Apa Itu Last Mile Delivery? Perkembangan Dan Keunggulannya
Apa Itu Last Mile Delivery? Perkembangan dan Keunggulannya

Apa Itu Last Mile Delivery? Perkembangan dan Keunggulannya

Jaringan distribusi merupakan salah satu hal yang mendasar dalam penetapan keunggulan kompetitif jangka panjang perusahaan. Selain itu, diperlukan pula mutu, rekayasa, produk, harga, kapasitas berlebih, dan kemampuan merespon pelanggan. Setiap perusahaan yang memiliki jaringan distribusi lebih handal dibandingkan para kompetitor pasti akan berada dalam posisi kompetitif yang sangat kuat. Maka dari itu, kebijaksanaan manajemen distribusi telah menjadi salah satu senjata untuk memenangkan persaingan pasar.

Di dalam kegiatan manajemen rantai pasok (supply chain management) permasalahaan atas inventory atau persediaan logistik selalu berperan penting. Perusahaan pasti sadar bahwa masalah-masalah pada bagian produksi akan tergantung pada persediaan bahan baku. Bila kegiatan produksi terganggu, maka pengiriman produk kepada pelanggan juga akan terganggu dan selanjutnya akan mengakibatkan pelanggan menjadi kecewa. 

Dengan demikian, sangat penting bagi perusahaan atau produsen untuk menentukan model jaringan distribusi yang baik dengan pendekatan desain jaringan distribusi. Selanjutnya perlu juga upaya untuk memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik melalui jangka waktu (lead time) pengiriman produk sampai di lokasi konsumen. Namun, perusahaan juga harus tetap berupaya untuk menekan biaya yang bisa memberikan harga yang lebih bersaing kepada para calon konsumen.

Persaingan Industri Saluran Distribusi

Saat ini, industri di indonesia sedang menghadapi tantangan yang semakin berat seiring hadirnya pasar globalisasi dan perkembangnya teknologi informasi. Saat ini, tuntutan para pelanggan bisa dicerna oleh perusahaan hanya dengan segelintir informasi yang dimiliki. Jaringan distribusi bisa menjadi bagian yang memegang peranan penting di setiap perusahaan yang ingin memenangkan persaingan. Dengan persaingan pasar yang semakin mendunia, berkembangnya teknologi informasi, dan tuntutan pelanggan yang semakin tinggi, maka dipastikan setiap industri tantangan yang berubah-ubah dan semakin berat saat ini. 

Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan yang terjadi antar perusahaan saja, akan tetapi bisa saja persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain network). Fokus bisnis pada saluran distribusi telah merubah gaya dari penyaluran produk yang membutuhkan waktu berhari-hari saat ini bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam atau bahkan hitungan menit. Tren tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi setiap permintaan konsumen. Misalnya dengan menggunakan jasa pihak ketiga, yaitu perusahaan logistik, atau dengan membangun saluran distribusi sendiri yang biasa disebut dengan last mile delivery.

Baca juga : Pentingnya Aplikasi Route Optimization Untuk Perusahaan Distribusi

Mengenal Last Mile Delivery

Mengenal Last Mile Delivery
source : www.freepik.com

E–Commerce telah berkembang pesat, seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, payment, dan mobility. Apalagi setelah didorong oleh kemajuan teknologi smartphone, kemudahan dalam akses layanan yang diberikan mendorong para pebisnis untuk memanfaatkan e-commerce sebagai model bisnis baru dalam menjual produk-produknya ke pasar. Salah satu kunci keberhasilan e-commerce adalah keandalan dalam memberikan layanan last mile delivery. Transaksi e-commerce akan diselesaikan bila produk-produk yang dipesan oleh para pelanggan dapat terkirim dan diterima oleh pelanggan dengan tepat.

Layanan pengiriman produk e-commerce memerlukan penanganan yang khusus.  Maka dari itu, sangat penting untuk mengutamakan pemahaman mengenai karakteristik produk yang diperdagangkan dalam transaksi e-commerce. Baik bisnis maupun pelanggan harus tahu ketentuan dan persyaratan transaksi e-commerce, lead time, pembayaran, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut merupakan isu penting bagi operator penyedia jasa last mile delivery.

