Konsep Retail Mix

6 Elemen Retail Mix Untuk Manajemen Bisnis Ritel Yang Lebih Baik

Berbicara tentang bisnis retail tentu tak bisa lepas dari konsep retail mix. Konsep yang kerap disebut sebagai bauran retail ini juga dianggap sebagai jurus ampuh untuk memenangkan pasar ritel. Ada enam elemen bauran retail yang harus diperhatikan ketika kamu menerapkan konsep ini, apa saja itu? Mari kita bahas satu persatu.

Baca juga : Retail Sebagai Bagian Penting Saluran Distribusi

Elemen Retail Mix

1. Lokasi (Place)
Lokasi merupakan konsep retail paling utama
source : pexels.com

Lokasi jadi faktor yang penting banget dalam konsep bauran ritel. Lokasi yang dipilih secara tepat, strategis dan sesuai dengan target pasar tentu akan lebih menguntungkan. Bisa dibilang pemilihan lokasi ini menjadi hal yang paling sakral dalam bisnis retail.

Salah satu lokasi yang termasuk favorit bagi pebisnis ritel adalah pusat perbelanjaan atau mall. Kira-kira kenapa ya pebisnis retail memilih mall sebagai lokasi berjualan? Padahal biaya sewa nya kan sangat mahal. Jawabannya tentu saja karena mall adalah tempat yang  ramai dikunjungi orang. Semakin ramai lokasi yang dipilih, maka  semakin besar pula kemungkinan untuk dikunjungi konsumen potensial.

Selain ramai dikunjungi, mall juga terletak di lokasi yang strategis, mudah diakses transportasi umum dan menjadikan layout toko lebih menarik.

2. Produk (Product)
source : pexels.com

Selain lokasi yang strategis, produk yang berkualitas dan unik  juga penting banget dalam konsep bauran ritel ini. Walaupun tidak membuat produk sendiri, kamu wajib memilih supplier yang menawarkan produk terbaik untuk dijual kembali. Agar usahamu lancar, kamu wajib mengikuti kriteria pemilih produk ini:

  1. Intensitas produk: artinya barang yang kamu jual harus selalu tersedia. Jangan menunggu habis baru mengisi stok, jadi tetap jaga pasokan barang kamu ya.
  2. Mode atau gaya produk: jangan sampai produk yang kamu jual ketinggalan jaman. Bisnis retail harus selalu update dan inovatif. Dengan menyediakan produk terbaru dan mengikuti trend, bisa menjadi pembeda antara bisnis kamu dengan bisnis kompetitor lho.
  3. Keragaman produk: biar konsumen nggak bosen, kamu juga harus menyediakan variasi produk yang menarik ya. Dengan banyaknya variasi produk, kamu juga bisa meningkatkan omzet penjualan melalui cross atau up selling produk lain.
  4. Kualitas produk: Agar konsumen loyal dengan produk yang kamu jual, kualitas produk tentu menjadi hal penting yang harus kamu perhatikan. 
3. Harga (Price)
source : pixabay.com

Menetapkan harga ternyata bukan perkara mudah lho. Salah menentukan harga jual bisa fatal akibatnya. Harga yang terlalu rendah akan berpengaruh pada kelangsungan bisnis kamu. Tapi, harga yang terlalu tinggi juga akan menyurutkan minat pembeli. Pelajari setiap harga produk yang kamu tetapkan, tentukan titik balance yang membuat pelanggan merasa mendapatkan apa yang mereka beli sepadan dengan uang yang mereka keluarkan.

Agar lebih mudah menentukan harga jual, kamu bisa  mengikuti beberapa  cara ini:

1. Manufacturer Suggested Retail Price (MSRP)

MSRP adalah penetapan harga eceran yang disarankan oleh pabrik atau supplier produk yang dijual ritel. MSRP digunakan untuk membantu penetapan standar harga di pasaran. Kelebihannya, kamu tidak perlu pusing lagi menentukan harga jual sendiri. Namun, jika menerapkan MSRP kamu juga tidak dapat bersaing dari segi harga, karena harga yang kamu tetapkan sama dengan retailer lain yang menjual produk tersebut.

2. Keystone

Strategi ini bisa kamu gunakan untuk menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Penetapan harga dengan keystone biasanya digunakan retailer dengan cara melipatgandakan harga grosir yang ditetapkan. Misalnya, kamu mendapatkan harga produk dari pabrik sebesar Rp. 10 ribu, kamu bisa menjual produk tersebut dengan harga Rp. 20 ribu atau Rp. 30 ribu.

Namun, cara ini hanya berlaku pada produk dengan rasio stok yang lambat atau memiliki biaya pengiriman yang besar. Cara ini juga bisa kamu gunakan jika menjual produk unik atau langka. Namun, jika produk yang kamu jual mudah ditemukan di toko lain, jangan sekali kali menggunakan trik ini ya. Karena kamu tentu akan kalah dalam persaingan harga. 

