Trend Bisnis Distribusi Yang Akan Bertransformasi Tahun 2021
Trend Bisnis Distribusi yang Akan Bertransformasi Pada 2021

Trend Bisnis Distribusi yang Akan Bertransformasi Tahun 2021

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat arah beberapa bidang menuju modernisasi. Hampir setiap aktivitas bisnis membutuhkan digitalisasi, misalnya melakukan proses branding, pemasaran, penelitian, dan distribusi. Salah satu dampak terbesar dari akses digital adalah persaingan di dunia bisnis. Kegiatan ekonomi yang dulu harus dilakukan dengan proses yang rumit telah berubah karena saat ini bisa dilakukan hanya dengan satu genggaman gadget. Perubahan gaya berbisnis ini menjadi tantangan bagi para pebisnis dan pengusaha muda untuk lebih giat memunculkan ide-ide fresh yang luar biasa. 

Bagi perusahaan distribusi, adanya transformasi digital merupakan salah satu bagian dari proses teknologi yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam proses usaha. Bahkan, penerapan digital juga harus meliputi semua aspek kehidupan yang ada pada masyarakat. Praktek transformasi digital pada sektor usaha distribusi bisa dipahami sebagai cara kerja yang berkelanjutan dalam menggunakan teknologi digital yang bisa mengubah keadaan bisnis secara drastis. Tahun 2021 di Indonesia masih dilanda dengan pandemi virus corona (COVID-19), sehingga social distancing masih tetap berlaku. Kondisi ini berpengaruh besar terhadap transformasi di berbagai bidang usaha, termasuk perusahan distribusi. Berikut ini, beberapa tren bisnis distribusi tahun 2021 yang akan memberikan transformasi.

Baca juga : Prediksi Pertumbuhan Dan Tren Bisnis FMCG Di Indonesia Tahun 2021

Memanfaatkan Jaringan Cloud Lebih Responsif 

Memanfaatkan Jaringan Cloud Lebih Responsif
source : www.freepik.com

Tren pertama bisnis distribusi tahun 2021 yang akan membawa transformasi adalah akan ada banyak perusahaan distribusi yang memanfaatkan jaringan cloud yang lebih responsif. Tujuannya adalah untuk mengimbangi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada permintaan pasar. Interaksi yang terus dibatasi karena social distancing akan berdampak pada beban kerja yang meningkat. Maka dari itu, beban kerja harus bisa bergeser ke arah platform cloud. 

Hanya karena adanya pandemi bukan berarti persaingan sudah mati. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi para pengusaha distribusi agar bisa menjaga pangsa pasarnya. Jaringan Cloud yang memungkinkan terintegrasi dengan e-commerce menjadi solusi untuk meningkatkan pesanan produk secara online selama pandemi. Dengan jaringan cloud yang lebih responsif maka akan mendorong peningkatan permintaan untuk distributor dan secara bertahap akan berhasil menahan persaingan yang lebih rapat.

Dengan menghadirkan jaringan cloud yang responsif, perusahaan distribusi akan dengan cepat mendapatkan gambaran mengenai pelanggan dan prospek. Jaringan cloud akan memungkinkan perusahaan distribusi mengetahui aktivitas pelanggan, seperti melihat, memilih, dan membeli produk secara online. Dengan demikian, maka perusahaan distribusi bisa terus mengimbangi permintaan pasar. 

Jaringan cloud sudah sejak lama dikenal sebagai media yang memungkinkan kemudahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Dengan memanfaatkan e-commerce atau website, maka perusahaan akan lebih nyaman untuk berinteraksi dengan pelanggan. Pada tahun 2021 ini, perusahaan distribusi akan sangat membutuhkan teknologi digital untuk bersandar pada pembeda utama dengan kompetitornya. Bahkan, pemanfaatan jaringan cloud akan semakin gencar untuk bersaing dengan memberikan nilai unggul masing-masing. Meskipun belum ada akhir yang jelas dari pandemi virus corona, jaringan cloud akan memegang evolusi yang sangat diperlukan bagi perusahaan distribusi di tahun 2021 ini. 

