Aktivitas Logistik Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Aktivitas Logistik yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Persaingan bisnis yang semakin ketat saat ini menuntut setiap perusahaan untuk bisa menyusun kembali strategi dan sistem manajemen logistik yang tepat. Esensi dari persaingan terletak pada bagaimana perusahaan mengimplementasikan proses dalam menghasilkan produk baik, barang atau jasa yang lebih baik, lebih murah dan cepat dibanding pesaingnya. Maka dari itu, Setiap perusahaan dari segala sektor bisnis harus bisa memperbaiki kinerja manajemen logistiknya agar dapat terus bersaing dan mengalami kemajuan. Suatu kegiatan usaha dibutuhkan aktivitas logistik di dalamnya karena, logistik adalah bagian dari proses rantai pasokan atau supply chain. 

Aktivitas logistik terdiri dari fasilitas, transportasi, inventarisasi, komunikasi, penanganan, dan penyimpanan. Perusahaan harus mempertimbangkan masalah logistik agar dapat memastikan bahwa logistik bisa mendukung strategi perusahaan, khususnya jika fungsi operasional tidak mendukung strategi perusahaan secara keseluruhan. Berdasarkan masalah tersebut, manajemen logistik akan berguna sebagai aliran bahan baku dari supplier sampai ke penyimpanan.

Manajemen Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat penting sehingga harus dengan pengelolaan yang efektif dan efisien. Manajemen logistik akan menjadi salah satu sumber keunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh perusahaan. Namun, dalam implementasi konsep logistik terdapat kendala, misalnya dalam tata kerja yang kaku. Untuk menghindari hal tersebut, perusahaan harus membangun sistem manajemen logistik yang tepat guna.

Baca juga : Peran Distributor Dalam Strategi Bisnis Distribusi

Logistik dan Manajemen Logistik

  • Pengertian Logistik
Screenshot 12 1
source : unsplash.com

Logistik bisa diartikan sebagai proses pada aliran perpindahan barang dari suatu titik asal yang berakhir pada titik konsumsi untuk memenuhi permintaan tertentu dari konsumen atau pihak-pihak lain yang terlibat. Logistik melibatkan keberadaan produk berwujud maupun tidak berwujud. Produk berwujud bisa meliputi makanan, bahan-bahan bangunan, hewan, peralatan, hasil bumi, dan cairan. Sedangkan produk tidak tidak berwujud (abstract) berkenaan dengan layanan seperti waktu, informasi, partikel, dan energi.

Logistik benda fisik pada umumnya ikut melibatkan integrasi aliran informasi, penanganan bahan, produksi, packaging, persediaan, transportasi, warehousing, dan keamanan. Kompleksitas dalam logistik dapat dianalisa dan diuraikan menjadi suatu model yang bisa divisualisasikan dan dioptimalisasi dengan simulation software yang ada. 

Logistik juga bisa diartikan sebagai proses perencanaan, implementasi, dan kontrol yang efisien mengenai alur yang efektif. Hal-hal yang terlibat dalam proses tersebut meliputi penyimpanan barang dan jasa dan seluruh informasi yang terkait dari suatu titik asal menuju titik konsumsi demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

Baca juga : Mengapa Packaging Produk Harus Selalu Diperhatikan ?

  • Peran Logistik

Logistik berperan efektif dalam persaingan yang secara luas diakui sebagai suatu kinerja pelayanan pelanggan yang unggul. Nilai logistik akan dipengaruhi oleh layanan berkualitas tinggi dan pengendalian biaya dari suatu bisnis yang berfokus pada peningkatan perilaku pembelian konsumen. 

Peran logistik saat ini telah meluas bukan hanya sekadar memindahkan produk jadi dan bahan, tetapi juga menciptakan keunggulan kompetitif dengan memberikan layanan yang memenuhi permintaan konsumen. Memiliki manajemen logistik yang kompetitif sangatlah penting bagi setiap perusahaan dalam upaya membangun konektivitas sektor usahanya. 

  • Pengertian Manajemen Logistik
Screenshot 2 6
source : unsplash.com

Manajemen logistik merupakan teknik dalam menyalurkan barang secara baik, terencana, terstruktur, efektif, dan efisien mulai dari pengiriman barang dari pemasok atau supplier ke toko sampai ke tangan konsumen. Manajemen logistik juga berkaitan dengan penyimpanan barang yang baik di dalam gudang hingga pendistribusiannya barang tersebut sampai kepada konsumen. 

Manajemen logistik juga memastikan bahwa barang yang sampai ke konsumen layak untuk dikonsumsi. Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab dalam manajemen logistik untuk membuat dan mengatur sistem yang baik agar bisa mengatur aliran bahan baku maupun barang jadi.

