Mengenal Covert Selling, Teknik Menjual Tapi Tidak Berjualan?

Dalam bisnis, kunci meraih penghasilan maksimal adalah tim penjualan atau sales person Anda. Apakah mereka memiliki teknik menjual yang baik atau tidak? Sejauh mana pemahaman sales person Anda tentang produk atau jasa yang ditawarkan?

Sehebat dan sebagus apa pun produk Anda, semuanya akan sia – sia apabila sales person tidak menguasai product knowledge bisnis Anda. Coba pikirkan, bagaimana calon pelanggan bisa memanfaatkan produk atau jasa Anda, jika sales person tidak mampu menjelaskan dengan benar dan tepat?

Tak hanya itu, sales person juga harus belajar melakukan teknik menjual namun tidak terkesan berjualan, karena kebanyakan calon pelanggan tidak suka kalo dipaksa membeli. Inilah yang disebut dengan istilah covert selling.

Apa itu Covert Selling?

Bagi Anda yang ingin menjalankan teknik menjual tanpa terlihat seperti sedang berjualan, anda dapat menerapkan strategi covert selling atau penjualan terselubung.

Wah, kenapa disebut penjualan terselubung? Ini karena salesperson selaku penjual bertindak lebih sebagai konsultan penjualan. Sales person atau wiraniaga akan berperilaku layaknya konsultan yang memberikan rekomendasi atau saran bermanfaat kepada calon pembeli.

Sebagai contoh gambar diatas, wiraniaga pada toko sepatu akan memberikan rekomendasi sepatu yang sesuai untuk calon pembeli. Ia akan menjelaskan fitur – fitur sepatu, bahan material sepatu, kualitas, serta harga yang harus dibayar.

Dengan begitu, calon pembeli bisa memutuskan apakah ia sudah mendapatkan produk yang tepat atau belum. Dengan mengetahui keinginan pelanggan secara tepat, besar kemungkinan terjadi transaksi dengan calon pembeli.

Pada akhirnya, covert selling akan mendorong wiraniaga atau salesman untuk mampu mempromosikan atau memperkenalkan produk secara efektif tanpa terkesan memaksa.

Nah, berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda menguasai teknik covert selling.

Memiliki Pengetahuan Luas

source : unsplash.com

Di era digital saat ini, tenaga penjualan atau salesperson harus belajar atau setidaknya memiliki pengetahuan yang luas akan produk yang mereka jual.

Selain itu, mereka perlu untuk mempelajari bagaimana pesaing mempromosikan produk-produk mereka. Mulai dari bagaimana penawaran yang diberikan, kelebihan serta kekurangan produk mereka.

Dengan pengetahuan yang luas untuk dibagikan kepada audiens, produk atau jasa bisnis Anda akan lebih mudah diterima oleh calon pelanggan.

Baca juga : Product Knowledge Yang Wajib Dikuasai

Memiliki Sikap Yang Tenang

source : unsplash.com

Dalam berkomunikasi dengan pelanggan, pastikan untuk tetap santai dan tenang dalam memberikan tanggapan. Ingat loh, anda sedang memperkenalkan produk anda kepada pelanggan yang ingin memenuhi kebutuhannya. Bisa jadi, mereka banyak bertanya karena mereka benar-benar tidak tahu. Pembawaan yang santai akan membantu pelanggan dalam menyampaikan masalah mereka dengan lebih baik dan jelas.

Membuat Kerangka Percakapan

source : unsplash.com

Ketika anda memulai berinteraksi dengan pelanggan anda, tentu anda akan memiliki persepsi bagaimana pelanggan anda menanggapi pelayanan Anda. Apakah ia menghindari percakapan? Atau justru ia intens bertanya ketika anda sedang menawarkan produk atau jasa tersebut? Untuk itu, cobalah membuat kerangka pertanyaan sebelum mulai melakukan promosi kepada pelanggan. Bila perlu, berlatihlah di depan cermin agar Anda bisa lebih lancar saat menjelaskan pada calon pelanggan.

Anda bisa ikuti kerangka berikut ini:

  • Sebelum mulai promosi barang atau jasa anda, minta izin terlebih dahulu kepada calon pelanggan apakah mereka memiliki waktu untuk berbincang
  • Kalau mereka bilang iya, baru anda dapat mengajukan pertanyaan selanjutnya. Jika tidak, tawarkan dukungan lainnya yang dapat bermanfaat di masa mendatang.

Lakukan proses tanya jawab dengan tenang, profesional, dan santai. Dengan begitu, biasanya pelanggan akan lebih terbuka untuk menerima tawaran bantuan dari Anda.

Ajukan Pertanyaan

Strategi yang satu ini sangat berguna sebagai persiapan anda melakukan promosi atau memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Contoh pertanyaan misalnya, “Halo, saya akan mengajukan 3 pertanyaan kepada Anda tentang produk ini, apakah punya waktu sebentar 2 menit saja?”

