

Persiapan Bisnis Distribusi

Setelah kamu tahu mengenai distribusi dan distributor dan tertarik untuk memulai bisnis distribusi, maka kamu perlu melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang bisa kamu lakukan akan dibahas berikut ini.

1. Menentukan Produk
source : www.freepik.com

Persiapan pertama sebelum kamu memulai bisnis distribusi ini, kamu harus memutuskan terlebih dahulu produk apa saja yang ingin kamu beli dan jual. Kamu bisa mencari berbagai referensi produk dari internet atau jejaring komunitas distributor yang sudah kamu kenal. Tapi, masih banyak pengecer kecil dan toko berskala menengah ke bawah yang tidak memiliki akses yang konsisten kepada distributor besar tersebut. Jadi, kamu bisa ambil peluang ini. Kamu bisa dengan mudah menemukan jenis produk yang dibutuhkan pengecer kecil tersebut dan mulai menawarkan produk-produk tersebut.

Contoh beberapa spesialisasi produk terbaik yang mungkin masuk di berbagai bisnis startup adalah pakaian grosiran, aksesoris pakaian, dekorasi rumah, mainan, dan barang-barang elektronik, sembako, dan lain sebagainya. Jenis-jenis barang tersebut biasanya diminati oleh banyak perusahaan atau pengecer menengah ke bawah.

Baca juga : 9 Teknik Promosi Penjualan Untuk Strategi Bisnis Distribusi B2B Menggunakan Instagram

Barang-barang tersebut mempunyai ukuran yang cukup kecil untuk disimpan dan relatif mudah digunakan. Barang-barang tersebut juga tidak bersifat musiman, kebutuhannya cenderung konstan sepanjang tahun dan musim. Sebagai pengecualiannya adalah untuk produk fashion style karena tren fashion style cenderung berubah dengan cepat berdasarkan musim dan selera konsumen.

2. Stok Barang atau Dropship
source : www.freepik.com

Bisnis distribusi tidak akan menguntungkan kalau kamu tidak mengelola stok inventori dengan baik. Ada berbagai jenis manajemen inventori yang biasanya digunakan perusahaan, baik secara manual maupun digital. Beberapa perusahaan biasanya mengisi kembali begitu tingkat stok mencapai batas minimum dan ada juga yang menyimpan safety stock (stok cadangan) pada produk tertentu. Tujuannya untuk antisipasi kalau tiba-tiba ada demand yang melonjak.

Selain itu, ada juga distributor yang hanya mengirimkan barang pada tanggal pengiriman tertentu. Tapi, cara tersebut hanya mungkin dilakukan jika ada sistem di yang dapat memprediksi permintaan sehingga tidak akan ada barang yang sia-sia di gudang.

Baca juga : Retail Sebagai Bagian Penting Saluran Distribusi

Sistem untuk melacak inventori yang masuk dan keluar secara teratur akan membantu bisnis distribusi yang kamu mulai dalam mengkoordinasikan level stok gudang dengan lebih baik. Sistem manajemen inventori sangat penting untuk melacak produk dan dapat menghasilkan berbagai perkiraan pasar berdasarkan analisis musim sebelumnya. Dengan demikian, dalam tahap persiapan, kamu harus menentukan strategi manajemen persediaan (inventory) yang tepat.

Selain itu, perlu kamu ketahui secara baik bahwa dalam setiap transaksi jual beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis, dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Maka dari itu, dalam hal stok barang atau dropship harus dilakukan pembakuan standar untuk jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan. Tujuannya agar  yang akan diperdagangkan atau disalurkan sesuai dengan yang diharapkan.

Baca juga : Strategi Bisnis Distribusi Di Tengah Pandemic Covid-19: Retail Direct Order

3. Pemasaran Pelanggan

Kendala utama produsen adalah cara membuat produk cepat berputar. Dalam mencapai target pasarnya, produsen bisa membuka berbagai macam penawaran. Misalnya bekerjasama dengan distributor, membuka sistem dropship, membuka affiliate, dan lain sebagainya. Agar produk cepat sampai ke tangan konsumen dan untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, maka peran distributor sangat penting.