Baca juga : Strategi Mendistribusikan Produk Baru Dan Memilih Strategi Yang Tepat

  • Peran Manajemen Logistik

Manajemen Logistik memiliki peran yang lebih luas karena bisa menjadi bagian dari proses Supply Chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan, keefektifan aliran barang, penyimpanan barang, pelayanan kepada pelanggan, dan informasi terkait dari produk yang ada.

Di dalam perusahaan, tim manajemen logistik mempunyai tugas lain untuk:

  • Menentukan sistem logistik yang dipakai.
  • Memilih logistik privat atau logistik agen.
  • Memilih jenis alat angkutan umum.
  • Mendesain organisasi logistik.
  • Menentukan logistik mix.
  • Menentukan operasi gudang, dll.

Manajemen logistik menangani segala masalah logistik yang berkaitan dengan lokasi, fasilitas, transportasi, inventarisasi, komunikasi, pengurusan, dan penyimpanan. 

Aktivitas Manajemen Logistik

Sedikitnya, ada 7 aktivitas yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam sistem manajemen logistik. Keenam aktivitas tersebut meliputi perencanaan, pengumpulan, penyimpanan, transfer, penyebaran, pembiayaan, dan komunikasi. Aktivitas perencanaan menjadi salah satu fungsi dari manajemen, begitu pula dalam manajemen logistik. 

  • Pengertian Aktivitas Manajemen Logistik
Screenshot 1 10
source : unsplash.com

Aktivitas ini merupakan suatu usaha untuk memikirkan akan merumuskan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan kegiatan operasional logistik. Manajemen logistik merupakan kegiatan arus barang. Sehingga, dalam aktivitas ini perumusan terhadap produk yang dijual kepada konsumen menjadi kebutuhan konsumen dan dan keuntungan bagi perusahaan. manajemen logistik.

Baca juga : Manfaat DMS Pada Manajemen Sistem Distribusi Di Era Teknologi 4.0

Ada beberapa jenis kategori aktivitas manajemen logistik, antara lain: 

  • Aktivitas pengumpulan berarti kegiatan mengumpulkan sejumlah barang yang bisa digunakan untuk penjualan akhir pada konsumen. Sejumlah barang tersebut merupakan kumpulan barang yang tersendiri  dari sejumlah barang yang sudah ada.
  • Aktivitas penyimpanan berarti kegiatan yang berkonsentrasi pada penyimpanan barang. Biasanya barang akan akan dikelompokkan sebelum disebar ke reseller maupun supplier. Perusahaan akan bersedia menanggung jumlah penyimpanan minimum dan segala anggarannya berkenaan barang hasil produksi untuk menunjang kegiatan transaksinya. Sementara itu, aktivitas transfer menjadi mekanisme transformasi dari beberapa macam barang yang harus diubah bentuknya secara fisik sehingga bisa menunjang transaksi.
  • Aktivitas penyebaran merupakan kegiatan penempatan produk yang telah dikelompokkan sesuai dengan jenis klasifikasi pada tempat tertentu. Dalam aktivitas ini sangat dibutuhkan ketepatan waktu karena sangat dekat dengan tahap pendistribusian produk ke konsumen akhir. Aktivitas ini merupakan tahap akhir dari kegiatan logistik dan juga berkaitan dengan pelayanan terhadap pengguna produk akhir oleh konsumen. 
  • Aktivitas pembiayaan merupakan kegiatan yang melibatkan kebutuhan terhadap anggaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan logistik. Pembiayaan harus mencakup biaya yang benar-benar bisa digunakan dalam secara maksimal dalam kegiatan logistik. Biaya logistik juga harus diusahakan seefisien mungkin sehingga perusahaan bisa mendapat kepemimpinan biaya logistik. 
  • Aktivitas komunikasi merupakan penyampaian ide, konsep, gagasan, informasi ke arah hasil akhir yang diharapkan dalam sistem manajemen logistik. Aktivitas komunikasi akan terus terus berlangsung selama produk dibuat, di transfer, dikelompokkan, dan disimpan. Selain itu, komunikasi juga akan diperlukan untuk menghadapi perubahan transaksi di masa mendatang. Setiap aktivitas manajemen logistik bisa mempengaruhi sistem logistik yang sedang berjalan. Maka dari itu, perusahaan harus selalu bisa mengawasi setiap aktivitas logistik agar kegiatan logistik bisa berjalan dengan baik.

Peran Manajemen Logistik

Manajemen logistik sangat penting untuk menjelaskan proses perencanaan, pengimplementasian, pengendalian terhadap aliran barang, dan penyimpanan barang yang efektif dan efisien. Dulu, manajemen logistik diterapkan secara tradisional sehingga memiliki ruang lingkup yang sangat sempit. Berbeda dengan kondisi saat ini, manajemen logistik terus berkembang dipengaruhi oleh arus globalisasi. Perubahan tersebut mencakup dua hal, yaitu perkembangan kemajuan IPTEK dengan komputer dan iklim perekonomian masyarakat yang semakin menunjukkan tingkat persaingan dalam kualitas pelayanan.

