Mengenal Dropshipper, Bisnis Online Yang Minim Risiko
Mengenal Dropshipper, Bisnis Online Yang Minim Risiko

Mengenal Dropshipper, Bisnis Online yang Minim Risiko

Bisnis online selama satu dekade ini terus meningkat. Bagaimana tidak? Kemudahan berbelanja yang ditawarkan oleh berbagai e-commerce dan media sosial terbukti ampuh dalam meningkatkan daya beli masyarakat. Di Indonesia sendiri, bisnis online sedang booming. Aplikasi e-commerce dan toko-toko online berlomba-lomba dalam memberikan promosi untuk menarik perhatian konsumen.

Bisnis online kini menjadi jenis bisnis yang sangat diminati oleh banyak pebisnis, baik dari perusahaan besar maupun kecil. Menurut techcrunch.com, Indonesia diprediksi menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia, dengan proyeksi mencapai 130 miliar dolar pada tahun 2020 (berada di urutan ketiga setelah China dan India). 

Dengan perkiraan tingkat pertumbuhan mencapai 50 persen, pengusaha memiliki peluang besar di Indonesia untuk berfokus pada pengembangan toko online. Tidak heran jika bisnis online menjadi “tambang berlian” bagi para pengusaha untuk digeluti. Dari sekian banyak skema berbisnis online, terdapat salah satu sistem yang cukup potensial, namanya dropship.

Apakah Anda pernah mendengar istilah dropshipping atau dropshipper? Apa yang dimaksud dengan sistem dropship? Apa perbedaannya dengan reseller? Bagaimana cara kerja sistem dropship? Dan bagaimana strategi menjadi dropshipper yang sukses? Artikel ini akan mengupas segala hal yang perlu Anda tahu tentang dropship.

Apa itu Dropshipper?

contoh gambar seorang Dropshipper
source : www.pexels.com

Dropshipping adalah suatu sistem bisnis dimana proses pengiriman barang secara langsung ke pelanggan dilakukan oleh pemasok yang merupakan pihak ketiga atau “vendor”. Proses ini dilakukan tanpa perantara lainnya, seperti menyimpan barang terlebih dahulu di lokasi tertentu milik bisnis Anda.

Bisnis yang melakukan sistem dropshipping disebut sebagai dropshipper. Jadi, dropshipper ini tidak menyimpan stok barang atau produk bisnis Anda. Dropshipper hanya melakukan promosi produk bisnis yang Anda jual, misalnya dengan memposting foto produk Anda di laman media sosial mereka. Ketika menerima order atau pesanan dari konsumen, dropshipper akan meneruskan pesanan tersebut kepada Anda sehingga Anda dapat menyiapkan produk dan mengirim produk tersebut ke konsumen. 

Dengan sistem ini, seorang dropshipper tidak perlu pusing memikirkan proses produksi atau pengiriman barang karena keduanya dilakukan oleh produsen. Maka dari itu, menjadi seorang dropshipper tidak memerlukan modal yang besar. Dropshipper hanya memerlukan kuota internet yang cukup, smartphone, serta koneksi atau relasi dengan produsen untuk melakukan sistem kerjanya. Tugas dropshipper hanya membuat konten untuk penjualan dan promosi produk secara online. Saat ini, sudah banyak e-commerce yang mendukung kegiatan dropshipping seperti Shopee dan Tokopedia. 

Baca juga : Strategi Bisnis Distribusi Di Tengah Pandemic Covid-19: Retail Direct Order

Biasanya, konten untuk promosi diberikan oleh produsen. Konten tersebut (berupa foto, deskripsi, serta harga produk) diberikan oleh produsen kepada dropshipper untuk dipromosikan namun dengan harga yang berbeda dari harga asli yang sudah ditentukan oleh pihak produsen. Nantinya, jika ada pesanan, dropshipper akan menghubungi produsen untuk mengirimkan barang tersebut ke konsumen namun atas nama bisnis dropshipper ini.

Bedanya Reseller dan Dropshipper

source : unsplash.com

Setelah penjelasan di atas, rasanya dropshipper dan reseller itu sistem yang sama, ya? Padahal tidak. Di sistem dropship, dropshipper tidak melakukan stok barang. Mereka hanya melakukan promosi produk tanpa menyimpan barang atau produk tersebut. Dropshipper menjual produk hanya dengan gambar di laman jualan online milik mereka.

Sedangkan reseller harus mempunyai modal yang cukup besar untuk memulai bisnisnya karena mereka harus membeli barang tersebut dalam jumlah tertentu untuk kemudian disimpan sebagai stok. Oleh karena itu, reseller tidak perlu meneruskan order atau pesanan dari konsumen ke produsen karena barang sudah tersedia di reseller tersebut. 

