Meningkatkan Penjualan Dalam Menghadapi Persaingan Pasar Global
Cara Meningkatkan Penjualan Dalam Menghadapi Persaingan Pasar Global

Cara Meningkatkan Penjualan dalam Menghadapi Persaingan Pasar Global

Konsumen merupakan bagian yang paling penting bagi keberlangsungan dan siklus usaha yang sedang dijalankan. Sebab, dengan adanya konsumen, suatu bisnis dapat lebih berkembang dan bertahan menghadapi persaingan dunia usaha. Maka dari itu, setiap perusahaan harus memiliki target pelanggan yang terus ditingkatkan dari satu periode ke periode bisnis selanjutnya. 

Apalagi, perkembangan dan persaingan pasar saat ini menuntut perusahaan untuk aktif dalam penjualan produk. Perusahaan tidak boleh terpaku pada upaya mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak, melainkan perusahaan juga harus menjaga pelanggan lama untuk tetap setia dengan produk yang ditawarkan. Jadi, dalam usaha meningkatkan penjualan, perusahaan dihadapkan dengan 2 masalah besar, yaitu menambah kuantitas pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang sudah dimiliki. Dengan mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang lama, maka penjualan akan terus meningkat. 

Dalam persaingan pasar global saat ini, persaingan antar usaha menyebabkan masalah yang juga berpengaruh untuk mencapai konsumen baru, mempertahankan pelanggan loyal, dan meningkatkan penjualan. Ditambah lagi dengan kemudahan akses informasi dari internet, sehingga setiap konsumen bisa menimbang dan membandingkan produk-produk yang diinginkan. Tentunya, keberadaan kompetitor tidak terlepas pada satu wilayah tertentu, tetapi setiap perusahaan dengan produk sejenis dari berbagai wilayah adalah kompetitor yang nyata.

Upaya meningkatkan penjualan harus diiringi cara-cara atau strategi yang efektif agar mendapat konsumen baru dan mempertahankan loyalitas konsumen lama. Berikut ini, beberapa cara meningkatkan penjualan dalam menghadapi persaingan pasar global.

Baca juga : 19 Teknik Closing Sales Untuk Melejitkan Penjualan Bisnis

Menjaga Loyalitas Pelanggan

Menjaga Loyalitas Pelanggan
source : www.freepik.com

Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, agar penjualan meningkat diperlukan upaya untuk menjaga loyalitas atau kesetiaan pelanggan. Perusahaan perlu melakukan beberapa cara agar pelanggan tetap setia menggunakan produk dan terus mengikuti perkembangan produk-produk baru yang dikenalkan. Misalnya dengan memberikan bonus dan potongan harga (diskon) kepada para pelanggan loyal. Dalam kebutuhan menjaga loyalitas pelanggan, perusahaan harus menyimpan kontak pelanggan untuk melakukan follow up ketika ada informasi menarik tentang produk baru yang akan dijual.

Baca juga : 5 Teknik Promosi B2B Untuk Meningkatkan Penjualan Distributor & Toko Grosir

Pelanggan lama yang sudah setia akan lebih cepat dan lebih tertarik dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian dibandingkan dengan para pelanggan baru. Jadi, perusahaan perlu untuk tetap menjaga kesetiaan pelanggan dengan memberikan produk yang berkualitas dan pelayanan yang terbaik.

Pelanggan akan setia dengan produk perusahaan jika merasa puas dengan pelayanan dan penggunaan produk. Maka dari itu, upaya mempertahankan loyalitas pelanggan bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:

  • Memberikan perhatian khusus tentang penawaran
  • Menciptakan hubungan saling menguntungkan dengan mempertahankan kualitas produk dan kelayakan harga produk. 
  • Selalu melakukan follow up pasca penjualan
  • Menawarkan program menarik untuk menjaga loyalitas konsumen seperti kartu keanggotaan (member) dan diskon. 
  • Jadikan pelanggan untuk membuka peluang reseller terhadap pelanggan. 

