Retailer Distributor Covid-19

7 Hal Yang Harus Diperhatikan Retailer dan Distributor di Saat Pandemi Covid-19

Sektor perdagangan menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak Covid-19 terutama bagi distributor dan retailer. Pembatasan pengiriman produk membuat jalur distribusi barang dagangan ikut terganggu. Hal ini akibat peraturan pemerintah yang menetapkan sejumlah kebijakan untuk menghambat penyebaran virus Corona yang melanda Indonesia.

Kebijakan ini meliputi social atau physical distancing dan pelarangan masyarakat berkerumun di berbagai tempat. Akibatnya, masyarakat cenderung melakukan aktivitas di rumah dan mengubah perilaku berbelanja. Masyarakat mulai enggan mengunjungi sentra perdagangan dan memilih berbelanja dari rumah.

Tak hanya itu, skema local lockdown yang diterapkan oleh beberapa daerah di Indonesia juga memicu kepanikan massa di tengah masyarakat. Tak heran jika masyarakat melakukan panic buying dengan memborong berbagai produk kebutuhan sehari-hari di sentra-sentra retail. Fenomena ini akhirnya mengakibatkan kelangkaan barang karena pengelola retail tidak memiliki cukup waktu untuk mengisi ulang produk yang habis.

Selain pihak retailer, pihak distributor juga mengalami dampak serupa. Banyaknya toko-toko yang tutup karena Covid-19, membuat penjualan yang dilakukan distributor jadi tidak maksimal. Selain itu, kecenderungan masyarakat untuk berbelanja secara online juga membuat omzet mereka turun.

Kondisi ini semakin diperparah dengan sikap pengelola toko retail yang menolak kunjungan salesman. Biasanya, salesman rutin mengunjungi gerai-gerai retail untuk mencatat pesanan, namun akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyak toko yang mulai enggan menerima salesman demi menghindari kontak fisik.

Retail Direct Order

Kondisi ini tentu tak bisa dibiarkan berlangsung lama, karena akan semakin menurunkan performa ekonomi nasional. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan aplikasi digital. Pihak retailer dapat menggunakan aplikasi retail direct order untuk menghindari kontak fisik dengan salesman.

Retail direct order merupakan sistem yang digunakan untuk melakukan pemesanan langsung kepada distributor tanpa melalui perantara salesman. Dengan aplikasi ini, retailer lebih mudah mendapatkan pasokan barang hanya lewat aplikasi yang diinstal di ponsel pintar.

Contoh aplikasi yang bisa digunakan adalah SimpliDOTS Retail. Aplikasi berbasis online ini dirancang khusus untuk membantu para retailer dalam melakukan pemesanan barang. Saat retailer memesan produk, perintah pesanan tersebut secara otomatis akan diolah melalui Distributor Management System (DMS).

Pesanan yang masuk ke DMS akan langsung diproses oleh pihak distributor pada hari yang sama. Sehingga, seluruh pesanan yang dilakukan oleh retailer bisa dipersiapkan lebih cepat. Sistem yang dikembangkan oleh SimpliDOTS Retail ini justru lebih efektif dibandingkan melakukan pesanan manual melalui salesman. Karena ditujukan ke sistem yang langsung dikelola oleh distributor, pesanan retailer akan direspon secara cepat oleh distributor.

Keuntungan bagi Retailer

Berikut merupakan keuntungan yang diperoleh retailer dari SimpliDOTS Retail:

  • Mobile Order

Retailer bisa melakukan pemesanan dari mana saja dan kapan saja, tanpa harus menunggu salesman datang ke toko.

  • Cepat dan Efisien

Seluruh pesanan akan masuk ke Distributor Management System (DMS) dan langsung diproses di waktu yang sama oleh pihak distributor. Retailer dan distributor bisa membuat kesepakatan untuk memudahkan kerjasama, misalnya setiap pesanan harus masuk ke sistem distributor minimal sehari sebelumnya. Kesepakatan ini tentu akan membuat kerjasama retail dan distributor lebih efektif dan efisien.