Dari 2 cakupan tersebut, maka manajemen logistik memiliki peran yang lebih khusus untuk bidang-bidang tertentu. Berikut ini, beberapa peran manajemen logistik sesuai dengan targetnya.

1. Peran Manajemen Logistik untuk Organisasi Publik
Screenshot 9 2
source : unsplash.com

Saat ini, sistem manajemen logistik yang efektif telah diakui sebagai kunci keberhasilan dalam meningkatkan keuntungan dan kemampuan kompetitif bagi suatu perusahaan. Pada akhir tahun 1980-an dan di awal 1990-an, pelayanan konsumen memiliki tempat yang penting dalam sejumlah perusahaan. Bahkan, perusahaan yang sebelumnya mengikuti “konsep pemasaran” menguji kembali makna dari menjadi penggerak konsumen. Tren fokus terhadap konsumen tersebut berlanjut hingga saat ini.

Organisasi publik seperti pemerintah daerah sangat membutuhkan sistem manajemen logistik, baik secara langsung maupun tidak langsung agar penyelenggaraan fungsi pemerintahan di daerah bisa berjalan dengan baik. Proses tersebut tidak hanya berputar dalam aktivitas pengadaan barang untuk kebutuhan pemerintah daerah saja, tetapi untuk kehidupan masyarakat yang lebih luas. Misalnya, program pemberian pelayanan prima dari pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat. 

Aktivitas manajemen logistik berguna dalam hal yang sangat menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat, karena berhubungan dengan pelaksanaan tugas pemerintah yang bersifat eksternal. Untuk mendukung manajemen logistik ini, maka diperlukan suatu rantai aliran barang agar pemberian layanan dari pemerintah ke masyarakat dapat berjalan dengan lancar.

Baca juga : Distribusi Menjadi Masalah Besar Di Negara Kepulauan

2. Peran Manajemen Logistik untuk Kegiatan Pemasaran
Screenshot 10 2
source : unsplash.com

Manajemen logistik sangat penting dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan. Pemasaran harus harus dilakukan dengan berbagai strategi yang mengintegrasikan banyak gagasan baru untuk memperoleh produk yang cepat dan tepat. Manajemen logistik ambil bagian untuk mendukung pengiriman barang ke tempat yang tepat sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Namun, kepuasan konsumen hanya mungkin terjadi jika produk tersebut tersedia pada saat dibutuhkan. 

Perusahaan perlu menggunakan pendekatan sistem dalam menggabungkan kebutuhan pemasaran dan logistik. Setiap aktivitas logistik selalu tertuju pada layanan kepuasan pelanggan, sehingga secara langsung memberikan pengaruh yang kuat terhadap bidang marketing dan pelayanan pelanggan (customer service). Orientasi hubungan antara logistik dan marketing berkenaan dengan cara mengelola logistik agar dapat menghasilkan pelayanan tingkat tinggi dengan biaya total operasional logistik yang rendah.

Produk yang diterima konsumen sebagai hasil pembelanjaan bisa saja membuat hilangnya daya tarik konsumen akibat kualitas, harga, dan layanan yang kurang sesuai. Maka dari itu, manajemen logistik harus bisa memahami dengan baik hubungan antara logistik dan aktivitas pemasaran (marketing). 

3. Peran Manajemen Logistik untuk Ekonomi
Screenshot 7 3
source : unsplash.com

Manajemen logistik memainkan peranan kunci dalam ekonomi karena menjadi salah satu pengeluaran utama dalam bisnis. Dengan demikian, logistik bisa mempengaruhi dan bisa pula dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi lainnya. Manajemen logistik mendukung segala proses pergerakan dan aliran dari sejumlah transaksi ekonomi, termasuk dalam penjualan sejumlah barang dan jasa. Misalnya, jika produk-produk tidak tiba tepat waktu, maka konsumen tidak dapat membelinya, karena kemungkinan telah membeli produk lain. Jika produk tidak tiba di tempat yang tepat atau dalam kondisi yang tepat, maka tidak akan terjadi penjualan yang maksimal. Dengan demikian, seluruh aktivitas ekonomi yang melalui rantai pasokan akan mengalami kerugian.