Baca juga : Mengenal Software As A Service (SaaS) Berbasis Cloud Untuk Bisnis

Perubahan Strategis Fundamental Bisnis Baru

Perubahan Strategis Fundamental Bisnis Baru
source : www.freepik.com

Adanya perubahan gaya konsumsi, komunikasi, dan interaksi tentunya memberikan titik perubahan strategis dalam berbisnis. Di masa pandemi ini, perusahaan distribusi sedang mengalami perubahan yang cepat. Maka dari itu, sangat dibutuhkan perubahan strategis fundamental bisnis baru untuk memanfaatkan tantangan dan peluang yang berkembang. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam strategi ini yaitu mencari informasi tentang gangguan distribusi dan berbagai kekuatan yang bisa membentuk distribusi menjadi lebih kuat. Beberapa distributor menanggapi strategi ini dengan tren distribusi grosir dengan tujuan bisa mendorong laju pertumbuhan dan mengurangi biaya logistik. 

Untuk mengetahui fundamental bisnis baru, para pelaku usaha distribusi harus meninjau banyak hal seperti meninjau akuisisi yang akan berkontribusi pada pertumbuhan bisnis, mencari cara menghentikan erosi margin, dan memilih produk baru yang dinilai memiliki turn over tinggi.

Fundamental bisnis baru harus melibatkan pemanfaatan jaringan cloud atau inovasi digital. Intinya, pelaku usaha harus benar-benar tahu pemanfaatan digital untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Gangguan yang mungkin terjadi pada perusahaan distribusi dapat membawa konsekuensi negatif. Maka dari itu, fundamental bisnis baru sangat penting untuk mengukur seberapa efektif perusahaan distribusi dalam mengevaluasi pilihan seputar faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi.

Baca juga : Mengetahui Sistem Dan Saluran Distribusi Minuman Coca Cola Di Indonesia

Mengembangkan Ritel Omnichannel

Mengembangkan Ritel Omnichannel
source : www.freepik.com

Penjualan multi saluran atau omnichannel merupakan salah satu pendekatan penjualan yang berfokus untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih terarah. Sama seperti membangun toko fisik di berbagai tempat, Omnichannel memungkinkan perusahaan distribusi untuk memiliki banyak media digital sebagai tempat penjualan. Misalnya perangkat seluler, laptop, e-commerce, social media, dan sebagainya yang dipadukan dengan penjualan secara langsung. 

Ritel omnichannel akan sangat berguna bagi perusahaan distribusi, khususnya untuk memusatkan operasi bisnis dan menerapkan perubahan infrastruktur. Selain itu, ritel omnichannel juga akan memungkinkan pelaku bisnis distribusi untuk memberikan pengalaman yang konsisten sehingga dapat menarik dan mempertahankan pelanggan. Pada akhirnya, perusahaan akan mendapatkan penjualan yang lebih besar.

Beberapa strategi dalam mengembangkan ritel omnichannel yang akan sangat sering digunakan misalnya meningkatnya persepsi dan kepuasan pelanggan dengan membangun satu program loyalty pelanggan di berbagai channel. Selain itu, perusahaan distribusi juga bisa membuat akses ke visibilitas inventory dan ATP di berbagai channel. Untuk strategi marketing yang lebih terarah, ritel omnichannel bisa membuat satu saluran untuk harga dan promosi yang transparan. 

Keunggulan ritel omnichannel ini antara lain dapat mengumpulkan informasi customer yang lebih valid, meningkatkan produktivitas, penjualan yang lebih besar, dan keuntungan yang tinggi. Pada tahun 2021 ini, perusahaan distribusi harus bisa mendorong aliran pendapatan yang baru, sehingga ritel omnichannel akan menjadi tren transformasi bisnis ke arah yang lebih positif.

Baca juga : Model Distribusi Industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Di India

Pemanfaatan Teknologi Mesin Penjualan Otomatis

Pemanfaatan Teknologi Mesin Penjualan Otomatis
source : www.freepik.com

Untuk efektifitas pelayanan kepada pelanggan, beberapa perusahaan distribusi telah bekerja sama dengan perusahaan tertentu untuk membuat sebuah teknologi berupa mesin penjualan otomatis. Sebenarnya, tren ini sudah ada sejak lama dan sudah mudah dijumpai di berbagai tempat umum seperti pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, kampus, perusahaan skala besar, dan lain sebagainya. Namun, pandemi virus corona menuntut setiap orang untuk lebih fokus di rumah dan membatasi interaksi di luar rumah. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah teknologi yang memungkinkan agar seseorang tidak berlama-lama di luar rumah.

