business plan

Apa Saja Pentingnya Business Plan untuk Pebisnis Pemula?

Jika kamu adalah pebisnis pemula, penting bagi kamu untuk punya business plan. Business plan bisa saja kamu ibaratkan sebagai roadmap: dalam menjalankan bisnis, kamu bisa tidak punya roadmap, tetapi itu hanya akan meningkatkan kemungkinan tersesat nantinya!

Pemilik bisnis dengan rencana melihat pertumbuhan 30% lebih cepat daripada mereka yang tidak memiliki business plan, dan 71% dari bisnis yang tumbuh cepat memiliki business plan. Yuk, kita definisikan dan bahas apa sebenarnya business plan itu!

Apa Itu Business Plan?

Business plan, atau rencana bisnis, adalah dokumen (biasanya 15-20 halaman) yang menjelaskan bagaimana kamu akan mencapai tujuan bisnismu. Dokumen ini mencakup informasi tentang produk, strategi marketing, dan keuanganmu. Kamu harus membuatnya saat memulai bisnis baru dan terus memperbaruinya seiring pertumbuhan bisnismu.

Daripada kamu nanti mungkin harus berhenti, atau bahkan berputar ke belakang dan memulai dari awal, pemilik usaha kecil sering menggunakan business plan untuk membantu mereka untuk melihat gambaran yang lebih besar, merencanakan ke depan, membuat keputusan penting, dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan secara keseluruhan.

Mengapa Business Plan Itu Penting?

Business plan yang ditulis dengan baik adalah penting karena memberikan pemilik usaha kecil, serta karyawan mereka, kemampuan untuk menetapkan target mereka dan melacak kemajuan mereka saat bisnis mereka mulai tumbuh. Perencanaan harus menjadi hal pertama yang dilakukan ketika memulai bisnis baru. Selain itu, rencana bisnis juga penting untuk menarik investor sehingga mereka dapat menentukan apakah bisnis Anda berada di jalur yang benar dan layak untuk diberi investasi.

Business plan biasanya menyertakan informasi terperinci yang dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan bisnismu, seperti:

  • Analisis pasar: informasi tentang faktor dan kondisi yang memengaruhi industri bisnismu
  • Competitor analysis: evaluasi kekuatan dan kelemahan pesaing Anda
  • Segmentasi audience: pembagian audience ke dalam kelompok yang berbeda berdasarkan perilaku atau karakteristik tertentu
  • Rencana marketing: informasi mengenai riset yang sudah kamu lakukan untuk memasarkan bisnis kamu
  • Rencana logistik dan operasional: rencana dan pelaksanaan proses produksi yang seefisien mungkin
  • Proyeksi arus keuangan: dipersiapkan untuk mengetahui berapa banyak uang yang masuk dan keluar dari bisnismu

Baca Juga: 7 Masalah Umum yang Dihadapi Industri Distribusi

Mengapa Kamu Membutuhkan Business Plan?

Pengusaha Kevin Donaldson mengatakan, “Menjalankan bisnis tanpa business plan seperti melakukan perjalanan gunung tanpa peta atau GPS. Anda akan tersesat!” 

Meskipun mungkin terdengar membosankan dan memakan waktu, business plan sangat penting untuk memulai bisnismu. Berikut adalah 10 alasan mengapa kamu memerlukannya untuk bisnis kecil (atau baru) mu.

1. Untuk membantumu mengambil keputusan penting

Business plan pasti akan membantumu membuat keputusan yang lebih baik. Sebagai pejuang entrepreneurship, jalan yang kamu pilih ini akan selalu melatihmu dalam pengambilan keputusan dan manajemen krisis. Usaha kecil tidak selalu bisa mempertimbangkan keputusan dengan matang-matang hingga konsekuensinya, dan di situlah business plan masuk.

Membangun business plan memungkinkanmu untuk menentukan jawaban atas keputusan bisnis yang paling penting. Membuat business plan memang terkesan susah – kamu harus duduk dan memikirkan komponen utama bisnis kamu sebelum memulai sekalipun, seperti strategi marketing dan produk apa yang akan dijual. Dengan ini, kamu akan menjawab banyak pertanyaan sulit sebelum pertanyaan itu bahkan muncul, Kawan Simpli! Memikirkan secara mendalam tentang strategi inti Anda juga dapat membantumu memahami bagaimana keputusan tersebut akan memengaruhi strategimu secara lebih luas.

2. Untuk fokus ke detail-detail yang bisa terlewat

Menyusun rencana bisnis mengharuskan kamu untuk mengkontemplasikan banyak pertanyaan sulit dan meluangkan waktu untuk menemukan jawaban yang baik.

3. Untuk menghindari kesalahan besar

Hanya sekitar setengah dari usaha kecil berhasil mencapai usia kelima mereka. Meskipun ada banyak alasan mengapa usaha kecil gagal, banyak faktor yang paling umum ternyata sudah sengaja dibahas dalam rencana.

Beberapa alasan paling umum bisnis gagal meliputi:

  • Tidak ada kebutuhan dari pasar: tidak ada yang menginginkan apa yang kamu jual.
  • Kurangnya modal: adanya masalah arus kas atau bisnis tersebut kehabisan uang.
  • Tim yang tidak memadai: penting sekali untuk mempekerjakan orang yang tepat untuk membantumu menjalankan bisnismu.
  • Persaingan ketat: sulit untuk menghasilkan keuntungan yang stabil kalau kamu memiliki banyak pesaing!
  • Penetapan harga: beberapa pengusaha menetapkan harga produk atau layanan mereka terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan kedua strategi ini tentu tidak baik.