Pada awalnya, layanan last mile delivery merupakan produk inti dari perusahaan jasa pos dan kurir. Pos Indonesia, JNE, TIKI, FedEx, UPS, dan USPS juga sudah lama memberikan layanan last mile delivery. Namun, selama beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan jenis kiriman pos dan kurir, yaitu pada penurunan surat (dokumen), yang telah digantikan dengan pertumbuhan yang sangat pesat pada kiriman berupa paket (parcel). Kondisi ini telah mendorong setiap operator perusahaan logistik untuk memasuki layanan last mile delivery.

Apa itu Last Mile Delivery? 

Last mile delivery berarti pengiriman di titik terdekat merupakan langkah terakhir dari rantai pasokan e-commerce. Dalam setiap transaksi e-commerce, waktu yang tampak paling berharga adalah ketika pelanggan menerima barang-barang yang dipesan. Kondisi ini merupakan unsur yang paling menantang untuk membuat jaringan distribusi yang efisien. Sebagian besar tantangan tersebut berkaitan dengan harapan tinggi para pelanggan untuk memperoleh produk pada hari yang sama dengan waktu pemesanan..

Last mile delivery pada dasarnya merupakan sebuah desain jaringan distribusi terbaru yang menitikberatkan pada pengiriman produk tanpa campur tangan menggunakan jasa pengiriman pihak ketiga. Pada awal perkembangannya, produk akan langsung dikirimkan oleh perusahaan sendiri ke rumah konsumen. Salah satu perusahaan yang menerapkan model jaringan distribusi ini adalah Amazon, khusus untuk produk-produk makanan. Namun, saat ini ada banyak penyedia layanan yang khusus menawarkan desain last mile delivery.

Baca juga : Permasalahan Umum Yang Sering Terjadi Di Bisnis FMCG Dan Cara Mengatasinya

Perkembangan Last Mile Delivery

Perkembangan Last Mile Delivery
source : www.freepik.com

Tren belanja online yang tumbuh saat ini telah membuat para pelaku bisnis online seperti e-commerce dan pelaku usaha logistik untuk menyesuaikan dengan perubahan perilaku belanja. Hanya dengan cara demikian, maka keinginan masyarakat dan pasar bisa dipenuhi. Meskipun masalah persediaan selalu menjadi hal utama, namun sekarang para konsumen juga menginginkan pengiriman yang lebih cepat. Untuk produk FMCG misalnya, yang lebih banyak dipesan dengan layanan Same Day Delivery, bahkan sebagian ingin paketnya segera tiba dalam waktu 1 jam sampai 3 jam sejak dipesan.

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia termasuk yang paling kuat untuk lima tahun terakhir. Namun, kendala pengiriman paket menjadi tantangan terbesar bagi setiap pelaku usaha bisnis online. Bahkan, kendala pengiriman di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan negara Asia Tenggara lain Singapura, Thailand, dan Vietnam. Konsumen di Indonesia banyak yang merasa tidak lebih puas dengan pengalaman pengiriman paket yang dibelinya. Keluhan yang dialami biasanya seputar kurangnya respon layanan pelanggan dan pengiriman produk yang terlambat dari estimasi waktu yang dijanjikan.

Maka dari itu, seiring dengan tren belanja online yang hadir saat ini dan meningkatnya kebutuhan, maka konsumen menginginkan proses pengiriman produk yang lebih cepat, tepat, aman, dan nyaman dengan kualitas terbaik. Jaringan distribusi Last Mile Delivery menjadi solusi dan mulai dikenalkan di Indonesia belakangan ini.

Tantangan Last Mile Delivery

Dengan kemajuan teknologi yang canggih, tentunya setiap pebisnis juga harus mengikuti perkembangan zaman yang ada. Salah satunya yaitu menerapkan last mile delivery untuk pengiriman produk. Hanya saja, untuk saat ini banyak tantangan untuk membangun saluran distribusi last mile delivery ini. Berikut ini, beberapa tantangan membanung jaringan last mile delivery.

1. Biaya dan Kebutuhan Operasional

Saat ini, sudah ada banyak online shop di Indonesia yang memakai cara ini. Salah satu syarat untuk menerapkan last mile delivery adalah persediaan produk yang ada harus benar-benar dekat dengan pengguna. Selain itu, kebutuhan biaya juga menjadi sebuah tantangan bagi pelaku bisnis. Biaya sangat penting untuk memenuhi kebutuhan operasional dan persediaan barang. Model pengiriman last mile delivery menuntut pelaku bisnis untuk bisa menyediakan persedian produk yang lebih banyak dibandingkan model pengiriman barang yang lainnya. 