  • Melacak Status Pesanan

Karena berbasis aplikasi online, retailer bisa mengetahui status barang yang dipesan secara real-time. Artinya, pengelola toko tidak lagi menebak-nebak apakah barang yang dipesan sudah langsung diproses oleh distributor.

Keuntungan bagi Distributor

Berikut merupakan keuntungan SimpliDOTS Retail untuk pihak distributor:

  • Fokus Pada Penjualan

Karena tak repot lagi mengurusi masalah pesanan, pihak distributor bisa memfokuskan para salesman nya untuk membuka jalur distribusi yang baru. Salesman yang sebelumnya rutin mengunjungi gerai atau toko retail bisa ditugaskan untuk mempromosikan produk ke daerah lain yang potensial.

  • Hemat Biaya

Distributor bisa mengurangi jumlah kunjungan salesman ke gerai-gerai retail langganannya. Karena salesman tak lagi mengunjungi toko-toko yang rutin memesan barang, biaya operasional yang harus dikeluarkan distributor kepada salesman pun bisa dikurangi. 

Pihak distributor bisa mengkonversi biaya kunjungan salesman tersebut menjadi voucher diskon kepada retailer yang menggunakan sistem retail direct order. Selain itu, biaya yang dikeluarkan distributor untuk menggunakan aplikasi SimpliDOTS Retail pun lebih murah.

  • Mudah Digunakan dan User Friendly

Aplikasi retail direct order yang dikembangkan oleh SimpliDOTS dibuat dengan mengutamakan user experience yang sederhana dan intutitif. Aplikasi berbasis digital ini bisa langsung digunakan sesaat setelah proses instalasi.

Selain itu, distributor juga akan mendapatkan technical support yang siap melayani kapan pun dibutuhkan, atau jika suatu saat menemukan gangguan pada aplikasi ini.

Itu lah beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh retailer dan distributor jika menggunakan sistem retail direct order. SimpliDOTS Retail dirancang khusus agar terhubung langsung ke sistem DMS yang dikelola oleh distributor. DMS ibarat pintu masuk segala jenis informasi yang diterima oleh pihak distributor, melalui SimpliDOTS DMS, distributor dapat menentukan skema distribusi yang efektif.

DMS Untuk Skema Distribusi Yang Lebih Efektif

SimpliDOTS DMS dirancang khusus untuk memudahkan perusahaan distributor dalam mengelola skema distribusi yang efektif dan efisien. Dengan aplikasi ini, pihak distributor dapat melakukan berbagai tugas seperti order penjualan, melakukan pembelian, mengatur persediaan barang dan membuat catatan keuangan dalam sekali klik.

SimpliDOTS DMS berbentuk web app yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja oleh distributor. Sistem ini terhubung langsung ke berbagai aplikasi mobile seperti SimpliDOTS Retail, SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA) dan SimpliDOTS Monitoring.

Karena terhubung ke jaringan internet, SimpliDOTS DMS dapat memberikan informasi yang akurat terkait peta distribusi yang dijalankan. Distributor bisa melakukan kerjasama dengan pihak retail untuk mempermudah penyediaan barang. Misalnya, saat terjadi local lockdown di gerai retail yang menjadi tujuan distribusi, distributor dapat mengetahuinya secara cepat dan mengambil tindakan yang tepat untuk menangani produk yang dipesan oleh retailer.

Hal yang harus diperhatikan

Mengingat kondisi Covid-19 yang sedang genting ini, dan kemungkinan aksi panic buying kembali terjadi di tengah masyarakat. Ada beberapa hal yang harus disepakati antara pihak distributor dan retailer, antara lain:

– Memberikan Harga Jual yang Wajar

Kita semua tahu, bahwa beberapa produk perlengkapan kesehatan seperti masker bedah dan hand sanitizer sedang dicari saat ini. Tingginya permintaan terhadap produk tersebut, justru dimanfaatkan oleh beberapa pedagang untuk menimbun produk.

