Tips-tips Sukses Membangun Bisnis Distribusi  - SimpliDOTS
Tips Sukses Membangun Bisnis Distribusi

Tips-tips Sukses Membangun Bisnis Distribusi 

Perkembangan dunia bisnis yang sangat cepat telah disertai dengan berbagai perkembangan teknologi sehingga memudahkan seseorang untuk memiliki usaha sendiri tanpa harus menciptakan atau membuat inovasi produk. Misalnya dengan menjadi distributor, meskipun barang yang dijual dari orang lain, namun menutup kemungkinan bisa sukses dan meraup omzet yang terus meningkat. 

Sudah ada banyak contoh seseorang yang sukses menekuni bisnis sebagai distributor. Dimulai dari perorangan, kemudian semakin berkembang hingga menjadi perusahaan penyalur dari produsen ke konsumen. Umumnya, perusahaan distributor tersebut membeli produk secara langsung dari produsen dan menjualnya kembali ke pengecer atau konsumen akhir (end user).

Menjalankan bisnis sebagai distributor memiliki keuntungan tersendiri, misalnya sudah memiliki pasar atau retailer yang berlangganan untuk membeli produk kemudian menjualnya ke konsumen. Namun, untuk memulai bisnis sebagai distributor diperlukan strategi khusus mengingat aktivitas pendistribusian tidak terlepas dari aktivitas pemasaran dan penjualan. Maka dari itu, setiap bisnis distribusi harus menerapkan strategi yang tepat untuk mendapatkan kesuksesan. Berikut ini, beberapa tips bisnis distribusi yang dilakukan untuk membangun usaha distribusi hingga sukses.

Baca juga : Memulai Bisnis Distribusi, Yuk Persiapkan Hal Penting Ini

Melakukan Penelitian (Riset)

Melakukan Penelitian (Riset)
source : www.freepik.com

Sebelum benar-benar terjun dalam bisnis distributor, sangat penting untuk melakukan banyak riset. Dalam tahap ini bisa dilakukan dengan menulis rencana usaha, melihat peluang usaha, dan melihat keberadaan kompetitor. Ada beberapa tips bisnis distribusi dalam melakukan riset yang perlu diperhatikan saat melakukan riset atau penelitian, yaitu pasar, produk, armada penjualan, dan lain sebagainya.

Pasar merupakan faktor penting yang harus diperhatikan untuk bisnis distributor. Adanya pasar akan menentukan arah produk akan didistribusikan nantinya.  Jika pasar tepat, maka produk akan tersalurkan kepada target yang tepat pula. Jika hal ini terjadi, maka perputaran produk akan lancar dan menjadi kelancaran usaha pula.

Faktor selanjutnya adalah produk yang harus dipastikan selalu tersedia. Adanya produk sangat menentukan arus operasional perusahaan. Tanpa ada produk, maka perusahaan akan rugi, karena tidak ada yang akan terjual dan tidak akan pemasukan pula. Bahkan, kerugian akan lebih besar lagi karena tetap mengeluarkan biaya untuk gaji karyawan, perawatan terhadap sarana dan prasarana, serta biaya-biaya lainnya.

Bisnis distribusi tidak boleh mengesampingkan faktor armada penjualan. Agar pendistribusian barang berjalan dengan lancar,maka armada penjualan juga harus memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Jumlah armada harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Armada penjualan yang dimaksud meliputi sales person, kurir, dan sopir lengkap dengan alat transportasinya berupa mobil box, truk, atau sepeda motor.

Hal yang tidak kalah penting adalah menentukan wilayah penjualan. Jika ingin membangun usaha distribusi yang terus sukses, tentunya harus menguasai wilayah penjualan atau pemasarannya. Ketika melakukan riset, maka bisa diperoleh wilayah-wilayah untuk membangun sub agen atau outlet usaha.

Membuat Rencana Usaha Bisnis Distribusi

Membuat Rencana Usaha Bisnis Distribusi
source : www.freepik.com

Tips bisnis distribusi yang kedua yaitu membuat rencana bisnis terlebih dahulu sebelum terjun dalam bisnis distribusi. Rencana usaha harus tersusun secara rapi agar dapat membantu perusahaan untuk menghindari pemborosan terhadap waktu dan uang. Tanpa rencana bisnis dengan skala penuh, maka untuk setiap ide bisnis baru tidak akan mudah didapatkan. Berikut ini beberapa tips bisnis distribusi yang harus ada dalam rencana usaha distribusi.