Latihan membuat business plan dapat membantumu menghindari kesalahan besar ini. Mulai dari perkiraan arus kas atau analisis kecocokan pasar terhadap produk, setiap bagian dari rencana bisnis dapat membantu menemukan beberapa kesalahan sebelum kesalahan itu muncul.

4. Untuk Membuktikan Kelangsungan Hidup Bisnis

Banyak bisnis diciptakan karena passion pemiliknya. Passion penting, tapi passion saja tidak akan menjamin bisnismu berhasil atau memiliki runway yang panjang, ya!

Merencanakan dengan tepat bagaimana kamu akan mengubah passion itu menjadi bisnis yang sukses mungkin merupakan langkah terpenting. Rencana bisnis dapat membantumu memastikan bahwa ide besarmu masuk akal.

Komponen penting dari rencana bisnismu adalah riset pasar. Riset pasar dapat menawarkan wawasan mendalam tentang pelanggan, pesaing, dan industri pilihan. Informasi ini tidak hanya dapat membantu pengusaha yang akan memulai bisnis baru, tetapi juga dapat memberi informasi ke bisnis yang sudah ada tentang kegiatan seperti pemasaran, periklanan, dan merilis produk atau layanan baru.

bussiness plan
Person developing a business plan

5. Untuk Menetapkan Tujuan dan Tolok Ukur yang Lebih Baik

Tanpa rencana bisnis, tujuan bisa sering hilang arah tanpa banyak alasan kuat di baliknya. Memiliki rencana bisnis dapat membantu membuat tolok ukur tersebut lebih konsekuensial. Rencana ini juga dapat membantumu tetap bertanggung jawab terhadap visi dan strategi jangka panjang dan mendapatkan insight tentang bagaimana strategimu berjalan dari waktu ke waktu.

6. Untuk Mengkomunikasikan Tujuan

Baik timmu terdiri dari 100 orang atau timmu hanya terdiri dari dua orang, kamu tidak dapat selalu berada dengan mereka untuk membuat setiap keputusan sendiri. Rencana bisnis ini dapat kamu ibaratkan seperti “guru” yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait bisnismu saat kamu tidak ada. Beritahu karyawanmu bahwa jika mereka ragu, mereka selalu dapat melihat kembali business plan ini untuk memahami langkah selanjutnya jika mereka tidak dapat memperoleh jawaban langsung. Membagikan business plan dengan anggota tim juga membantu memastikan bahwa semua anggota selaras dalam tujuan dan berbagi pemahaman yang sama mengenai tujuan jangka panjang bisnismu.

7. Untuk memberikan panduan bagi penyedia layanan atau partners

Usaha kecil biasanya mempekerjakan kontraktor, pekerja lepas, dan profesional lainnya untuk membantu mereka dengan tugas-tugas seperti akuntansi, marketing, bantuan hukum, dan sebagai konsultan. Memiliki business plan memungkinkan bisnismu untuk dengan mudah berbagi informasi yang relevan dengan pihak-pihak ini sambil memastikan semua orang memiliki pengalaman sama.

8. Untuk mendapatkan pembiayaan

Mungkin kamu belum tahu kalau bahwa bisnis yang punya business plan 2,5x lebih mungkin untuk didanai dibandingkan yang tidak, Kawan Simpli? Jika kamu berencana untuk meminta pendanaan dari pemodal ventura, meminjam dari bank, atau sedang mempertimbangkan untuk menjual perusahaanmu di masa depan, kamu pasti memerlukan rencana bisnis. Selain itu, siapa pun yang tertarik berinvestasi dalam perusahaanmu pasti ingin tahu bahwa bisnismu akan berjalan dalam jangka panjang, bukan? Business plan adalah cara paling efektif untuk membuktikannya dan biasanya merupakan persyaratan bagi bisnis manapun yang mencari pembiayaan dari luar.

9. Untuk Memahami Pasar Bisnismu dengan Lebih Luas

Meskipun kamu mungkin memiliki pegangan yang kuat pada segala sesuatu yang terjadi di bawah atap bisnismu, memahami pasar juga penting, ya! Menulis business plan dapat membantumu lebih memahami persaingan dan pasarmu secara lebih luas, menjelaskan tren dan preferensi konsumen, potensi gangguan, dan insight lain yang tidak selalu terlihat dengan jelas sebelumnya.

10. Untuk Mengurangi Risiko

Sebagai pengusaha, kamu pasti sadar kalau kamu berhadapan dengan risiko setiap hari. Risiko itu akan menjadi jauh lebih mudah dikelola jika ada rencana bisnis yang dibuat dengan baik. Menyusun proyeksi pendapatan dan pengeluaran, merancang aspek logistik dan rencana operasional, dan memahami pasar dan analisis kompetitif dapat membantu mengurangi faktor risiko. Memiliki business plan memungkinkanmu untuk membuat keputusan yang lebih baik dan memiliki pandangan yang paling jelas tentang masa depan perusahaanmu.

Sekarang, karena kamu sudah memiliki pemahaman yang kuat tentang “mengapa”-nya di balik business plan, kamu pastinya dapat dengan percaya diri bergerak maju dengan membuat business plan kamu sendiri. Kawan Simpli, tetap ingat: business plan akan tumbuh dan berkembang seiring dengan bisnismu, jadi ini adalah bagian penting dari keseluruhan perjalanan kamu sebagai pebisnis, ya!

Sama, jangan lupa jika kamu sudah merancang business plan dan bisnismu sudah berjalan, terus cari cara untuk improve dan scale up proses-proses dalam bisnismu. Jika kamu memiliki bisnis distribusi, SimpliDOTS punya Distribution Management System yang bisa mengotomatiskan proses distribusimu. Yuk, coba sekarang!