Akibatnya, produk tersebut akan langka di pasaran, dan jika ada pun harganya akan melambung sangat tinggi. Masker misalnya, yang sebelumya dihargai Rp. 1.000 sampai Rp. 2.000 per lembar kini tembus Rp. 9 ribu per lembarnya. Masyarakat yang sedang dilanda kepanikan dan membutuhkan masker pada akhirnya terpaksa membeli dengan harga mahal.

Kejadian ini perlu diperhatikan oleh pihak retailer dan distributor. Jangan sampai merugikan masyarakat dengan menjual produk di atas harga wajar dengan memanfaatkan kepanikan masyarakat.

– Jangan Menimbun Produk yang Dibutuhkan Masyarakat

Khusus untuk retailer, jangan pernah mencari keuntungan dengan memanfaatkan kepanikan masyarakat. Saat ini masyarakat sedang membutuhkan berbagai produk rumah tangga, mereka tentu akan membelinya di gerai-gerai retail terdekat.

Jangan membohongi masyarakat dengan menimbun produk yang dibutuhkan masyarakat. Umumnya, para retailer nakal yang menimbun produk akan mengeluarkan produknya sedikit demi sedikit dengan harga yang lebih mahal.

– Sediakan Produk Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Fenomena panic buying mungkin akan terjadi di tengah masyarakat. Aksi memborong produk ini biasaya akan menyebabkan kelangkaan produk. Untuk menghindari hal tersebut, pihak retailer dan pihak distributor harus selalu bekerjasama dengan segera menyediakan produk yang habis.

Retailer mungkin tidak punya cukup waktu untuk melakukan order ulang, maka dari itu retailer dan distributor bisa memanfaatkan aplikasi retail direct order. Aplikasi ini memungkinkan pihak distributor mengetahui stok produk yang tersedia di berbagai retail yang ada di jalur distribusi. Jika produk tersebut semakin menipis, pihak distributor bisa langsung mengirimkan produk yang habis tersebut secara cepat.

– Gunakan Transaksi Online

Untuk menghindari resiko tertular Covid-19, pihak distributor dan retailer sebaiknya membatasi kontak fisik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan transaksi online. Retailer dan distributor bisa menggunakan aplikasi SimpliDOTS Retail

Aplikasi ini bisa digunakan untuk menerima pesanan, melakukan tagihan, menerima pembayaran dan melacak status produk yang dibutuhkan oleh pelanggan. Dengan sistem ini, transaksi yang dilakukan antara retailer dan distributor akan lebih mudah, lancar, cepat, dan bisa dilakukan tanpa harus bersentuhan fisik. 

– Membatalkan Pesanan yang Tidak Memungkinkan

Jika situasi tidak memungkinkan, misalnya pemerintah mulai memberlakukan pelarangan barang masuk ke suatu wilayah, pihak retailer dan distributor sebaiknya segera membatalkan proses pesanan. Hal ini dilakukan atas alasan keamanan yang harus ditaati oleh ke dua belah pihak.  Pihak distributor bisa menolak pesanan di jalur distribusi yang masuk dalam kategori zona merah. 

– Memberikan Promosi pada Sejumlah Produk

Untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19, pihak retailer dan distributor bisa bekerjama untuk memberikan promo atau diskon pada sejumlah produk yang disepakati. Misalnya dengan memberikan diskon 10 sampai 50 persen pada produk kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, dan sebagainya.

– Berdonasi Untuk Tenaga Medis

Baik pihak retailer dan distributor, sebaiknya turut membantu pemerintah dengan berdonasi untuk tenaga medis yang menangani Covid-19. Mereka adalah orang-orang yang berada di garda terdepan dalam upaya menghentikan wabah Covid-19.

Sudah seharusnya kita juga turut menyumbangkan sejumlah dana untuk membantu tenaga medis dalam penyediaan Alat Perlindungan Diri (APD) yang persediaannya mulai menipis di Indonesia.

WhatsApp chat