1. Mengolah Data Diperoleh dari Riset

Setelah tahap melakukan penelitian dilakukan, maka telah tersedia data-data yang siap diolah. Ketika melakukan pengolahan data tersebut, harus bisa ditentukan dalam skala kuantitatif seperti besarnya kebutuhan pasar, banyaknya produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pasar, rantai distribusi yang dibutuhkan, dan target penjualan. 

Untuk hasil yang akurat, riset harus dilakukan secara cermat. Selanjutnya, data yang diolah pastinya akan sesuai dengan perencanaan dan tujuannya. Pengolahan data ini juga secara tidak langsung berguna untuk  melihat potensi pengembangan bisnis pada wilayah yang menjadi sasaran dan menghindari resiko yang tidak diinginkan. Jika hasil pengolahan data yang terkumpul menunjukkan potensi negatif, maka harus dilakukan beberapa perubahan keputusan, misalnya keputusan untuk menentukan rantai distribusi.

Baa juga : Mengenal Istilah Ritel, Distributor & Prinsipal Dalam Dunia Distribusi

2. Menentukan Rantai Distribusi Tepat

Di dunia ritel, perusahaan distributor merupakan tangan pertama yang menyalurkan produk dari produsen ke retailer atau konsumen akhir. Skema keuntungan yang diperoleh dari usaha ini umumnya berasal dari potongan harga atau diskon yang diberikan oleh produsen. Biasanya, semakin banyak produk yang dibeli dari produsen, maka semakin banyak pula diskon yang akan didapatkan.

Ketertarikan produsen untuk menggunakan peran distributor tentunya karena distributor mampu melakukan tugas-tugas yang sangat kompleks. Distributor harus melakukan pembelian produk, melakukan penyimpanan produk, melakukan penjualan, mengangkut produk, hingga mengklasifikasikan produk. Bahkan perusahaan distribusi termasuk pihak yang bisa menyampaikan informasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan produk dan melakukan promosi produk.

Tanpa kemampuan-kemampuan tersebut, tentunya mustahil bagi produsen untuk mau bermitra dan mempercayakan produknya. Segala kemampuan tersebut harus diaplikasikan untuk membentuk rantai distribusi produk yang baik. Rantai distribusi menjadi serangkaian aktivitas yang pada akhirnya akan berkaitan dengan proses marketing. Jika proses marketing lancar, maka rantai distribusi akan terus berjalan dengan baik. 

Ketika telah terjun dalam bisnis distribusi, maka seseorang harus tahu dan paham arah produk akan disalurkan. Misalnya kepada toko ritel, sub agen, atau reseller. Untuk menentukan rantai distribusi tersebut, maka sangat penting untuk melakukan analisa yang dalam terhadap data-data yang telah diperoleh berdasarkan riset sebelumnya.

3. Menentukan Kredibilitas Pembayaran

Salah satu faktor penting dalam menjalankan roda bisnis adalah cashflow, termasuk untuk bisnis distribusi. Usaha akan berjalan lancar jika perputaran uang dalam bisnis lancar. Begitu pula sebaliknya, jika perputaran uang tersendat maka dipastikan akan ikut terkena dampaknya.

Dalam menentukan kredibilitas pembayaran, perusahaan distribusi harus merencanakan mekanisme pembayaran yang mudah dan cepat. Pembayaran yang lancar dan segera terverifikasi tentunya akan mempengaruhi arus perputaran produk. Maka dari itu, perusahaan distribusi yang akan dijalankan harus menentukan metode-metode berkenaan dengan pembayaran.

4. Antisipasi Terhadap Risiko

Banyak risiko yang mungkin saja bisa terjadi selama menjalankan usaha distribusi. Apalagi jika produk yang didistribusikan berupa barang nyata. Misalnya terjadi kerusakan produk selama pengiriman, produk yang lama tidak laku hingga mendekati masa kadaluarsa, hilang, wanprestasi, kemacetan pembayaran, dan masalah lain yang mungkin saja timbul. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi, misalnya membuat perjanjian kepada produsen untuk kebijakan retur produk, penggantian produk, potongan harga, voucher diskon untuk pembelian berikutnya, atau pemotongan insentif. 

5. Supporting Programs

Supporting Programs berkenaan dengan aktivitas marketing ketika produk harus didistribusikan. Perusahaan bisa saja membuat program-program tertentu yang berkaitan dengan promosi untuk pelanggan, karyawan yang mendapatkan target penjualan, atau retailer yang berhasil menjual produk dengan skala tertentu. 

Selain program promo berhadiah, perusahaan distribusi juga akan memiliki tanggung jawab untuk mempublikasikan keberadaan rantai distributor ke masyarakat. Misalnya, dengan mencantumkan nama distributor dan nomor kontak yang dapat dihubungi melalui beberapa iklan. Support dan perhatian yang diberikan kepada rantai distributor akan mendorong agar semakin bersemangat dalam memasarkan produk.