Baca juga : Serba-Serbi Penerapan Diskon Untuk Penjualan Bisnis Anda

Keuntungan Menjadi Dropshipper

Dropshipping adalah model bisnis yang bagus bagi para pebisnis pemula karena modalnya yang sedikit dan caranya yang lebih mudah. Makanya, nggak heran kalau bisnis dropshipping ini meroket akhir-akhir ini. Dengan dropshipping, Anda dapat dengan cepat menguji berbagai ide bisnis dengan kerugian minimal, yang memungkinkan Anda belajar banyak tentang cara memilih dan memasarkan produk yang diminati. 

Berikut adalah beberapa alasan lain mengapa dropshipping adalah model bisnis yang begitu populer.

1. Tidak memerlukan modal yang besar
source : unsplash.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bisnis dropshipper tidak membutuhkan modal yang besar. Modal selalu menjadi masalah bagi mereka yang ingin memulai bisnis. Maka dari itu, dropship merupakan model bisnis yang digemari karena modalnya kecil.

Baca juga : 9 Teknik Promosi Penjualan Untuk Strategi Bisnis Distribusi B2B Menggunakan Instagram

Dengan model dropshipping, Anda tidak perlu membeli produk kecuali Anda sudah melakukan penjualan dan telah dibayar oleh konsumen. Tanpa investasi yang besar di awal bisnis pun, Anda dapat mulai mencari produk yang ingin Anda jual dan meluncurkan bisnis dropshipping dengan modal seminim mungkin. Risiko kerugian pun akan rendah. Anda jadi tidak perlu merasa khawatir atau takut jika barang yang Anda jual tidak laku. 

2. Mudah untuk dimulai

Menjalankan bisnis toko online dengan modal dropshipping jauh lebih mudah karena Anda tidak harus berurusan dengan produk fisik.. Dengan dropshipping, Anda tidak perlu khawatir tentang:

  • Mengelola atau membayar gudang
  • Pengepakan dan pengiriman pesanan Anda
  • Melacak persediaan barang
  • Menangani pengembalian dan pengiriman barang dari konsumen
  • Terus memesan produk dari produsen dan mengelola tingkat stok

Bisnis dropshipper hanya perlu konsisten dalam melakukan promosi dan penjualan barang di laman media sosial atau e-commerce yang mereka miliki. Dropshipper juga harus memiliki komunikasi yang baik dengan produsen agar proses pemesanan barang hingga pengiriman barang ke konsumen dapat berlangsung dengan baik dan tanpa hambatan. 

3. Biaya operasi bisnis yang lebih rendah

Karena Anda tidak harus berurusan dengan pembelian produk atau mengelola stok, biaya operasi bisnis pun akan jauh lebih rendah daripada bisnis konvensional. Faktanya, banyak toko dropshipping yang sukses dijalankan sebagai bisnis rumahan karena hanya membutuhkan sebuah laptop dan beberapa biaya lainnya (seperti kuota internet) untuk beroperasi. Seiring pertumbuhan bisnis Anda, biaya ini kemungkinan akan meningkat tetapi masih akan rendah dibandingkan dengan bisnis tradisional yang ada selama ini. 

4. Lokasi yang fleksibel

Bisnis dropshipping dapat dijalankan dari mana saja asalkan ada koneksi internet. Selama Anda dapat berkomunikasi dengan produsen dan konsumen dengan mudah dan lancar, Anda dapat menjalankan dan mengelola bisnis dropshipper dengan mulus.

5. Pilihan produk untuk dijual yang lebih banyak

Karena Anda tidak perlu melakukan pembelian di muka untuk produk yang Anda jual, Anda dapat menawarkan berbagai produk yang sedang tren atau viral kepada calon konsumen. Jika produsen menyediakan barang, Anda dapat mempostingnya di toko online Anda untuk dijual tanpa biaya tambahan. Barang tersebut ternyata tidak laku? Tenang saja, Anda tinggal mengontak produsen barang lainnya untuk bisnis Anda. Anda tidak perlu takut akan mengalami kerugian karena Anda sama sekali tidak mengeluarkan uang untuk produk yang Anda jual.

6. Lebih mudah untuk diuji

Dropshipping adalah metode bisnis yang potensial untuk meluncurkan bisnis baru dan bagi pemilik bisnis yang ingin menguji selera konsumen untuk kategori produk tambahan. Keuntungan utama dropshipping adalah, sekali lagi, memberikan ruang bagi pebisnis pemula untuk membuat daftar dan menjual produk yang berpotensi menguntungkan sebelum berkomitmen untuk membeli produk dalam jumlah besar.

