marcin jozwiak kGoPcmpPT7c unsplash

Perbedaan FTL dan LTL dalam Distribusi Barang

Di era yang serba digital seperti sekarang ini, penjualan online semakin marak. Semakin mudahnya komunikasi dan jangkauan dalam berjualan membuat perkembangan pemasaran online semakin meningkat pesat. Dalam hal pemasaran online tentunya memerlukan jasa untuk pengiriman barang, dimana semakin hari semakin banyak ekspedisi yang menawarkan jasa pengiriman murah dengan berbagai pilihan pengiriman. 

Salah satunya adalah dengan menggunakan truk dalam setiap pengiriman. Pada dasarnya pengiriman barang dengan menggunakan truk dibagi menjadi 2 layanan, yaitu FTL (Full Truckload) dan LTL (Less Than Truckload). Kedua jenis layanan ini, tentunya bagi orang yang sering mengirim barang menggunakan truk bukanlah hal yang asing. 

Namun, bagi anda yang belum terlalu mendalami mengenai layanan pengiriman ini atau bahkan anda baru saja menggeluti dunia pengiriman barang simak yuk ulasan mengenai FTL (Full Truck load) dan LTL (Less Than Truck Load) berikut ini. 

FTL (Full truckload)

FTL yang merupakan singkatan dari full truck load adalah pengiriman barang dengan menggunakan truk, dimana barang tersebut merupakan milik dari satu perusahaan atau perorangan. Jadi, muatan di dalam truk adalah barang eksklusif dari penyewa atau perusahaan yang menggunakan jasa layanan pengiriman tanpa ada barang milik orang lain.

Jenis layanan ini cocok digunakan bagi anda yang mengirimkan barang dalam jumlah banyak atau memiliki barang dengan resiko tinggi yang harus cepat dikirimkan dan barang khusus sehingga pengiriman semakin cepat dan resiko pengiriman menjadi semakin minim. 

Kelebihan menggunakan FTL

Dari uraian diatas keunggulan menggunakan Full truck load adalah sebagai berikut:

  • Sangat efektif untuk pengiriman dalam jumlah muatan yang banyak
  • Merupakan pengiriman yang tepat untuk jenis barang dengan resiko tinggi atau rumit, sehingga pengiriman bisa lebih cepat dan keamanan bisa lebih terpantau
  • Resiko barang rusak sedikit, karena pengiriman langsung menuju lokasi tujuan tanpa transit ke berbagai lokasi Karena di dalam truk hanya ada barang millik penyewa.
  • Pengiriman lebih cepat jika dibandingkan jenis pengiriman menggunakan LTL (less than truck load)

Kekurangan menggunakan FTL

Namun, dari berbagai kelebihan diatas, penggunaan jenis pengiriman Full truck load juga memiliki kekurangan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Biaya lebih mahal Karena harus menyewa seluruh truk 

LTL (less than truckload)

LTL atau less than truck load adalah jenis pengiriman yang menggabungkan beberapa kiriman atau paket dalam satu truk khusus. Barang-barang tersebut merupakan miliki dari berbagai orang atau perusahaan guna terpenuhinya kapasitas truk. 

Contoh kasus penggunaan pengiriman less than truck load (LTL) adalah ketika sebuah perusahaan memiliki 2 ton barang, sedangkan muatan maksimal truk bisa mencapai 10 ton barang, maka pihak espedisi akan menunggu truk tersebut hingga penuh dengan barang dari berbagai orang atau perusahaan. 

Pengiriman dengan jenis less than truck load (LTL) memiliki biaya yang lebih rendah jika dibandingkan dengan penggunaan FTL (Full truck load). Karena anda tidak perlu menyewa truk khusus untuk mengirim barang anda. Anda hanya perlu membayar sesuai dengan jumlah barang yang anda kirim dan semua perusahaan yang ikut dalam pengiriman juga turut membayar biaya pengiriman.  Jenis pengiriman less than truck load (LTL) cocok untuk bisnis yang sedang berkembang atau dengan pengiriman yang masih belum terlalu banyak. 

