Strategi Diskon

Strategi Diskon Untuk Meningkatkan Penjualan Produk

Strategi Diskon Untuk Meningkatkan Penjualan Produk – Siapa sih yang tidak suka dengan yang namanya DISKON? Tentu saja, hampir semua kalangan sangat menyukai diskon. Bagi konsumen, diskon atau potongan harga merupakan salah satu magnet dan kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh konsumen.

Kenapa? Karena hal ini dianggap mampu menghemat pengeluaran. dan bagi pelaku bisnis atau perusahaan merupakan senjata yang sangat ampuh untuk meningkatkan penjualan baik secara volume maupu value.

Namun, tahukah sahabat SimpliDOTS jika kita salah dalam menangani atau salah perhitungan dalam menetapkan rasio diskon maka strategi ini akan membuat profit menjadi hilang serta brand menjadi hancur. Duuhh.. tentunya hal ini tidak mau terjadi bukan?

Nah maka dari itu, sangat penting bagi sahabat SimpliDOTS untuk dapat memahami bagaimana cara menerapkan strategi diskon secara benar, agar mampu meningkatkan penjualan produk secara efektif. apa sajakah itu? berikut penjelasanya :

1. Tujuan Dibuatnya Program Diskon

Layaknya strategi pemasaran yang lain, program diskon tidak boleh diterapkan secara membabi buta, atau tanpa tujuan yang jelas. Ada berbagai tujuan dari program diskon, diantaranya seperti untuk meningkatkan jumlah pelanggan, untuk mengenalkan produk baru atau mengurangi kelebihan stok.

2. Lakukan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah pengelompokkan konsumen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan tertentu. Jadi segmentasi pasar ini dapat disesuaikan dengan tingkah laku atau perilaku dari konsumen terkait suatu produk yang ada di pasar. Tujuan segmentasi pasar antara lain agar penjualan produk lebih tertarget pada kelompok tertentu.

Baca juga : Distribusi menjadi masalah besar di Negara Kepulauan

3. Pilih Waktu Yang Tepat

Keberhasilan program diskon juga ditentukan oleh waktu, pemilihan waktu yang tepat akan memberikan hasil yang lebih baik.

4. Buat Harga Psikologis

Dengan membuat harga psikologis maka akan menimbulkan kesan bahwa harga yang ditawarkan masih lebih murah daripada barang atau jasa sejenis produk pesaing. Hal ini akan mendorong konsumen untuk membeli produk tersebut.

5. Gunakan Teknik Pembelian Tanpa Perencanaan (Cross Selling, Up-Selling dan Bundling)

Cross selling, strategi menjual dengan menawarkan produk yang berbeda dengan yang telah dibeli konsumen, sehingga total belanja akan meningkat.

Up Selling, strategi menjual dengan menawarkan produk yang sama tetapi memiliki nilai jual yang lebih tinggi dengan kompensasi tambahan manfaat bagi konsumen.

Bundling, strategi menjual dengan menawarkan dua atau lebih produk sekaligus, di mana harga jualnya akan lebih rendah dibanding dengan total harga masing-masing item semua produk yang di bundling tersebut.

6. Perhatikan Tata Letak Produk Baru

Pihak pengecer harus pandai-pandai mengatur tata letak produk baru ini, salah satu cara adalah dengan meletakkan produk baru di depan atau ditempat yang mudah dijangkau, sementara produk yang lama yang ada diskonnya bisa diletakkan dibelakang. Atau bisa juga dengan melakukan mixing secara berkelompok, dimana setiap kelompok selalu ada barang diskon dan barang baru yang dijual dengan harga penuh.

Baca juga : https://distribusipemasaran.com/7-strategi-diskon-untuk-meningkatkan-penjualan-dan-profit-ritel/

Berbagi dengan rekan anda
WhatsApp chat