Fokus Terhadap Target Pasar dan Kualitas Produk

Fokus Terhadap Target Pasar dan Kualitas Produk
source : www.freepik.com

Agar terjadi penjualan, maka harus tahu terlebih dahulu target pasar yang tepat. Selain itu, diperlukan pula perhatian terhadap kualitas produk. Dalam menjangkau target pasar, maka harus sesuai dengan produk dan kalangan yang membutuhkannya. Misalnya, jika produk yang ditawarkan berorientasi pada lifestyle generasi milenial, maka fokus target pasar harus ditujukan kepada kalangan milenial. Begitu pula jika produk merupakan alat-alat konsumtif dan kebutuhan wanita muda, maka diperlukan fokus dan perhatian terhadap para wanita muda. 

Untuk mendapatkan target pasar yang tepat dengan keberadaan produk, maka sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan riset pasar mulai dari produk, harga, dan persaingan. Jika riset sudah tepat, maka kemungkinan besar menaikan keuntungan bukanlah hal yang sulit karena produk ditawarkan kepada kalangan yang benar-benar membutuhkan.

Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan kualitas produk. Secara umum, pelanggan memang akan mempertimbangkan harga, sehingga kebanyakan perusahaan memanfaatkan pola pikir pelanggan dengan memainkan harga. Tapi, harga merupakan tahap awal dalam yang mempengaruhi keinginan. Selanjutnya, dengan pengalaman yang sudah diperoleh, pelanggan akan cenderung menilai kualitas produk yang digunakan. Meskipun harga murah, namun jika produk tersebut tidak memiliki kualitas bagus, maka pelanggan tidak akan menggunakannya lagi. 

Baca juga : 9 Teknik Promosi Penjualan Untuk Strategi Bisnis Distribusi B2B Menggunakan Instagram

Selanjutnya, pastikan produk memiliki garansi untuk menjamin rasa aman para pelanggan dalam menggunakan produk. Garansi produk juga bisa dijadikan sebagai strategi untuk menaikkan harga secara bertahap. 

Memaksimalkan Digital Marketing 

Memaksimalkan Digital Marketing 
source : www.freepik.com

Digital marketing merupakan strategi pemasaran dengan konsep modern yang memanfaatkan fasilitas digitalisasi secara online dan internet. Digital marketing memiliki pengertiannya yang tidak rumit, hanya saja prosesnya yang sangat rumit dan membutuhkan kesungguhan serta usaha yang konsisten. Melalui digital marketing, pebisnis dapat memasarkan produknya dari rumah, sehingga tidak perlu repot mengeluarkan tenaga untuk mengunjungi konsumen. Selain itu, pebisnis juga akan lebih efektif memasarkan produknya karena jangkauan pasar yang dicapai jauh lebih luas hingga keluar daerah. 

Bagi perusahaan, adanya digital marketing akan sangat membantu manajemen marketing dalam memasarkan produk dan membantu tim sales dalam menjual produk. Digital marketing tersedia dalam beberapa channel atau saluran seperti blog, feed, podcast, email, jejaring sosial, dan lain sebagainya.

Baca juga : Cara Efektif Meningkatkan Penjualan Dengan Promosi Ala Milenial

Digital marketing merupakan pembaharuan dari konvensional marketing, sehingga tetap dapat bekerja pada bisnis dari segala sektor industri. Tanpa memperhitungkan jenis dan produk dari perusahaan, digital marketing masih terlibat dalam membangun buyer personal untuk mengidentifikasi kebutuhan calon pelanggan dan membuat nilai konten secara online. Namun, konsep digital marketing tidak dapat dikatakan bahwa semua bisnis sama dan mengimplementasikan strategi digital marketing dengan cara yang sama pula.