Jika calon pelanggan setuju, maka ajukan pertanyaan seperti :

  • Apakah anda suka produk ini? Apakah bisa dijelaskan alasan Anda menyukainya?
  • Seberapa sering Anda menggunakan produk atau jasa ini?
  • Apa harapan Anda terhadap produk kami agar bisa membantu Anda lebih banyak?

Baca juga : Tips Sukses Meningkatkan Penjualan Produk Melalui Hubungan Pelanggan

Memberikan Saran

source : unsplash.com

Contoh dalam menawarkan saran itu seperti,

“Menurut saya, Anda bisa memilih sepatu dengan warna netral seperti hitam, coklat atau krem. Misalnya seperti produk sepatu A dan B ini. Alasannya karena warna ini gampang dipadukan dengan warna celana apa pun.”

Dengan mengidentifikasi perbedaan setiap produknya, anda dapat memberikan saran yang sesuai dengan prioritas pelanggan. Itulah mengapa, wawasan yang luas sangat penting dalam menerapkan teknik ini.

Tetap Tenang

Ketika menutup kesepakatan dan mencapai “deal” dengan pelanggan, kebanyakan salesman terlalu bersemangat dalam memproses closing. Padahal, ketenangan adalah kunci agar kita tidak terkesan ‘memaksa’.

Hal ini juga menciptakan asumsi positif dalam benak pelanggan, karena mereka akan merasa anda itu ikhlas dan tulus dalam membantu serta memberikan saran produk yang dibutuhkan.

Cukup berikan pernyataan sederhana seperti “Jika Anda memutuskan untuk menerima tawaran produk atau layanan ini, beri tahu saja kepada saya. Saya akan siap membantu Anda.”

Berikan Alasan Agar Pelanggan Tertarik pada Produk

source : unsplash.com

Jangan pelit atau takut berbagi banyak informasi mengenai produk atau jasa bisnis Anda. Sebab, pelanggan akan lebih tertarik dengan salesperson atau penjual yang informatif dan tidak pelit dalam berbagi ilmu. Dengan menunjukkan alasan yang tepat mengapa pelanggan harus menggunakan produk atau jasa Anda, besar kemungkinan pelanggan juga akan tertarik.

Contohnya, jika Anda memiliki bisnis usaha salon rambut, berikan saja tips menarik mengenai perawatan rambut seperti: “Hindari Cuci Rambut 12 Jam sebelum Mengeriting, atau 5 Tips untuk Menggulung Rambut Anda”.

Buatlah tutorial atau artikel singkat dalam media sosial anda ataupun channel di akun Youtube resmi bisnis Anda. Psst…, jangan lupa follow dan cek akun instagram @SimpliDOTS, untuk mendapatkan inspirasi dan konten informatif yang sukses dilakukan brand ternama di tanah air ya!

Merespon Audiens Secara Aktif

Selain menawarkan bisnis Anda di media sosial, jangan lupa respon juga para followers atau audiens secara aktif. Rajin-rajinlah membuat konten menarik yang akan memicu keterlibatan audiens, contohnya seperti konten voting, meme lucu ataupun kuis berhadiah.

Anda juga bisa mengajukan pertanyaan kepada audiens terkait brand atau produk yang Anda tawarkan, dengan iming-iming hadiah setelahnya.  Cara termudah adalah rajin memberikan giveaway, polling, kuis berhadiah, dan sebagainya, agar audiens anda mau berpartisipasi.

Tak hanya meningkatkan keterlibatan Anda dalam penjualan, tetapi hal ini juga membantu bisnis Anda mempelajari apa sih yang disukai pelanggan dan apa yang diharapkan dari bisnis Anda.

Kemudian, selalu tanggapi atau berikan respon yang baik, jika ada komentar atau pertanyaan dari audiens atau followers anda sehingga audiens dapat merasa lebih dekat secara emosional dengan brand anda.

Baca juga : Penjualan Lesu, Ada 5 Strategi Agar Tim Sales Tetap Semangat

Buat Audiens Tertawa

Tambahkan sedikit bumbu humor dalam konten bisnis Anda. Ketakutan mengenai postingan yang tidak relevan dengan bisnis tidak perlu diterapkan berlebihan.

Namun, juga perhatikan agar kontennya tidak melenceng terlalu jauh dari informasi produk Anda, ya! Menyelipkan sisi humoris dalam promosi produk itu hal wajar, kok. Bahkan, bisa menarik pelanggan untuk tetap aktif di media sosial bisnis. Anda bisa klik link ini untuk inspirasinya, ya.

Terapkan Aturan 80/20

Dalam mempromosikan bisnis, jangan lewatkan aturan 80/20. Pernahkah Anda mendengar aturan yang satu ini?

Aturan 80/20 berarti, 80% usaha dan waktu harus digunakan dalam membangun hubungan baik dengan pelanggan serta memberikan konten yang menarik bagi mereka. Sedangkan untuk 20% sisanya, berikan informasi mengenai brand anda sehingga pelanggan dapat mengenal anda lebih dekat.