Biaya dan kebutuhan operasional juga akan berdampak pada kebutuhan transportasi yang pastinya membutuhkan biaya yang tinggi dibandingkan dengan jenis pengiriman jenis lainnya. Last mile delivery menyebabkan distributor harus segera mengirim produk yang di pesan hanya ke satu tujuan saja, atau seandainya lebih dari satu tujuan, maka harus dipastikan sampai tetap pada hari yang sama. Berbeda dengan pengiriman biasa, yang umumnya produk akan dikumpulkan terlebih dahulu dan akan diantar beberapa produk untuk pengiriman yang satu arah. 

Baca juga : Aktivitas Logistik Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

2. Fasilitas

Tantangan selanjutnya untuk membangun jaringan distribusi model last mile delivery adalah mengenai fasilitas. Sebenarnya, masalah ini masih berkaitan dengan biaya untuk memenuhinya. Biaya fasilitas untuk last mile delivery akan lebih mahal jika dibandingkan menggunakan pihak ketiga. Tantangan fasilitas juga berkaitan dengan Infrastruktur yang hampir sama dengan model distributor storage. Dalam model pengiriman last mile delivery, adanya storage atau gudang hanya berupa tambahan pelengkap sebelum produk benar-benar dikirimkan.

3. Layanan

source : www.freepik.com

Selain biaya dan fasilitas, layanan menjadi tantangan yang tidak kalah penting dalam upaya membangun jaringan last mile delivery. Jika ditinjau dari segi pelayan, maka akan ada banyak pembenahan yang harus dilakukan, yaitu waktu respon, ragam produk, ketersediaan produk, dan order visibility. Last mile delivery merupakan jawaban untuk pelanggan agar bisa mendapatkan produk di hari yang sama dengan waktu order. Artinya, kecepatan pelayanan sangat diutamakan dalam jaringan ini. Agar produk bisa dikirimkan pada hari yang sama dan dengan waktu yang lebih cepat, maka waktu respon terhadap order dan permasalahan pelanggan harus cepat pula. Namun, ada kalanya respon terhadap order menjadi terkendala, sehingga pengiriman juga menjadi terhambat. Masalah ini merupakan tantangan yang harus diselesaikan sendiri oleh para pelaku usaha. 

Kiriman dengan last mile delivery memungkinkan hanya untuk ragam produk yang lebih sedikit. Berbeda jika dibandingkan dengan model pengiriman distributor storage yang memungkinkan pelanggan bisa melakukan order dengan partai besar sekaligus. Moda transportasi untuk mengirimkan produk hanya memungkinkan produk-produk dengan dimensi dan berat yang wajar dan bisa dibawa oleh moda transportasi. Umumnya, last mile delivery menggunakan kendaraan berupa motor atau drone. 

Tantangan dalam pelayanan juga bisa dilihat dari ketersediaan produk. Bahkan, ketersediaan produk bisa berdampak kepada pemenuhan biaya yang relatif tinggi. Karena kebutuhan pelanggan atas suatu produk harus cepat, maka ketersediaan produk juga harus dipenuhi dengan cepat pula. Tentunya, pemenuhan terhadap persediaan produk memberikan biaya tambahan yang jauh lebih besar karena mengutamakan kecepatan layanan. Layanan yang memanfaatkan last mile delivery juga akan berdampak pada pengalaman pengguna. Jika pelayanan baik, maka mudah bagi pelaku bisnis untuk mendapatkan feedback positif dari pelanggan. Sayangnya, kendala bisa saja terjadi karena order visibility. Masalah yang tidak terlalu komplek ini sering menyebabkan barang akan gagal dikirim pada hari yang sama.

Keunggulan Last Mile Delivery

Last mile delivery menjadi konsep pengiriman paket tanpa perantara atau tanpa pihak ketiga. Dari segi lead time, produk bisa diterima hanya dengan hitungan jam bahkan menit. Dari segi lead time adalah keunggulan pertama jaringan last mile delivery. Bagi pelaku usaha yang sudah besar, biasanya memiliki armada khusus untuk melakukan pengiriman produk dan agar bisa menerapkan desain last mile delivery. 

Namun, ada pihak-pihak yang melirik peluang ini untuk menciptakan bisnis baru, yaitu menyediakan aplikasi delivery order atau sengaja membangun armada pengiriman sendiri untuk memberikan layanan last mile delivery. Berikut ini, beberapa keunggulan dari jaringan last mile delivery yang diterapkan oleh pelaku usaha, baik untuk memenuhi produk yang menjadi kebutuhan pelanggan maupun untuk memenuhi suplai rantai pasokan.