Baca juga : 6 Elemen Retail Mix Untuk Manajemen Bisnis Ritel Yang Lebih Baik

7. Lebih mudah untuk diukur

Dengan bisnis tradisional, jika Anda menerima tiga kali lipat jumlah pesanan, biasanya Anda harus bekerja tiga kali lebih keras. Dengan memanfaatkan model dropshipping, sebagian besar pekerjaan untuk memproses pesanan tambahan akan ditanggung oleh produsen, memungkinkan Anda untuk berkembang dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah dan pekerjaan yang lebih sedikit. Pertumbuhan penjualan tentu saja akan menambah beban kerja Anda — terutama jika Anda ingin mengirim produk ke konsumen dengan cepat — tetapi bisnis yang menggunakan model dropshipping sangat baik dibandingkan dengan bisnis tradisional.

Strategi Menjadi Dropshipper yang Sukses

Dengan segala keuntungan yang ditawarkan oleh model dropshipping, wajar jika pebisnis saat ini berbondong-bondong menjadi dropshipper. Meski dikenal sebagai bisnis yang menguntungkan dengan risiko yang minim, bukan berarti Anda memulai bisnis ini dengan asal-asalan. Ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk menjadi dropshipper yang sukses.

1. Pilih produk yang tepat
source : unsplash.com

Jika ada produk yang sedang banyak dicari, tentu semua bisnis akan menjual produk tersebut. Itulah kenapa penting bagi Anda untuk mempertimbangkan dengan cermat terkait produk yang akan Anda jual nantinya. Sebaiknya, mulailah dari barang-barang yang kecil. Pilih produk yang memiliki karakteristik seperti berikut:

  • Memiliki potensi keuntungan yang menarik
  • Produk yang tidak mudah ditemukan di toko offline, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan menjual produk yang orang-orang cari secara online
  • Memiliki harga pengiriman yang rendah karena meski pengiriman dilakukan oleh produsen, jika harga pengiriman mahal biasanya konsumen jadi enggan untuk membeli
  • Produk yang Anda jual harus memicu pembelian secara impulsif
  • Pilih produk yang Anda sukai karena bisa memicu Anda untuk tetap termotivasi dalam berbisnis

Baca juga : 7 Tips Visual Merchandising Untuk Melejitkan Penjualan Bisnis Retail Anda

Anda dapat mencoba dan menjual berbagai jenis produk dalam satu waktu. Meski begitu, hal ini tidak menjamin kesuksesan. Bila Anda fokus pada satu produk saja, Anda bisa menjadi sangat ahli dalam produk tersebut. Anda dapat menemukan produk terbaik dan produsen terbaik. Konsumen potensial akan lebih mudah dalam mempercayai bisnis Anda ketika Anda mengenal dengan baik tentang produk yang Anda jual. 

2. Mencari produsen yang tepat
source : unsplash.com

Ini adalah salah satu keputusan paling penting dalam bisnis dropshipping karena reputasi bisnis Anda yang dipertaruhkan jika ternyata Anda memilih produsen yang salah. Ini juga langkah paling sulit karena dropshipper tidak banyak melakukan riset bisnis sehingga sulit untuk memahami jenis bisnis yang paling menguntungkan.

Tulis semua produsen potensial yang dapat Anda temukan dan cari kontak mereka. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas dan mendalam tentang bisnis yang akan Anda jalani, lebih baik Anda menghubungi produsen langsung dengan menelepon. Pastikan Anda mendapatkan seluruh aspek bisnis tersebut, mulai dari karakteristik produk, harga produk, pengiriman, berapa banyak kerjasama yang mereka lakukan, berapa partner yang mereka punya, dan sebagainya.

Baca juga : Positioning Produk Sebagai Strategi Untuk Memenangkan Persaingan Bisnis

Kepercayaan adalah kualitas penting dalam seorang partner. Jadi, pastikan Anda memilih produsen yang dapat Anda percaya (begitupun sebaliknya). Pastikan juga partner Anda mudah untuk dijangkau. Jika Anda tidak 100 persen yakin dengan kemampuan produsen potensial, lanjutkan pencarian Anda.