Kelebihan menggunakan LTL

Dari uraian diatas keunggulan menggunakan less than truck load (LTL) adalah sebagai berikut:

  • Hemat biaya karena biaya yang dikeluarkan untuk mengirim barang sesuai dengan jumlah barang atau dimensi dari barang
  • Cocok digunakan untuk pengiriman barang dengan jumlah yang tidak terlalu banyak terutama perusahaan yang sedang berkembang

Kekurangan menggunakan LTL

Namun, dari berbagai kelebihan diatas, penggunaan jenis pengiriman less than truck load juga memiliki kekurangan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Resiko kerusakan lebih tinggi karena barang terkadang sering dibongkar muat
  • Pengiriman lebih lama, karena harus mengirim ke beberapa tempat sesuai tujuan dari barang orang lain.

Kapan saya harus menggunakan FTL atau LTL?

Ketika anda dihadapkan dengan pilihan untuk menggunakan less than truck load (LTL) atau full truckload (FTL) anda perlu mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

  • Resiko barang, perlakuan barang merupakan salah satu hal penting dalam penentuan penggunaan pengiriman less than truck load (LTL) atau full truck load (FTL). Jika barang anda beresiko tinggi ataupun sangat sensitif dan mudah rusak serta butuh perlakuan khusus, penggunaan full truck load (FTL) merupakan jenis pengiriman  yang dianjurkan. Namun, jika barang tidak memiliki resiko tergantung dari aspek yang lain dan bisa menggunakan jenis pengiriman less than truck load (LTL).
  • Kecepatan pengiriman, Jika anda memerlukan pengiriman yang cepat, penggunaan full truckload merupakan solusi yang bagus, namun juga perlu mempertimbangkan aspek lain seperti banyaknya muatan dan jumlah anggaran pengiriman.
  • Ukuran barang, ukuran barang disini adalah berat atau dimensi dari barang yang akan dikirim yang dibandingkan dengan kapasitas muatan truk. Jika barang sesuai dengan kapasitas truk sebaiknya menggunakan Full truck load (FTL), tapi jika barang kurang dari kapasitas truk sebaikanya menggunakan layanan less than truck load (LTL)
  • Anggaran Biaya Kirim, Anggaran dalam pengiriman juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam penetuan jenis pengiriman less than truckload (LTL) ataupun full truck load (FTL)

FTL dan LTL

Jenis Pengiriman di Indonesia

Selain berdasarkan jumlah muatan dengan menggunakan truk,. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis pengiriman yang bisa digunakan. Peran jasa pengiriman dalam menentukan keamanan dan kecepatan barang memang begitu menentukan. Metode pengiriman juga dapat disesuaikan sesuai dengan barang yang akan dikirim. Perusahaan espedisi juga berlomba-lomba dalam memberikan fasilitas bagi para pelangganya dan juga memberikan berbagai pilihan fitur pengiriman guna menarik pelanggan. Dan berikut adalah beberapa jenis pengiriman yang ada di Indonesia.

  • Berdasarkan Pengelola Jasa

Berdasarkan pengelola jasa pengiriman, ekspedisi dibagi menjadi 2 yaitu Perusahaan pengiriman yang dikelola oleh Negara dan Perusahaan pengiriman yang dikelola oleh swasta, dan berikut adalah penjelasanya:

  • Perusahaan Jasa pengiriman yang  dikelola oleh Negara, merupakan badan usaha milik Negara yang bertanggung jawab dalam pelayanan pengiriman barang. Satu-satunya jasa pengiriman barang yang dikelola oleh Negara adalah Pos Indonesia. Bisa dibilang Pos Indonesia adalah jasa ekspedisi pertam di Indonesia dimana pada awal berdirinya lebih fokus pada pengiriman surat. 
  • Perusahaan Jasa Pengiriman yang dikelola swasta, merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pengiriman barang. Dan saat ini perusahaan jasa pengiriman barang yang dikelola swasta sedang menjamur seiring dengan munculnya berbagai platform jual beli online. Contoh perusahaan jasa pengiriman yang dikelola oleh swasta adalah JNE, JNT, anteraja, indah cargo dan lain sebagainya.

 

  • Berdasarkan moda transportasi pengangkutnya

Berdasarkan moda transportasinya, jasa pengiriman terbagi menjadi beberapa jenis, dimana setiap jenisnya memiliki keunggulan dan kelemahanya masing-masing. Dan berikut adalah jasa pengiriman barang berdasarkan moda transportasinya.