Saluran media digital merupakan teknik komunikasi online yang digunakan untuk mencapai tujuan kesadaran merek, keakraban, kesenangan, dan untuk mempengaruhi niat membeli dengan mendorong pengguna media digital untuk mengunjungi situs atau website. Selanjutnya, para pengguna akan diajak terlibat dengan merek atau produk tersebut dan diharapkan mau membeli secara online atau offline melalui saluran media yang digunakan. Manajemen marketing bisa saja menggunakan lebih dari satu channel, yang disesuaikan dengan perencanaan dan tujuan dari bisnisnya. 

Menciptakan Produk Unggulan dan Branding

Menciptakan Produk Unggulan dan Branding
source : www.freepik.com

Setiap perusahaan dipastikan selalu mempersiapkan strategi tertentu agar bisa menghadapi persaingan pasar, merebut konsumen, dan meningkatkan penjualan. Setiap perusahaan selalu berharap agar penjualan dapat meningkat sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam perencanaan bisnis. Salah satu langkah yang bisa ditempuh agar suatu produk nampak menonjol di pasar adalah dengan membuat produk baru unggulan. Produk baru unggulan menitikberatkan pada fitur produk dan menawarkan added value dari produk tersebut. Dengan demikian, produk tersebut memiliki positioning produk yang dapat dikategorikan sebagai produk baru unggulan.

Merek dalam sebuah bisnis merupakan jaminan kualitas dan kuantitas suatu produk. Sebuah usaha dikatakan settled atau kuat jika merek produknya diakui oleh konsumen. Upaya dalam menanamkan merek atau produk kepada konsumen ini disebut dengan istilah branding. 

Baca juga : 7 Tips Visual Merchandising Untuk Melejitkan Penjualan Bisnis Retail Anda

3 Tahap Menciptakan Produk Unggulan

Branding yang sukses akan membuat konsumen ingat akan produk yang baru digunakan. Produk baru yang unggul akan mudah mengedukasi konsumen melalui brand awareness. Meskipun diperlukan banyak waktu, tenaga, dan biaya agar konsumen benar-benar yakin dan mau menggunakan produk yang ditawarkan. 

Baca jugaa : Apa Itu Distribusi, Tujuan, Beserta Fungsinya Dalam Penjualan

Bisnis yang spesifik pada satu bidang akan sangat membantu pengusaha untuk menanamkan brand awareness pada konsumennya. Produk baru unggulan merupakan produk yang spesifik. Produk akan berulang kali dikomunikasikan untuk mengedukasi konsumen agar semakin melekat pada memori konsumen. 

Agar bisa menciptakan produk baru unggulan, manajemen marketing perusahaan harus melakukan 3 tahapan, yaitu:

  • Menganalisa perilaku konsumen
  • Menganalisa produk yang trend di pasar
  • Melakukan riset produk kompetitor
1. Menganalisa Perilaku Konsumen
Menganalisa Perilaku Konsumen
source : www.freepik.com

Konsumen atau pelanggan memiliki perilaku yang berbeda berkenaan dengan selera terhadap suatu produk. Perilaku konsumen pada zaman dulu dapat ditebak dengan konsep AIDA. Bahkan, melalui konsep ini marketers dapat mengarahkan konsumen untuk membeli beberapa produk. Konsep AIDA menggambarkan hal pertama yang ingin dicapai adalah membuat konsumen menjadi sadar akan produk lalu mendapatkan ketertarikan. Konsep AIDA berasumsi pada tindakan yang diambil oleh orang yang menonton televisi sebagai media beriklan, dilihat dari satu konsep yaitu menghafal atau melihat secara berulang. 

Setelah era digital,  perilaku pelanggan sudah berubah, bukan lagi seperti masyarakat yang berbelanja di toko-toko konvensional. Perangkat dari konsep AIDA tidak lagi relevan sepenuhnya dengan perilaku konsumen di tengah kemajuan teknologi internet. Pesan atau iklan haruslah menarik perhatian khalayak sasarannya. Maka dari itu, konsep AIDA diperluas dan dimodifikasi dengan konsep AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share).