3. Diskon

source : pexels.com

Siap sih yang nggak suka diskon? Penetrasi harga melalui kupon, cashback atau semacamnya memang menarik pembeli. Penetapan diskon juga berguna untuk meningkatkan penjualan produk yang kurang laku di pasaran, namun jika dilakukan terlalu sering, strategi ini justru akan menimbulkan persepsi buruk pada bisnis kamu.

Reputasi bisnis retail kamu akan dianggap sebagai yang termurah di antara retail lain. Tentu jika dibiarkan terlalu lama akan memicu perang harga di antara kompetitor bisnis kamu. Maka dari itu, kamu cukup menetapkan diskon untuk produk baru yang belum terlalu dikenal pasar ya.

4. Orang (People)

Sumber daya manusia (SDM) juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan dalam bauran ritel. Untuk mengelola SDM tentu memerlukan perencanaan matang, karena SDM yang baik juga berpengaruh pada performa bisnis yang kamu jalankan. 

Jangan sekali kali memilih SDM hanya karena bisa dibayar murah ya. Sebaliknya, pilihlah SDM yang memiliki kecakapan dan pengalaman sesuai dengan bisnis yang kamu jalankan. Selain skill yang mumpuni, kamu juga harus memilih SDM yang bisa dipercaya. Dengan begitu, bisnis retail kamu pun akan berjalan sesuai dengan target yang kamu tentukan.

Berikut merupakan keahlian dan sikap SDM yang bisa kamu ajak kerjasama:

  1. Memiliki keterampilan sesuai bidangnya.
  2. Mampu menganalisa, mengelola dan menyelesaikan masalah.
  3. Kreatif dan berani menyampaikan ide segar untuk kepentingan bisnis.
  4. Fleksibel dan mampu bekerjasama dengan tim.
  5. Cepat tanggap dan memiliki inisiatif yang positif.
  6. Mampu menerapkan standar prioritas kerja.
  7. Dapat menyelesaikan tantangan dan terbiasa bekerja dengan target yang ditentukan.
5. Presentasi (Presentation)

Penting banget menerapkan yang namanya brand awareness. Salah satu caranya yaitu dengan merancang presentasi yang baik di mata pelanggan. Bisnis retail biasa identik dengan barang fisik, jadi kualitas barang, packaging dan penataan produk juga bisa menjadi citra positif buat bisnis retail kamu. 

Selain kondisi toko fisik, kamu bisa mulai nge-branding bisnis kamu lewat desain logo, seragam karyawan, kendaraan yang digunakan, sampai pembuatan website bisnis. Citra yang positif dan profesional berdampak besar buat membangun kepercayaan konsumen loh.

6. Promosi (Promotion)
source : pexels.com

Setelah semua elemen kamu lengkapi, yang terakhir kamu tinggal menerapkan strategi promosi. Menjalankan promosi memang susah-susah gampang, kamu perlu mempelajari berbagai teknik pemasaran untuk merancang promosi yang tepat sasaran. Berbicara bisnis tentu tidak bisa lepas dari konsumen. Nah, promosi yang baik adalah promosi yang memperhatikan konsumen.

Baca juga : Cara Efektif Meningkatkan Penjualan dengan Promosi Ala Milenial

Cobalah untuk menjawab segala hal yang dibutuhkan konsumen. Caranya, kamu bisa merancang buyer persona, atau gambaran fiksi tentang target konsumen yang ingin kamu jadikan sasaran promosi. Misalnya, bisnis retail kamu berlokasi di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Denpasar dan sekitarnya, kamu bisa menganalisa tentang kebiasaan masyarakat di kota tersebut lewat skema demografi seperti rentang usianya, pendidikan, jenis kelamin, hingga hobi dan kesukaan mereka.

Dari data tersebut, kamu bisa merancang strategi promosi yang efektif dan sesuai dengan buyer persona dari target pasar yang sudah kamu incar sejak awal. Tapi ingat, usahakan image yang kamu bangun selama promosi juga tercermin dari kondisi bisnis retail yang kamu jalankan ya. 

Misalnya kamu menjanjikan harga termurah, tentu kamu harus menyediakan produk yang harganya lebih murah dari bisnis sejenis. Atau ketika kamu menjanjikan produk terlengkap saat beriklan, usahakan agar pesan yang kamu sampaikan sesuai dengan kondisi nyata pada bisnis retail yang kamu jalankan. Dengan begitu, pesan promosi akan tersampaikan dengan baik dan dapat meningkatkan loyalitas konsumen.

Baca juga : 5 Teknik Promosi yang Dapat Dilakukan untuk Meningkatkan Penjualan

WhatsApp chat