  • Pengiriman barang melalui udara, merupakan jenis pengiriman barang dengan pesawat, pengiriman barang dengan pesawat memang terbilang cepat dan aman. Namun, kapasitas dan jenis barang yang dapat dikirim terbatas dan biasanya memilliki tarif yang lebih mahal dibandingkan jenis pengiriman barang dengan transportasi lainya. 
  • Pengiriman barang melalui darat dengan kereta, merupakan jasa pengiriman barang dengan menggunakan kereta ekspres. Jenis pengiriman menggunakan kereta ini juga terbilang cukup cepat dan tepat waktu seiring dengan jadwal keberangkatan dari kereta. Biasanya pada kereta penumpang terdapat gerbong khusus untuk cargo atau bahkan dengan seluruh gerbong menggunakan gerbong cargo atau barang. Biasanya jasa pengiriman barang menggunakan kereta tidak mengantar langsung ke rumah atau alamat tujuan, melainkan  penerima barang harus mengambilnya di center point atau kantor jasa pengiriman barang di sekitar stasiun.
  • Pengiriman barang melalui darat dengan menggunakan truk, merupakan pengiriman barang dengan memakai truk yang meliputi Full Truck Load (FTL) dan Less than truck load (LTL). Perusahaan ekspedisi pengiriman barang biasanya menggunakan truk dalam pengiriman antar kota dalam pulau. Pengiriman barang dengan menggunakan truk memang tergolong lebih murah dan diantar hingga alamat tujuan. Namun, pengiriman dengan truk memiliki ketepatan waktu yang tidak bagus, karena faktor lain seperti kecepatan kendaraan, dan kepadatan di jalan raya juga mempengaruhi kecepatan pengiriman. Selain menggunakan truk biasanya beberapa perusahaan jasa pengiriman barang juga menggunakan bus, travel dan lain sebagainya
  • Pengiriman barang melalui laut dengan kapal, Pengiriman barang melalui kapal juga merupakan salah satu transportasi untuk pengiriman barang antar pulau dengan biaya yang murah. Kapasitas barang dengan menggunakan kapal juga tergolong sangat besar dan mampu memuat truk container dalam sekali muat. Namun, untuk kecepatan pengiriman barang bisa sangat lama, karena menunggu keberangkatan kapal dan kondisi cuaca. Terdapat beberapa layanan dalam pengiriman barang melalui laut diantarnya adalah Full Charter Load (FCL), Less than container load (LCL). Hampir sama dengan pengertian dari full truck load (FTL) dan Less than truck load (LTL) dimana jika Full Charter Load (FCL) jika barang yang dikirim sangat banyak sesuai dengan kapasitas muatan dalam satu kapal, dan less than container load (LCL) jika barang yang dikirimkan memiliki kapasitas yang cukup dalam kapal atau hanya menyewa tempat saja di kapal. 

 

  • Berdasarkan rute pengiriman barang

Berdasarkan rute pengiriman barang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu pengiriman antar kota, pengiriman antar pulau dan pengiriman antar Negara dan berikut penjelasan dari tiap jenis pengiriman barang berdasarkan rute pengiriman.

  • Jasa pengiriman barang antar kota. Jasa pengiriman dari kota satu ke kota lainya dalam satu pulau, dimana biasanya menggunakan moda transportasi darat seperti halnya truk, bus, travel, kereta, dan lain sebagainya. 
  • Jasa pengiriman barang antar pulau. Jasa pengiriman dari satu pulau ke pulau lainya, dimana jasa pengiriman ini biasanya menggunakan pesawat hingga menggunakan kapal. 
  • Jasa pengiriman antar Negara. Jasa pengiriman barang dari satu Negara ke Negara lainya. Dalam hal ini, perusahaan yang akan mengirimkan barang harus berurusan dengan bea cukai dan harus mengurus dokumen ekspor impor yang diterapkan di setiap Negara tujuan pengiriman. Oleh sebab itum untuk mengirim barang ke luar negeri, setiap perusahaan sebaiknya mengerti regulasi terkait ekspor impor sehingga pengiriman tidak terjadi kendala. Pengiriman barang antar Negara juga biasanya menggunakan pesawat dan juga kapal.