Mesin penjualan otomatis dinilai efektif, namun hanya untuk beberapa jenis produk saja. Umumnya, produk ini sangat cocok untuk minuman ringan (soft drink), makanan ringan, atau rokok. Beberapa perusahaan distribusi pada sektor produk tersebut akan memaksimalkan penjualan dengan mesin penjualan otomatis. Tujuannya adalah agar pada pandemi virus corona tahun 2021 ini, pelanggan bisa mudah mendapatkan produk yang diinginkan dan perusahaan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Pelanggan tidak perlu pergi jauh dan antri di toko ritel sehingga aktivitas di luar rumah bisa benar-benar dibatasi. Selain itu, bagi perusahaan sendiri tentunya akan sangat bermanfaat karena bisa memaksimalkan penjualan produknya.

Pemanfaatan Teknologi untuk Otomatisasi Alur Kerja

Pemanfaatan Teknologi untuk Otomatisasi Alur Kerja
source : www.freepik.com

Tren yang diprediksi akan mentransformasikan perusahaan distribusi adalah pemanfaatan teknologi untuk otomatisasi alur kerja. Meskipun sudah sejak lama perusahaan distribusi memfokuskan pada peningkatan tingkat otomatisasi dan efisiensi, tetapi alur kerja akan sangat diutamakan karena mempengaruhi kelancaran penyaluran produk. Contoh teknologi untuk otomatisasi alur kerja teknologi cloud dengan konsep smart inventory supply. Teknologi ini bisa digunakan untuk konektivitas persediaan, baik di dalam maupun di luar gudang. Selain itu, teknologi ini akan memusatkan data-data yang relevan sehingga bisa dibagikan dengan mudah antar sistem perangkat lunak.

Di dalam gudang tersimpan banyak hal tentang visibilitas dalam bisnis seperti inventory dan beberapa informasi penting lainnya. Manajemen gudang akan menyimpan data yang berkenaan dengan anggaran untuk persediaan, pelanggan yang telah melakukan order, riwayat pembelian, catatan barang masuk maupun barang keluar. Dengan teknologi tersebut, maka ketika inventory keluar dari gudang dan dikirimkan kepada pelanggan atau retailer, maka akan terekam secara lebih valid.

Teknologi smart inventory supply akan semakin dibutuhkan, bahkan akan dibuat seefektif mungkin agar bisa diotomatisasikan dan diintegrasikan. Teknologi ini akan sangat penting untuk serangkaian standar yang menentukan format umum untuk informasi yang akan dipertukarkan secara elektronik. 

Selain itu, proses operasional berbasis kertas dan pemrosesan manual akan dihilangkan otomatisasi yang digunakan akan menyebabkan aliran informasi terjadi secara elektronik. Segala bentuk dokumen tidak lagi dalam bentuk kertas, misalnya faktur, pesanan pembelian, pemberitahuan pengiriman di muka, dan lain sebagainya. Dengan mempertimbangkan teknologi otomatisasi untuk alur kerja tersebut, pelaku usaha distribusi tidak lagi terpaku pada operasional yang rumit karena segalanya bisa difokuskan dengan lebih mudah, lebih cepat, lebih konsisten, dan kontrol yang lebih besar. 

Teknologi untuk alur kerja tidak hanya melibatkan smart inventory supply saja, melainkan untuk beberapa keperluan lain seperti Aplikasi Sales Force Automation, Software akuntansi, dan lain sebagainya.

Baca juga : Tips-Tips Sukses Membangun Bisnis Distribusi 

Merger dan Akuisisi Semakin Kuat

Merger dan Akuisisi
source : www.freepik.com

Meskipun tahun 2021 ini masih di tengah pandemi virus corona (COVID-19), namun sejumlah emiten distribusi, khususnya pada produk konsumsi tetap percaya diri untuk melakukan aksi korporasi akuisisi. Hal ini karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari diversifikasi bisnis hingga harapan untuk bisa memperkuat bisnis yang sudah ada. Adanya aksi korporasi akuisisi perusahaan distribusi di tengah pandemi virus corona bisa saja terjadi jika melihat potensi bisnis perusahaan distributor tersebut ke depannya.

Kondisi yang serba sulit akibat pandemi corona (COVID-19) bisa saja mendorong perusahaan distribusi untuk melakukan aksi merger agar bisa bertahan. Sementara untuk transaksi akuisisi mungkin saja bisa dilakukan karena pihak yang diakuisisi merasa sulit untuk bertahan di tengah kondisi yang serba sulit. Perusahaan distribusi barang konsumtif atau FMCG mungkin masih akan tetap merger karena produk-produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG) rata-rata memiliki turn over yang sangat tinggi. Namun, ada kemungkinan bagi para pemegang saham perusahaan distribusi untuk tetap melakukan akuisisi dari faktor-faktor lain. Misalnya ketidakmampuan perusahaan distribusi dalam mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi.