Maka dari itu, sebelum memulai bisnis distribusi sangat penting untuk menyusun berbagai hal berkenaan dengan supporting programs. Dalam merencanakan harus lengkap dengan jadwal hingga output yang mungkin diperoleh.

Baca juga : Strategi Mendistribusikan Produk Baru Dan Memilih Strategi Yang Tepat

Menguasai Keahlian Sebagai Distributor

Menguasai Keahlian Sebagai Distributor
source : www.freepik.com

Kemampuan Seorang Distributor sangat penting dimiliki oleh setiap kalangan yang ingin membangun bisnis distribusi dengan sukses. Banyak keterampilan yang harus dipelajari hingga benar-benar mendapatkan kualitas dan keterampilan sebagai distributor. Beberapa  tips bisnis distribusi dan keahlian yang harus dikuasai sebagai distributor antara lain:

1. Negosiasi

Negosiasi merupakan tips bisnis distribusi yang akan mendorong bisnis distribusi menghasilkan profit yang optimal. Negosiasi bisa dilakukan ketika harus membeli produk agar bisa mendapatkan harga yang lebih rendah daripada nilai grosir rata-rata di pasar. Dengan negosiasi yang baik terhadap produsen, maka harga yang didapatkan adalah harga terbaik dan akan mudah pula untuk menjual produk dengan harga yang lebih tinggi. 

Usaha distribusi akan membawa untung yang optimal jika mampu negosiasi harga beli dari produsen dengan sangat rendah dan menjual kepada konsumen dengan harga yang setinggi-tingginya. Kemampuan negosiasi tidak hanya untuk harga produk saja. Ada banyak hal lain yang harus memanfaatkan keterampilan ini, misalnya untuk pembayaran jasa angkutan, izin usaha, dan lain sebagainya

2. Manajemen Logistik

Manajemen logistrik merupakan tips bisnis distribusi Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tanggung jawab utama distributor adalah mengangkut produk dan mengantarkannya hingga sampai ke tangan konsumen. Artinya, perusahaan distribusi akan bertanggung jawab untuk mengambil barang dari produsen, menyimpannya di gudang yang dimiliki, dan mengirimkannya kepada klien dengan tepat waktu. Setiap pebisnis yang ingin melakukan usaha distribusi harus mampu menerapkan manajemen logistik yang baik dan melakukan pengiriman secara tepat waktu. Hanya dengan cara demikian konsumen bisa bertahan dan menjadi loyal. Kegagalan dalam manajemen logistik berdampak pada kepercayaan konsumen yang menurun dan akan mencari distributor lain.

Baca juga : Proses Distribusi Sembako Dan Keunggulan Aplikasi Simplidots Bagi Distributor Sembako

3. Key Account Management

Para pebisnis distribusi harus memiliki keterampilan Key Account Management yang akan sangat berguna untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasi terhadap pelanggan dan meraih peluang usaha berikutnya. Key Account Management merupakan upaya untuk membangun hubungan yang baik dan sustainable dengan para pelanggan. Perusahaan harus bisa mensegmentasikan pelanggan-pelanggannya agar dapat menemukan Key Account Management sehingga bisa terus fokus untuk mempertahankan dan memperluas jangkauannya.

4. Pemasaran

Kemampuan dalam marketing (pemasaran) sangat penting untuk keberhasilan bisnis distribusi. Keahlian ini bisa dilakukan dengan mendapatkan pelanggan yang tepat, misalnya mempelajari cara memasarkan produk-produk yang ditawarkan kepada pelanggan dan cara mendekati calon pelanggan lainnya. Banyak strategi pemasaran yang bisa digunakan saat ini, baik secara konvensional maupun secara digital. 

5. Customer Relationship Management

Manajemen Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM) merupakan keahlian yang tidak bisa dilepaskan ketika harus membangun bisnis distribusi saat ini. Apalagi, perubahan lingkungan bisnis yang tidak menentu, akan menyadarkan para pebisnis untuk melakukan dan menetapkan strategi pemasaran yang tepat. Selain memperoleh laba, usaha distribusi juga bertujuan untuk dapat memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Dengan demikian, setiap perusahaan distribusi dituntut untuk tanggap terhadap perubahan perekonomian yang sedang berlangsung. Perusahaan harus bisa melaksanakan sistem kerja yang lebih efisien dan profesional dalam meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya. 

Ada banyak cara untuk melakukannya, termasuk membuat program pemasaran atau kegiatan lain yang dinilai bisa menciptakan suatu hubungan yang baik dengan para pelanggan. Hubungan dengan para pelanggan yang terjalin dengan baik pasti akan menciptakan nilai yang akan menumbuhkan tingkat kesetiaan dari para pelanggan. 