 

  • Berdasarkan Layanan Pengiriman Barang

Berdasarkan layanan pengiriman barang, perusahaan jasa pengiriman barang terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Port to door, merupakan jenis layanan pengiriman barang yang paling banyak digunakan oleh jasa pengiriman barang saat ini. Layanan ini mengharuskan pengirim barang untuk datang ke counter jasa pengirim barang untuk selanjutnya jasa pengirim barang langsung mengirim ke alamat penerima. 
  • Port to port, merupakan jenis pengiriman barang  dari counter ke counter jasa pengiriman. Jadi pemiliki barang harus mengantar barang ke counter jasa pengiriman untuk selanjutnya dikirim ke kota penerima counter jasa pengiriman. Sehingga penerima barang harus mengambil di counter jasa pengiriman. Misalnya saja pengiriman menggunakan kereta api, dimana anda harus datang ke counter jasa pengiriman yang biasanya terletak di sekitar stasiiun, dan penerima barang pun juga harus mengambil barang di counter jasa pengiriman di sekitar stasiun.
  • Door to door, merupakan pengiriman barang dimana ekspedisi mengambil barang di tempat atau alamat barang anda berada dan akan mengirimkan langsung ke alamat penerima. Biasanya layanan pengiriman door to door memiliki kapasitas barang yang besar dan rutin, serta biasanya terdapat kerja sama antara ekspedisi dengan perusahaan.
  • Door to port, merupakan pengiriman barang dari alamat tempat barang berada hingga ke counter jasa pengiriman. Jadi ekspedisi akan mengambil barang di tempat dimana barang tersebut berada dan akan dikirimkan hingga ke counter terdekat dari alamat penerima, sehingga penerima harus mengambil barang ke counter jasa pengiriman. 

Tips memilih jasa pengiriman barang

Ketika mencari jasa pengiriman barang, tentunya setiap perusahaan memiliki regulasi dan pertimbangan khusus terkait ekspedisi yang cocok. Dan berikut adalah beberapa tips dalam memilih sebuah ekspedisi  dengan baik.

  • Cek jangkauan pengiriman, setiap jasa pengiriman barang memiliki jangkauan yang terbatas hingga yang tidak terbatas. Sesuaikan dengan tujuan kiriman dari setiap ekspedisi beserta layanan pengiriman, apakah pengiriman port to port, door to door atau yang lainya. 
  • Cek tarif yang diberikan, cari tarif dengan harga ongkos kirim yang kompetitif sesuai dengan tujuan pengiriman anda, biasanya setiap jasa pengiriman memiliki daerah tujuan khusus yang lebih murah .
  • Cek pelayananya, apakah perusahan tersebut memiliki citra yang baik bagi pelangganya. Anda bisa membaca beberapa review di google map atau yang lainya.
  • Memiliki legalitas perusahaan yang kredibel, dimana ekspedisi tersebut memiliki alamat yang jelas serta legalitas hukum yang jelas pula, terutama bagi perusahaan yang akan mengirimkan barang dengan nominal yang besar.
  • Dapat mengirim barang tepat waktu
  • Dapat melacak barang sesuai dengan posisi barang yang sedang dikirim.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali jasa pengiriman barang atau ekspedisi yang tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan bisa menjangkau luar negeri. Jika pengiriman dalam jumlah banyak pengiriman dengan menggunakan truk merupakan salah satu solusi yang bagus karena pengiriman jenis ini memiliki kecenderungan harga yang lebih murah. Perusahaan tinggal menyesuaikan untuk menggunakan Full Truckload (FTL) atau menggunakan Less than truckload (LTL). 

SimpliDOTS Delivery & Route Optimization

SimpliDOTS mengembangkan delivery & route optimization yang memiliki fitur modern yang dapat menghemat biaya logistik Anda hingga 40%. Fitur-fiturnya antara lain route management di mana Anda dapat mengelola dan mengoptimasi rute dengan satu klik saja. Juga auto delivery allocation di mana secara pintar dan otomatis sistem dapat membagi atau menugaskan barang ke masing-masing driver, tanpa perlu campur tangan manusia. Request demo delivery & route optimization sekarang!

Temukan info menarik dan aktivitas terupdate SimpliDOTS lainnya, dengan follow Instagram @simplidots.