Distributor perlu mempelajari cara memasarkan produk-produk yang ditawarkan kepada klien baru dan melakukan cara mendekati calon klien lainnya. Jangan berharap klien baru datang secara tiba-tiba. Akan tetapi, distributor harus pelajari cara mencari pelanggan melalui usaha pemasaran yang tepat, efektif, dan efisien.

Baca juga : Strategi Mendistribusikan Produk Baru Dan Memilih Strategi Yang Tepat

4. Riset Kompetitor
source : www.freepik.com

Ketika memulai bisnis, ada satu cara terbaik untuk mengetahui seberapa besar peluang pasar dan apa saja taktik yang harus diterapkan untuk meraihnya. Cara tersebut bisa kamu lakukan melalui riset kompetitor. Dalam bisnis distribusi, kompetitor merupakan sesuatu yang penting yang diibaratkan dengan dua tanduk. Dalam satu sisi akan menguntungkan bisnismu, namun dari sisi lain bisa juga menjatuhkan bisnis.

Melalui kompetitor, kamu bisa mengenali jenis bisnis apa yang layak untuk dijalankan. Kompetitor akan membantu memilih strategi apa saja yang cocok untuk diterapkan ataupun dihilangkan dalam pemasaran pelanggan. Tanpa adanya kompetitor, kamu tidak akan tahu seberapa besar kemajuan ataupun progress usahamu.

Maka dari itu, meski terlihat sebagai ancaman, dengan cara-cara yang cerdas, kompetitor sebenarnya adalah aset penting agar kamu bisa lebih mengenali bisnis sendiri.

5. Penjualan

Di dalam pemasaran barang selalu ada kegiatan menjual. Kegiatan ini merupakan  pengalihan hak dari produsen kepada konsumen. Dengan adanya kegiatan penjualan maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

Sebagai distributor, penjualan harus dilakukan dalam sebuah proses yang melalui banyak prosedur seperti urutan kegiatan sejak diterimanya pesanan dari pembeli, pengecekan barang ada atau tidak ada dan diteruskan dengan pengiriman barang disertai dengan pembuatan faktur dan mengadakan pencatatan atas penjualan yang berlaku.

Distributor harus paham betul dengan analisis sistem penjualan dan strategi penjualannya. Analisis Sistem Penjualan Barang meliputi :

  • Analisis Informasi (Information Analysis) untuk melakukan penyajian informasi mengenai sistem yang mampu memberikan informasi secara real time.
  • Analisis Ekonomi (Economy Analysis) untuk mengetahui butuh atau tidaknya biaya yang lebih untuk keperluan administrasi dan operasional lain.
  • Analisis Pengendalian (Control Analysis) untuk melakukan kontrol terhadap kemungkinan kesalahan terhadap pencatatan penjualan.
  • Analisis Efisiensi (Efficiency Analysis) untuk mengefisiensikan kebutuhan sumber daya.
  • Analisis Pelayanan (Service Analysis) untuk mengontrol terhadap pelanggan yang memiliki keterbatasan waktu dan memaksimalkan jangkauan pelayanan.

Selain itu diperlukan strategi penjualan sebagai suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan bisnis. Jadi, melalui strategi penjualan yang telah terencana, maka segala aktivitas dapat disatukan secara menyeluruh untuk menunjukkan keunggulan bisnis dengan tantangan lingkungan.

Baca juga : Manfaat DMS Pada Manajemen Sistem Distribusi Di Era Teknologi 4.0

Selain itu, strategi pemasaran yang dirancang berguna untuk memastikan bahwa tujuan utama dapat dicapai melalui pelaksanaan penjualan. Strategi penjualan bisa berupa rencana yang dibuat untuk menentukan bagaimana dapat meningkatkan volume penjualan produk dan dapat memenuhi serta memberikan kepuasan akan permintaan konsumen

Tips & Trik Bisnis Distribusi di Era Digital

source : www.freepik.com

Internet dan digital sudah masuk ke dalam kehidupan dan sudah menjadi keseharian banyak orang. Apalagi untuk kaum mudanya, dimana mereka adalah pasar potensial hari ini dan masa mendatang. Penggunaan teknologi digital dengan internet dan berbagai aplikasi di dalamnya dengan lebih intensif, sangat penting untuk bekerja, edukasi, hiburan dan beragam aktivitas lainnya, termasuk dalam bisnis distribusi.