Logistik juga bisa menambah nilai dengan menciptakan kegunaan (utilitas) waktu dan tempat. Dari pemahaman ekonomi, utilitas menjadi nilai guna dari suatu barang atau jasa sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Terdapat empat tipe utilitas yang paling diprioritaskan, yaitu utilitas bentuk, kepemilikan, waktu, dan tempat. Utilitas waktu dan tempat secara erat didukung oleh logistik sehingga merupakan salah satu bentuk nilai tambah yang kuat terhadap produk karena konsumen bisa mengambil kepemilikan aktual.

Peran manajemen logistik yang paling mencolok adalah dalam internasional. Dalam hal ini, pemerintah ikut memerankan kebijakan maupun pengawasan perdagangan tersebut karena merupakan perluasan dari kegiatan ekonomi.

Baca juga : Pengertian Manajemen Supply Chain Dan 6 Tantangan & Solusi Untuk Perusahaan

Manajemen Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan

Screenshot 3 4
source : unsplash.com

Menjalankan sebuah bisnis saat ini adalah sebuah kegiatan yang penuh dengan tantangan. Berkembangnya permintaan dari konsumen yang selalu mengikuti trend menuntut perusahaan untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, berkualitas, dan menciptakan keanekaragaman produk. Dengan demikian, maka perusahaan akan meningkatkan persaingan secara global. Perusahaan harus bisa memutuskan secara cepat dan tepat cara mengatur kembali bisnis yang dijalankan.

Perkembangan Manajemen Logistik saat ini sangat dipengaruhi oleh manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management (SCM) karena teknologi informasi dan perkembangan pengetahuan yang ikut mendominasi pasar. Saat ini, SCM tidak hanya melibatkan aliran barang dari titik asal ke titik akhir, tetapi juga melibatkan aliran barang sebaliknya, yaitu dari konsumen kembali ke manufacturer. Aliran barang seperti ini lebih dikenal dengan istilah reverse supply chain. 

Aktivitas Reverse Supply Chain

Screenshot 13 1
source : unsplash.com

Aktivitas-aktivitas reverse supply chain meliputi pengembalian produk yang cacat, perlu servis, dan harus dilakukan perawatan, atau produk untuk didaur ulang. Supply Chain Management (SCM) memiliki 3 macam aliran utama, yaitu aliran produk, uang, dan informasi. Pengelolaan dan sinkronisasi ketiga aliran menjadi penentu final dalam aktivitas SCM. 

Konsep Supply Chain Management (SCM) menjadi konsep baru dalam melihat persoalan manajemen logistik saat ini. Awalnya, manajemen logistik lebih tampak sebagai persoalan internal masing-masing perusahaan dan pemecahan masalah yang dititikberatkan pada internal perusahaan pula. Umumnya, kegiatan dan tanggung jawab perusahaan dianggap hanya sampai pada keluarnya produk dari gudang atau ketika produk telah sampai di konsumen akhir.

Baca juga : Panduan Manajemen Gudang Agar Berfungsi Secara Optimal

Padahal, perusahaan masih memiliki tanggung jawab terhadap seluruh rangkaian proses manajemen logistik. Rangkain tersebut meliputi perancangan produk, peramalan kebutuhan, pengadaan material, aktivitas produksi, pengendalian persediaan, penyimpanan, distribusi, transportasi, pelayanan, dan proses pembayaran. Maka dari itu, perusahaan harus jeli dalam mengatur aliran produk dan informasi dari seluruh aktivitas manajemen logistik yang terintegrasi agar lebih mudah memantau dan menjalak

Cara Praktis Meningkatkan Kinerja Logistik Bisnis Hingga Konsumen Akhir

Screenshot 14
source : unsplash.com

Persaingan usaha yang semakin ketat saat ini menuntut para pebisnis agar bisa menciptakan strategi baru dalam pengelolaan Supply Chain Management (SCM) dan sistem manajemen logistik yang lebih baik. Perusahaan juga harus bisa memodifikasi praktik manajemen logistik ke arah kemitraan antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan Supply Chain Management (SCM), terutama agar aliran produk dan informasi bisa diterima dengan lancar hingga konsumen akhir.

Nah, jika Anda ingin memenangkan persaingan dalam industri distribusi barang yang semakin sengit dan cepat di abad ini, manfaatkan teknologi SimpliDOTS yang berbasis Cloud untuk mendukung kinerja distributor di era digital. 

Teknologi SimpliDOTS sangat ideal dan relevan dengan industri distribusi. Meliputi SimpliDOTS SFA (Sales Force Automation), SimpliDOTS Monitoring, hingga SimpliDOTS Retail. Fitur-fiturnya dijamin lengkap dan menyederhanakan tugas salesman yang bekerja di lapangan untuk tetap terintegrasi dengan divisi pemasaran yang berada di kantor. Keren, kan? 

Jangan tunda lagi, yuk coba aplikasi SimpliDOTS secara GRATIS hari ini, klik link ini sekarang juga!