Baca juga : Penjualan Lesu, Ada 5 Strategi Agar Tim Sales Tetap Semangat

2. Menganalisa Produk yang Trend
Menganalisa Produk yang Trend
source : www.freepik.com

Setelah mendalami perilaku konsumen, maka perlu bagi setiap pebisnis untuk melakukan riset produk untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar produk tersebut. Pada tahap ini, trendnya penjualannya saat ini, dan bisa memprediksi trend produk tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Cara untuk menganalisa produk yang trend bisa dilakukan dengan mudah melalui mesin telusur seperti google atau fitur google trends merupakan trend yang teratas. 

Melalui fitur Google Trends tersebut, informasi mengenai trend apa yang banyak ditelusuri oleh pengguna internet dalam satu negara dalam kurun waktu tertentu mudah diketahui. Selain itu, melalui Google Trends, akan muncul dimana saja daerah yang paling banyak memakai kata kunci tersebut di mesin pencari. 

Riset produk juga bisa dilakukan dengan mudah menggunakan google keyword planner. Dengan cara ini, akan diketahui banyaknya orang yang mencari produk dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, terdapat fasilitas yang memberikan informasi berbagai referensi keyword terkait yang biasanya dicari oleh konsumen di berbagai tempat. 

3. Riset Produk Kompetitor
Riset Produk Kompetitor
source : www.freepik.com

Pada tahap terakhir, manajemen marketing perlu melakukan riset terhadap kompetitor. Bagaimanapun juga, kompetitor bisa menjadi tantangan atau ancaman dalam penjualan. Riset produk kompetitor harus lengkap dan menyeluruh meliputi data nama-nama kompetitor, jenis pemasaran yang dilakukan, dan berapa harga yang ditetapkan. Riset produk kompetitor akan memberikan data yang berguna untuk menyiapkan rencana pemasaran yang tepat dan menciptakan produk baru unggulan.

Baca juga : Serba-Serbi Penerapan Diskon Untuk Penjualan Bisnis Anda

Membangun Tim Sales dengan Performa Tinggi

Penjualan akan maksimal jika perusahaan mampu membangun sebuah tim sales dengan kekuatan dan performa tinggi. Kerjasama tim sales yang memiliki kompetensi mumpuni akan membantu perusahaan merebut pasar. Tim sales sangat diperlukan untuk menjalankan semua strategi dan mengoptimalkan penjualan. Banyak usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk membangun tim sales dengan performa tinggi.

Misalnya dengan melakukan pelatihan dan pemberian feedback secara berkala. Usaha ini bertujuan agar tim sales memiliki kepercayaan diri tinggi dan mengetahui segala masalah yang dihadapi. Pelatihan dan pemberian feedback juga bisa memecahkan masalah yang lebih kompleks sehingga tim sales dapat bekerja lebih efektif baik secara personal maupun dalam tim.

Baca juga : 7 Manfaat Sales Gamification Yang Terbukti Meningkatkan Penjualan

Peranan Penting Tim Sales Handal

Perusahaan harus sadar bahwa, penjualan terjadi karena kerja keras tim sales dan keberhasilannya dalam menjaga komunikasi dengan pelanggan. Maka dari itu, perusahaan harus mengikuti proses kerja tim sales dari awal hingga mencapai penjualan. Tim sales dinilai memiliki performa tinggi jika mampu memaksimalkan semua peluang konversi menjadi penjualan. Selama proses berjalan tentu masih sangat kompleks dan menghabiskan waktu yang cukup panjang. 

Tim sales merupakan tim yang bertugas untuk berhadapan dengan seorang prospek. Perusahaan membutuhkan sistem sebagai penunjang keberhasilan penjualan. Sistem yang dibutuhkan harus bisa bekerja dengan lebih cepat meskipun kompleksitas yang dihadapi sangat tinggi. 

3 Sistem Teknologi Mendukung Tim Sales

Ada tiga sistem teknologi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan performa tim sales, yaitu task planning, tracking & monitoring, dan integrated system. 