1. Pengiriman yang Lebih Singkat dan Praktis

Seperti yang dibahas sebelumnya, keunggulan utama dari jaringan last mile delivery adalah kecepatan layanan, khususnya pengiriman produk yang lebih cepat ke tangan konsumen. Selain itu, kecepatan juga akan tampak bagi perusahaan yang membutuhkan persediaan untuk rantai pasokan. 

Masyarakat modern saat ini memang sangat membutuhkan proses pengiriman produk yang singkat dan praktis. Khususnya untuk produk-produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Minat masyarakat terhadap produk FMCG menuntut pelaku bisnis online produk FMCG untuk memaksimalkan proses pengirimannya, yaitu harus berlangsung dengan cepat. Proses pengiriman produk tidak harus menyita waktu agar produk yang dipesan bisa segera digunakan.

2. Didukung oleh Aplikasi Tracking

Salah satu fasilitas pendukung yang dibutuhkan dalam proses last mile delivery adalah aplikasi tracking untuk mengetahui keberadaan produk yang dipesan. Selain itu, keberadaan aplikasi tracking akan menjaga kepercayaan dari para pelanggan. Setelah pelanggan melakukan order, pelanggan akan mengetahui detail pengiriman produk yang dipesan. Selain itu, pelanggan juga bisa memperkirakan waktu produk akan tiba. Jadi, adanya aplikasi tracking ini adalah untuk pelacakan secara real time.

3. Fleksibel

Untuk beberapa pelaku bisnis, ada kemungkinan mengalami tambahan suplai untuk lonjakan pesanan yang tiba-tiba. Dengan jaringan last mile delivery yang digunakan, maka suplai lonjakan pesanan yang secara tiba-tiba akan mudah ditangani dengan gesit, fleksibel, dan responsif terhadap pesanan konsumen. Meskipun untuk memenuhinya membutuhkan sedikit biaya dan waktu ekstra, namun pelaku bisnis akan lebih mudah memaksimalkan pesanan dan mendapatkan keuntungan dari transaksi yang terjadi.

4. Brand Awareness

Pengiriman pada hari yang sama atau pengiriman terjadwal yang diterapkan dalam proses last mile delivery akan menyebabkan konsumen selalu memiliki ekspektasi tinggi. Hal ini tentunya berkaitan dengan layanan yang oleh pelaku bisnis. Pelanggan mengharapkan pengiriman tanpa biaya tambahan. Dalam sektor e-commerce yang sangat kompetitif saat ini, mengimbangi atau selangkah lebih maju dari pesaing sangat penting dilakukan oleh setiap pelaku bisnis. Tentunya dengan membangun jaringan last mile delivery akan meningkatkan brand awareness. Namun, kualitas produk harus tetap yang terbaik supaya tidak membuat kekecewaan bagi pelanggan.

Baca juga : Proses Distribusi Sembako Dan Keunggulan Aplikasi Simplidots Bagi Distributor Sembako

Aplikasi SimpliDOTS Mendukung Kinerja Perusahaan dan Distributor

Pelaku bisnis saat ini tidak bisa terlepas dari perkembangan zaman dan teknologi yang mengiringinya. Begitu pula dengan jaringan last mile delivery yang mulai banyak memberikan gaya baru dalam pengiriman produk. Selain itu, Anda juga sangat membutuhkan aplikasi penjualan untuk mendukung kinerja para tenaga penjual Anda. SimpliDOTS Sales Force Automation (SFA) adalah aplikasi yang mengikuti trend dan gaya belanja saat ini. Dengan aplikasi ini, Anda bisa menjangkau target pasar secara lebih kompetitif untuk memenangkan persaingan pasar. 

Fitur-fitur yang ada pada aplikasi SimpliDOTS meliputi fitur Distribution Management yang sangat unggul untuk membantu bisnis Anda dalam mengelola pemesanan, pengantaran, dan penagihan. Semua keperluan tersebut dapat diakses hanya melalui smartphone. Aplikasi SimpliDOTS dilengkapi dengan kapabilitas sistem dashboard yang bisa membantu kinerja Admin menjadi lebih ringan. Untuk segi pelayanan, Aplikasi Simplidots sangat membantu untuk sales, driver, dan kolektor dalam melayani pelanggan. Untuk bisa menggunakan aplikasi SimpliDOTS Sales Force Automation, Anda bisa mendaftarkan diri di sini.