simplidots akhirnya

SimpliDOTS Maju Tahap Jakarta

SimpliDOTS Maju Tahap Jakarta – Ada sekitar seratus orang atau lebih peserta dari tujuh startup dari Medan mengikuti roadshow dan pemilihan Startup World Cup (SWC) Nation Roadshow. Acara diselenggarakan atas kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan perusahaan modal ventura asal Silicon Valley yakni Fennox Venture Capital (VC).
Ruangan-ruangan di Clapham Collective di Jalan Timor Medan, Selasa (25/7) tampak begitu ramai. Lantai yang biasa dipakai sebagai kantor bersama para Startup di Medan menjadi ajang pemilihan Startup yang pantas untuk dikirim pada perlombaan Startup tingkat dunia di Silicon Valley bulan Mei tahun 2018 mendatang.
Christopher Angkasa Founder and Initiator Clapham Collective, tempat acara digelar, mengatakan, betapa semangatnya minat para startup dari Sumatera untuk ikut putaran SWC di Medan tahun 2017 ini. “Awalnya kita perkirakan bisa diikuti 12 Startup, tapi yang daftar 23 Startup dan kita pilih 7 untuk ikut tahap pitching dan memilih 1 untuk dikirim ke Jakarta sebagai pemenang dari Medan. Tahun ini yang terpilih SimpliDOTS,” ungkap Christopher kepada MedanBisnis melalui jaringan sosial media.
Menariknya, dari peserta yang mendaftar ada yang dari Riau dan Sumatera Barat. “Bahkan ada yang masih berusia 11 tahun,” ungkap Christopher. Dia melanjutkan, untuk SWC, para juri memilih yang paling siap dan layak. “Secara umum semua yang mendaftar memang sudah layak disebut Startup, makanya yang paling siap untuk dibawa ke mancanegara lah yang kita pilih,” jelasnya lagi.
Sebelumnya, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan melalui Startup World Cup (SWC), setiap startup di seluruh Indonesia berkesempatan tampil di kancah dunia. Bekraf juga ingin memastikan tidak hanya startup di ibukota saja yang dapat ikut berpartisipasi dalam SWC, tetapi juga startup lokal di berbagai daerah.
“Kami ingin startup lokal memiliki kesempatan yang sama dengan startup ibukota. Dan kami juga ingin terus meningkatkan komitmen kami dalam pemberdayaan startup lokal melalui program-program semacam ini,” ujar Fadjar Hutomo.

Roadshow SWC

Pada roadshow SWC di Medan kali ini, tujuh startup pitching yang terpilih Doorjek, Pak Tani, Collective Life. Ventori, Estate, lokalaja dan SimpliDOTS. “Tahun ini kami melihat antusias para pelaku startup yang begitu besar. Kami berharap program-program semacam ini akan membantu pertumbuhan ekosistem startup digital di Medan,” tegas Fadjar.
SEA Regional Manager Fenox VC Retno Dewati menambahkan informasi kerjasama Bekraf dan Fenox VC pada penyelenggaraan SWC tahun ini. “Kami melihat bahwa Fenox VC dan BEKRAF memiliki misi yang sama terhadap ekosistem startup di Indonesia.
Fenox sendiri telah memulai investasi di Indonesia sejak tahun 2013 dan ini merupakan mandat bagi kami untuk ikut andil dalam pemberdayaan startup di Indonesia. Kami juga melihat BEKRAF sangat aktif di dunia startup, mulai dari program mempertemukan startup dengan investor, program pelatihan, maupun melalui kebijakan-kebijakan yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan startup Indonesia,” ucap Retno.
Selama program roadshow berlangsung, menurutnya ada tiga rangkaian acara yang terdiri dari program mentoring untuk startups, talkshow yang menghadirkan para investors dan pendiri startup serta kompetisi pitching. Pemenang kompetisi pitching tersebut akan mewakili Medan untuk kembali berkompetisi memperebutkan 3 posisi teratas dalam gelaran Startup World Cup Wild Card Round Final di Jakarta pada 19 September mendatang. “Tiga pemenang utama dalam final Wild Card Round akan dikirim ke Silicon Valley untuk menghadiri konferensi Startup World Cup Final pada Mei 2018 mendatang,” pungkasnya.
Beberapa pembicara yang hadir dalam rangkaian roadshow SWC selain Fadjar Hutomo, Retno Dewati, Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari, CEO Indoproc Andry Suhaili dan pendiri Price Area yang telah diakuisisi oleh Yello Mobile dari Korea Selatan, dan Kalvin Yap, CEO Paprika sekaligus juara SWC Wild Card Round Medan 2017 dan Top Three SWC Wild Card Round Final yang berangkat ke Silicon Valley pada bulan Maret lalu.
Medan menurut Retno sudah membuktikan punya Startup yang mumpuni yakni Paprika. “Fenox CV bahkan sudah invest di Paprika sebesar US$ 50 ribu,” pungkasnya. (rizanul)
Berbagi dengan rekan anda
WhatsApp chat