3. Buat toko online atau kembangkan toko yang sudah ada

Sekarang saatnya membuat akun toko online atau mengembangkan toko online yang sudah Anda miliki sebelumnya. Ada banyak pilihan e-commerce yang bisa Anda pilih seperti Tokopedia, Shopee, Tokotalk, dan sebagainya, atau Anda juga bisa memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Jika Anda memiliki anggaran yang cukup besar, Anda dapat membuat situs web untuk toko online Anda sendiri dan menyewa web developer berpengalaman agar desain web dapat mencerminkan brand bisnis Anda.

Baca juga : Mengapa Bisnis Anda Tak Bisa Mengabaikan Sales Force Automation (SFA)?

4. Promosikan bisnis Anda
Facebook bisa digunakan sebagai sarana promosi bagi seorang dropshipper
source : unsplash.com

Setelah toko online Anda selesai dibuat, Anda juga harus mempromosikan bisnis Anda agar dapat menjangkau target konsumen. Ada beberapa cara untuk mempromosikan bisnis, yaitu:

  • Media sosial, buat akun media sosial dan promosikan produk Anda di akun tersebut. Pastikan bahwa konten yang ditampilkan tidak terlalu hard-selling namun memberikan informasi mengenai manfaat produk yang Anda jual. Untuk permulaan, gunakan satu atau dua saluran dan fokuslah pada itu. Media sosial yang paling menjanjikan untuk membuat traffic adalah Facebook, Instagram, Twitter dan Pinterest. 
  • Iklan berbayar, jika punya anggaran berlebih, gunakan untuk membuat iklan. Dengan begitu, konsumen akan mudah menemukan akun Anda.
  • Artikel SEO, pelajari tentang penulisan artikel SEO dan gunakan untuk menulis tentang produk bisnis Anda. Misalnya, gunakan kata kunci yang dicari calon konsumen di Google, sehingga peluang toko Anda akan muncul di hasil pencarian akan meningkat.
  • Content marketing, yaitu konten yang memberikan informasi tambahan tentang produk yang Anda jual, misalnya kegunaan, inovasi, sejarah, dan sebagainya. Saat Anda membuat review produk, pastikan untuk tidak hanya menyertakan review positif tetapi juga bagian negatifnya karena dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas.
  • Email marketing, buat daftar email dengan konsumen yang sudah ada atau orang yang mengunjungi toko Anda. Kirim email yang memberikan informasi kepada konsumen Anda, seperti artikel atau perilisan produk baru di toko Anda.
5. Pantau perkembangan bisnis
source : unsplash.com

Sekarang bisnis dropshipping Anda sudah aktif dan beroperasi, tapi tugas Anda belum selesai. Anda harus selalu memantau kinerja bisnis Anda secara berkala. Cari tahu siapa saja yang membeli produk dari toko Anda, produk mana yang paling laku penjualannya, dari mana datangnya konsumen yang berbelanja di toko Anda, konten seperti apa yang disukai oleh konsumen, dan sebagainya. Jika ada keluhan atau saran dari konsumen, segera analisis dan tingkatkan pelayanan bisnis. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengetahui strategi apa saja yang berhasil Anda lakukan dan mana yang tidak.

Baca juga : Sales Closing Dan Tekniknya Untuk Melejitkan Penjualan Bisnis

Untuk membuat bisnis dropshipping Anda sukses, tentu Anda akan melewati fase trial and error, dan itu wajar sekali! Maka dari itu, Anda perlu terus-menerus menguji peluang baru dan menyempurnakan promosi yang sudah dilakukan selama ini. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengetahui kapan harus mengoptimalkan atau mengubah strategi tertentu.

Dropshipping memang sebuah metode bisnis online yang menguntungkan dan tergolong lebih mudah prakteknya jika dibandingkan dengan bisnis online tradisional. Dengan adanya internet dan media sosial, Anda akan lebih mudah dan cepat dalam meningkatkan brand awareness tentang bisnis dropshipping Anda. Maka, manfaatlah kedua hal tersebut dengan maksimal. Terus belajar dan cari tahu bagaimana cara mengembangkan bisnis dropshipping dengan baik, informasi terkait hal ini sangat mudah dicari di Google, kok. Membangun bisnis apapun memang tidak akan mudah, maka dari itu, Anda tetap harus sabar dalam meniti kesuksesan karena tidak ada kesuksesan yang datangnya instan. Semoga artikel ini dapat berguna bagi Anda. 

Nah, demikian informasi mengenai dropshipper, bisnis online yang minim risiko. Bila Anda adalah seorang pengusaha produksi, maka saluran distribusi merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan detail. Pastikan agar perusahaan Anda menggunakan saluran distribusi yang paling ideal. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan jangan lupa follow Instagram @SimpliDOTS buat informasi bermanfaat lainnya!