Manajemen Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM) pada dasarnya sangat diunggulkan untuk mengembangkan kultur usaha yang berorientasi pada pelanggan. Perusahaan bisa merebut hati konsumen dan menjaga loyalitas mereka. CRM tidak lepas dari perspektif Relationship Marketing sebagai teknik terkini untuk mengenai para pelanggan secara individual. Asumsi utama CRM yaitu untuk membangun relasi jangka panjang yang dinilai merupakan cara terbaik untuk menciptakan loyalitas pelanggan. 

Perusahaan yang memiliki pelanggan loyal sudah pasti akan lebih profitable. Dengan CRM, perusahaan bisa mengetahui karakteristik tertentu dari setiap pelanggan yang dimilikinya. Keahlian dalam CRM akan melahirkan suatu kenyamanan dan kesan yang tidak terlupakan dari pelanggan sehingga akan terus membentuk suatu proses alami dari pelanggan. Secara khusus, kemampuan dan keahlian CRM akan memberikan 3 manfaat kepada pelanggan, yaitu confidence benefit, social benefit, dan special treatment benefit. Jika pelanggan telah mendapatkan ketiga manfaat tersebut. Maka dipastikan pelanggan akan tetap setia dan tidak akan mencari distributor lainnya.

Baca juga : Mengenal Sistem Distribusi Yang Cepat Dan Efisien

Membangun Tim Sales Solid

Membangun Tim Sales Solid
source : www.freepik.com

Untuk keberhasilan usaha distribusi, maka sangat penting bagi perusahaan untuk membangun tim sales yang solid. Setiap tenaga penjual harus berkarakter dan memiliki keahlian yang sesuai dengan bidang penjualan. Perusahaan distribusi akan terus terikat dengan aktivitas pemasaran dan penjualan. Maka dari itu, sangat perlu untuk membangun tim sales yang solid.

Selain sales person atau tenaga penjual, diperlukan juga sarana dan fasilitas untuk mendukung kinerja setiap tenaga penjual. Misalnya dengan menyediakan tools atau aplikasi Sales Force Automation (SFA). Aplikasi ini sangat cocok untuk perusahaan distribusi yang mempekerjakan sales lapangan karena setiap aktivitas bisa termonitoring setiap saat.

Bisnis Distribusi dengan Memanfaatkan Peran Teknologi

Bisnis Distribusi dengan Memanfaatkan Peran Teknologi
source : www.freepik.com

Teknologi memainkan peran penting dalam kesuksesan bisnis distribusi saat ini.  Banyak usaha distribusi dan usaha-usaha lainnya yang tidak mencapai hasil yang diharapkan karena memandang teknologi sebagai unsur yang terpisah. Tanpa ada teknologi, maka dipastikan banyak ketidakseimbangan yang akan dialami, misalnya kegagalan menerapkan strategi yang berfokus pada pelanggan, proses yang tidak konsisten, dan manajemen risiko yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Secara khusus, perusahaan distribusi harus membangun rancangan teknologi pendukung yang paling efisien untuk mencakup proses komersial, menghilangkan hambatan antar divisi yang berbeda, menawarkan pelayanan yang konsisten, Customer Management Relationship, melakukan penjualan, dan promosi. Perusahaan juga harus bisa membangun lingkungan teknologi yang efisien karena perjalanan bisnis akan terus tergantung pada kualitas informasi dari konsumen.

Peran teknologi sangat penting untuk rancangan proses integrasi antara program-program yang dibangun oleh perusahaan distribusi. Pemanfaatan ini bisa dalam banyak jenis, misalnya dengan aplikasi bisnis supaya akses terhadap informasi konsumen menjadi terpadu. 

Tips sukses membangun bisnis bisa Anda lakukan secara bertahap seperti langkah-langkah di atas. Namun, perlu Anda ketahui bahwa keberadaan teknologi saat ini sangat penting untuk kemajuan bisnis distribusi. Apalagi untuk tenaga penjual di perusahaan Anda yang mungkin saja harus mengunjungi retailer atau konsumen secara langsung. Maka itu, sangat penting bagi Anda untuk memberikan fasilitas teknologi berupa SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA). Aplikasi ini akan bekerja secara maksimal untuk membantu keberhasilan bisnis distribusi yang sedang Anda bangun. Dapatkan layanan free trial atau gratis uji coba selama 14 hari di sini.

Baca juga : 7 Kesalahan Distribusi Yang Sering Dilakukan Perusahaan

Baca juga : Mengenal Sistem Distribusi Sebagai Aspek Dari Pemasaran