Baca juga : 5 Tips Agar Bisnis Startup Tahan Gempuran Pandemi Dan Resesi

Memperpendek Saluran Distribusi

Salah satu tren yang diprediksi akan dilakukan oleh perusahaan distribusi adalah memperpendek saluran distribusi. Tindakan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat dan murah kepada para pelanggan. Selain itu, perusahan distribusi juga harus bisa bersaing dengan produsen-produsen yang melakukan distribusi langsung. Dalam masa pandemi virus corona (COVID-19) ini, sangat tidak ideal bagi pelaku bisnis distribusi untuk membangun saluran distribusi panjang dengan melibatkan berbagai pihak atau channel distribusi. Solusi yang tepat adalah dengan memperpendek saluran distribusi, namun tetap harus memperhatikan efisiensi dalam pemberian pelayanan kepada pelanggan.

Saluran distribusi yang umum dilakukan oleh perusahaan distribusi adalah distributor utama menyalurkan produk ke sub-sub agen. Selanjutnya sub-sub agen akan menyalurkan ke ritel sesuai dengan daerah masing-masing atau kepada pedagang grosir. Kemungkinan dari toko ritel masih akan menyuplai persediaan dari pedagang grosir atau terjadi sebaliknya karena keterbatasan produk. Untuk masa pandemi virus corona di tahun 2021 ini, saluran distribusi akan lebih pendek. Kemungkinan perusahaan distribusi akan langsung menyalurkan produk ke toko ritel atau pengecer, bahkan bisa jadi akan langsung ke tangan konsumen akhir. 

Memperpendek Saluran Distribusi
source : www.freepik.com

Peran pedagang grosir dan sub agen akan semakin berkurang dengan harapan perusahaan dapat memangkas biaya distribusi dan memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan. Sebagai opsi atau alternatif, perusahaan distribusi akan memanfaatkan digitalisasi dalam penjualan. Akan ada banyak omnichannel yang melibatkan website, social media, e-commerce, marketplace dan lain sebagainya. Digital marketing akan semakin dimaksimalkan dan kerjasama dengan perusahaan pengiriman barang/logistik juga bisa terbangun.

Tren ini tentu sangat sesuai dengan gaya hidup masyarakat di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Gaya belanja bukan hanya secara digital saja, melainkan perubahan untuk membeli dalam partai besar. Tentunya pelanggan berharap akan mendapatkan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Perusahaan distribusi bisa memanfaatkan momen ini untuk menawarkan produk secara langsung dengan memperpendek saluran distribusi. 

Baca juga : Mengenal Delivery Drone Untuk Keperluan Komersial Di Indonesia

Tahun 2021 di Indonesia dan beberapa negara di belahan dunia masih dalam masa-masa sulit akibat pandemi virus corona (COVID-19). Hampir setiap sektor bisnis mendapatkan imbasnya, termasuk perusahaan distribusi di Indonesia. Namun, pandemi virus corona pada kenyataannya memberikan tantangan dan peluang bagi pelaku bisnis distribusi tahun 2021. Ada tren-tren yang bisa dilakukan untuk mempertahankan kehidupan bisnis masing-masing.

Tren yang paling menonjol dari semua tren tersebut adalah pemanfaatan teknologi untuk alur kerja usaha. Dari manajemen inventory, penjualan, pergudangan, marketing, dan operasional lain membutuhkan teknologi yang memanfaatkan jaringan cloud. Hanya dengan demikian, setiap proses bisa diintegrasikan dan diotomatisasikan. Salah satu teknologi yang sangat penting adalah teknologi untuk mendukung divisi penjualan. Maka itu, perusahaan distribusi yang Anda bangun saat ini wajib menggunakan aplikasi SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA).

Penjualan yang optimal, terus meningkat, dan mencapai target adalah ciri bahwa perusahaan Anda memiliki tingkat kemajuan yang baik. Dengan kondisi ini, maka dipastikan perusahaan Anda akan dapat bertahan dan berkembang lebih besar. Pentingnya Aplikasi SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA) adalah untuk mengelola alur kerja divisi penjualan perusahaan Anda. SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA) bisa diotomasikan dan bisa diintegrasikan dengan aplikasi lain seperti software accurate online. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA) akan lebih praktis dan selaras dengan trend bisnis distribusi dan akan membawa transformasi untuk bisnis Anda di tahun 2021 ini. Yuk, pakai aplikasi SimpliDOTS GRATIS 14 Hari, klik di sini dan buktikan kemudahan fitur-fiturnya bagi bisnis Anda.