Aktivitas distribusi dan pemasaran, mau tidak mau harus mulai melibatkan peranan digital dan internet ini dalam banyak aktivitas dengan porsi yang lebih besar. Salah satu hal tidak bisa dilupakan adalah distributor harus memiliki fasilitas distributor online, yaitu aplikasi yang bisa menghubungi atau dihubungi oleh outlet (trader/saluran distribusi) dan end user (consumer).

Aplikasi tersebut bukan sekedar website saja dan bukan pula sekedar portal. Tetapi harus lebih lengkap dengan menyediakan fasilitas untuk melakukan tracking barang. Harus ada fasilitas yang mampu melakukan order suggest per outlet dan biaya tambahan (freight cost).

Baca juga : Mengenal Sistem Distribusi Yang Cepat Dan Efisien

Distributor harus cakap dalam memberikan berbagai promosi penjualan secara online untuk menyasar konsumen secara langsung. Distributor harus bisa menyediakan fasilitas untuk membangun hubungan yang baik (relationship) dengan konsumen maupun dengan trader. Fasilitas tersebut tentunya berupa aplikasi yang integrated atau terhubung dengan aplikasi yang ada di tangan salesforce.

Segmentasi dan target pasar akan semakin besar namun akan semakin detail. Pasar akan semakin luas sehingga pembatasan antar satu distributor dengan distributor lainnya akan semakin hilang. Jika saat ini dalam satu wilayah hanya ada satu distributor untuk sekian saluran distribusi, maka kedepannya pembatasan bisa jadi akan hilang sama sekali. Maka dari itu, aktivitas utama distributor secara global, harus dituangkan secara detail ke masing-masing sales force melalui perangkat pintar yang digunakan.

Aplikasi Sales Force Automation

source : www.freepik.com

Setelah membahas secara panjang mengenai bisnis distribusi, maka kamu sudah tahu bahwa bisnis ini membutuhkan sebuah aplikasi untuk mengontrol penjualan. Maka dari itu, dalam persiapan memulai bisnis distribusi kamu harus menentukan terlebih dahulu aplikasi tersebut. Salah satunya adalah aplikasi Sales Force Automation dari SimpliDOTS yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih dan modern.

Baca juga : SFA / Sales Force Automation Solusi Bisnis Distribusi

Ada banyak tim yang terlibat dalam seluruh proses distribusi. Ketika ada banyak kepala yang terlibat, maka akan ada banyak ketidaksesuaian terjadi. Untuk itulah, kamu harus menyaring setiap orang yang terlibat untuk diintegrasikan dalam satu aplikasi. Kamu harus membangun saluran komunikasi yang efektif dengan menggunakan satu jalur yang paling mudah dan efektif digunakan. Selain itu, kamu bisa menyesuaikan pola kerja bisnis dan membantu proses troubleshooting dengan cepat dan efisien. Tentunya hanya dengan memanfaatkan software yang layak untuk semua itu.

Dengan aplikasi Sales Force Automation, maka penjualan dari bisnis akan terdata secara rapi dan mudah buat kamu menentukan strategi baru untuk bisnis distribusi. Untuk mendapatkan aplikasi ini, kamu bisa langsung melakukan pendaftaran dan order pada official website SimpliDOTS.

Share
Published by
Jowan Kho
Tags: Aplikasi Sales Force Automation Pengertian Distribusi Persiapan Bisnis Distribusi Tips & Trik Bisnis Distribusi di Era Digital

Recent Posts

  • Penjualan

Cara Meningkatkan Penjualan dalam Menghadapi Persaingan Pasar Global

Konsumen merupakan bagian yang paling penting bagi keberlangsungan dan siklus usaha yang sedang dijalankan. Sebab, dengan adanya konsumen, suatu bisnis… Read More

  • Suplay Chain

7 Strategi Supply Chain Management Yang Perlu Dilakukan Perusahaan

Munculnya Supply Chain Management (SCM) dilatarbelakangi oleh dua hal pokok, yaitu praktik manajemen logistik tradisional yang tidak lagi relevan dan… Read More

  • Data

Big Data dan Bidang Usaha Big Data di Indonesia

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini telah memberikan dampak yang besar bagi masyarakat hingga perusahaan dari berbagai macam… Read More