Contoh lainnya adalah, anda bisa memakai 80% waktu untuk promosi konten dan 20% untuk membuat konten.

Jika anda sekarang menghabiskan 5 jam membuat postingan, luangkan sekitar 20 jam untuk mempromosikannya. Bagaimana caranya? Anda bisa memakai email marketing untuk  mengirim konten buletin berseri secara rutin atau berkala. Awalnya mungkin tidak mudah, tetapi semakin sering belajar dan berlatih, anda akan semakin cepat menguasai strategi promosi ini.

Bagaimana, sudah memahami covert selling sejauh ini? Teknik penjualan namun tidak berjualan akan menjadi sebuah pengalaman menarik bagi bisnis Anda. Kunci kesuksesan dalam teknik ini adalah pengetahuan mengenai produk, sehingga pasar dapat menerima dan nyaman terhadap saran-saran yang diberikan.

Tak lupa, berikan konten-konten terbaik dan edukatif di media sosial sehingga anda bisa menerapkan teknik menjual tanpa terlihat berjualan.

Nah, demikian informasi mengenai convert selling yang merupakan teknik menjual tapi tidak berjualan. Bila Anda adalah seorang pengusaha produksi, maka saluran distribusi merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan detail. Pastikan agar perusahaan anda menggunakan saluran distribusi yang paling ideal. Semoga dapat menambah wawasan anda dan jangan lupa follow Instagram @SimpliDOTS buat informasi bermanfaat lainnya!

Buat distributor atau retailer yang lagi mencari solusi untuk meningkatkan omzet atau sistem mengelola perusahaan yang terpercaya, cobain aja demo gratis 14 hari SimpliDOTS disini.

Share
Published by
astrid
Tags: strategi penjualan Teknik Berjualan
  • Recent Posts

    • Bisnis
    • Distribusi
    • Strategi Bisnis

    Strategi Mendistribusikan Produk Baru Dan Memilih Strategi Yang Tepat

    Sebagai seorang yang sedang terjun dalam dunia marketing, segala proses penjualan hingga mencapai kesepakatan tentu sangatlah penting. Namun, bagaimana Anda… Read More

    1 hari ago
    • Bisnis
    • Blog SimpliDOTS
    • Teknologi

    Sales Motoris, Kanvasing Dan Taking Order, Ini Perbedaannya

    Saat ini persaingan di dunia bisnis semakin ketat. Semakin banyak orang yang terjun ke dalamnya, semakin besar pula tingkat persaingan… Read More

    3 hari ago
    • Bisnis

    Apa Itu Saluran Distribusi? Serta Bagaimana Tahapannya?

    Coba Anda ingat-ingat kembali, pernahkah Anda membeli barang langsung dari produsen atau pabriknya? Hmm… mungkin pernah, tapi sangat jarang bukan? … Read More

    2 minggu ago
    • Bisnis

    Mengenal Istilah Ritel, Distributor & Prinsipal Dalam Dunia Distribusi

    Bagi anda yang bekerja di sektor distribusi barang, istilah seperti ritel, distributor, dan prinsipal tentu sudah tak asing lagi terdengar… Read More

    2 minggu ago
    • Bisnis
    • Pemasaran
    • Penjualan
    • Produk
    • Strategi Bisnis

    Positioning Produk Sebagai Strategi Untuk Memenangkan Persaingan Bisnis

    Tak banyak orang yang tahu bahwa positioning produk merupakan bagian penting dari kesuksesan bisnis. Bagaimana nggak, jika harga produk ditentukan… Read More

    2 minggu ago
    • Bisnis
    • Pemasaran
    • Penjualan
    • Produk

    Baru Launching Usaha Baru? Simak 7 Cara Ampuh untuk Aktivasi Brand

    Selamaatt…! Jadi, brand anda baru saja dirilis? Jangan hanya deg-degan, para pebisnis yang baru saja launching juga harus bersiap untuk… Read More

    2 minggu ago
    • Sales Force

    Mengapa Bisnis Anda Tak Bisa Mengabaikan Sales Force Automation (SFA)?

    Semakin banyak masalah yang dihadapi dalam bisnis, tentu semakin banyak pula usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkan performa Sales Force… Read More

    2 minggu ago
    • Sales Force

    3 Elemen Penting Untuk Mencapai Sales Force Yang Sukses

    Tim penjualan (sales force) memiliki eksistensi yang sangat penting dalam bisnis. Itulah sebabnya, sales force perlu dikelola dengan tepat. Sehingga,… Read More

    2 minggu ago
    • Blog SimpliDOTS
    • Penjualan

    7 Manfaat Sales Gamification yang Terbukti Meningkatkan Penjualan

    Selama ini permainan dipandang sebagai metode untuk menghilangkan stres dan penat setelah melakukan pekerjaan berat atau sekadar untuk mengisi waktu… Read More

    2 minggu ago