1. Task planning

Task planning merupakan sistem yang berguna untuk membantu tim sales agar bisa memanfaatkan efisiensi waktu untuk menghasilkan penjualan. Dengan sistem ini, tim sales dapat memastikan prospek yang harus diprioritaskan dan hal-hal yang harus difokuskan saat menghadapi prospek demi terwujudnya penjualan.

2. Sistem tracking & monitoring

Sistem tracking & monitoring berguna untuk melacak semua proses kerja tim sales dalam melangsung penjualan. Sistem ini memastikan semua proses berjalan dengan baik, lebih cepat, efektif, dan efisien.

3. Integrated System
Integrated System
Character illustration of business people with connection icons

Sementara itu, Integrated System merupakan teknologi yang digunakan untuk penjualan seperti telepon, chatting, email, dan sosial media. Dengan adanya integrated system ini, prospek dapat memilih untuk menghubungi tim sales atau sebaliknya. 

Meningkatkan efisiensi tim sales dan meningkatkan produktivitas penjualan merupakan masalah besar bagi semua perusahaan. Jika perusahaan melakukan langkah yang salah, maka masalah tersebut tidak akan pernah bisa diselesaikan. Tim sales dan sales force merupakan satu kesatuan yang harus bisa bekerja sama dalam tim. 

Jika setiap tim dalam perusahaan sudah bekerja sama dengan maksimal, tetapi penjualan masih belum juga memuaskan, maka perusahaan harus memfokuskan pada produktivitas tim sales. Misalnya dengan menentukan target dan goal yang ingin diraih. Target dan goal yang sudah dicanangkan tapi tidak memiliki rencana dengan matang, maka hanya akan menghadapi masalah kritis terhadap perusahaan. 

Penjualan yang sukses merupakan penjualan yang memiliki perbedaan signifikan dengan penjualan biasa. Penjualan yang sukses tidak terlepas dari kinerja tim sales yang mampu fokus dalam menjalankan misinya. Selain itu, tim sales juga harus bisa fokus pada calon pembeli potensial, pelanggan yang sudah ada, referal, dan lain sebagainya yang diharapkan akan membawa peluang ke depannya. Tim sales harus mampu menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Caranya bisa dengan pendekatan tradisional maupun menggunakan CRM (Customer Relationship Management).

Super Apps untuk Mendukung Penjualan

Super Apps untuk Mendukung Penjualan
source : www.freepik.com

Perusahaan harus bisa memberikan kemudahan bagi tim sales dalam bekerja dan menghasilkan penjualan yang optimal. Dengan SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA), tim sales perusahaan Anda dijamin akan bekerja dengan cepat, mudah, dan maksimal. Tim sales akan terbantu dengan berbagai kemudahan fitur seperti automasi rute kunjungan, pemesanan (ordering), product knowledge, fleksibilitas skema promo,  pencatatan penagihan, sampai manajemen pengantaran yang lengkap dengan fitur navigasi.

Baca juga : Manfaat SFA Bagi Perusahaan Dan Tim Penjualan

Selain itu, perusahaan Anda juga akan sangat terbantu, karena SimpliDOTS Sales Force Automation akan mematikan segala aktivitas tim sales dapat dipantau. Segala data dan informasi akan disajikan dalam dashboard sehingga Anda akan dimudahkan memperoleh laporan kerja tim Sales. Laporan yang dihasilkan sangat mudah dibaca dan bisa disajikan setiap saat melalui Smartphone yang Anda miliki. SimpliDOTS SFA akan melindungi perusahaan Anda dari berbagai kecurangan karena analisa data lebih tajam dan akurat. Anda juga bisa memantau piutang konsumen lebih akurat sehingga supervisi lapangan menjadi lebih mudah dan terstruktur. 

Simplidots SFA akan membantu perusahaan dan tim sales Anda untuk taks planning yang maksimal, tracking & monitoring, serta integrated system yang mudah. Untuk menikmati kemudahan dari SimpliDOTS Sales Force Automation, cukup klik link ini dan nikmati aplikasinya gratis 14 hari.