multiracial group young creative people smart casual wear discussing business brainstorming meeting ideas mobile application software design project modern office 1

Mengenal Konsep 5A, Brand Advocacy Ratio, serta Purchase Action Ratio

Menjadi seorang pengusaha atau bagi anda yang bergelut di bidang bisnis, tentunya menginginkan agar produk yang dijual bisa terkenal dan dibeli oleh banyak orang. Selain produk laris di pasaran, konsumen yang loyal dan basis pelanggan besar adalah harapan setiap pengusaha. 

Namun, pernahkah anda memikirkan, ada berapa orang yang sudah membeli produk anda dan merekomendasikannya (advokasi) kepada orang lain untuk membelinya? Semakin banyak orang yang merekomendasikan produk anda, potensi penjualan anda juga akan semakin besar.

Mengenal Konsep marketing 5A

Di era sekarang, keputusan konsumen untuk membeli sebuah produk tidak semata-mata karena kemauan sendiri. Tapi, juga ada pengaruh dari orang lain yang turut berperan dalam pengambilan keputusan untuk membeli. 

Customer path yang menerapkan konsep 4A (Aware/ Mengenal, Attitude/ Menyukai), Act/ Membeli), Act Again/ Membeli lagi) sudah tidak terlalu relevan mengingat perkembangan teknologi sekarang ini. Karena minat untuk membeli sebuah produk yang dilakukan sangat dipengaruhi oleh pihak eksternal. 

Biasanya, sebelum membeli sebuah produk, seorang customer akan bertanya kepada orang lain yang lebih ahli atau yang bisa mereka percaya, ataupun mencari review dan informasi di media sosial. 

Kehadiran smartphone dan internet menjadikan konsentrasi dan fokus seseorang menjadi menurun. Sehingga, waktu untuk melihat produk secara utuh sangatlah terbatas. Hal ini mempengaruhi kinerja seorang marketer, karena dinilai susah meyakinkan calon customer, terlebih saat calon customer kurang fokus dengan apa yang dia tawarkan. 

Kondisi tersebut turut mengubah customer path yang sudah ada sebelumnya menjadi customer path yang lebih bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Customer path yang sekarang digunakan adalah marketing 5A atau yang lebih dikenal dengan konsep WOW yang terdiri dari Aware (Mengenal), Appeal (Menarik), Ask (Mencari tahu), Act (Membeli), dam Advocate (Mengadvokasi).

Dalam konsep marketing 5A di atas terdapat beberapa perbedaan yang memang sudah disesuaikan dengan keadaan sekarang ini. Attitude di dalam konsep 4A yang hanya diartikan sebagai suka atau tidak, kini dibagi menjadi dua yaitu Appeal (Menarik) dan Ask (Mencari tahu). 

Secara teori, ketika seorang calon konsumen mengenal (Aware)  sebuah produk, belum tentu calon customer tersebut akan tertarik (Appeal) untuk membeli produk tersebut. Namun, jika calon customer tertarik, konsumen akan berusaha meyakinkan dirinya dengan mencari tahu (Ask) mengenai produk  tersebut dengan bertanya ataupun dengan melihat review di internet. 

Sebagai seorang manusia yang  mempunyai naluri sosial dengan ingin berinteraksi dengan orang lain, membuat Ask menjadi salah satu hal yang mampu mempengaruhi keputusan calon konsumen untuk membeli. Dimana pengaruh (Advokasi) dari orang lain mampu mengubah kehendak dari calon konsumen tersebut. 

Sebagai contoh, seorang calon customer ingin membeli sebuah smartphone yang dianggapnya murah, dan memiliki spesifikasi yang bagus sesuai dengan dirinya. Namun, temannya mengatakan bahwa smartphone yang dia maksud ternyata mudah rusak dan temanya merekomendasikan untuk membeli smartphone B yang menurutnya lebih baik dari smartphone yang calon customer maksud. 

Dan dari perkataan temanya, calon customer tersebut memutuskan untuk tidak jadi membeli smartphone yang dia maksud, dan lebih memilih smartphone B yang direkomendasikan temanya. Hal ini membuktikan peran advokasi sangatlah besar dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah produk. 

Untuk mengukur tingkat advokasi dari produk yang anda jual, terdapat matrik pengukuran brand advocacy ratio (BAR) dan purchase action ratio (PAR). Apa yang dimaksud dengan brand advocacy ratio (BAR) dan purchase action ratio (PAR)? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Brand Advocacy Ratio (BAR)

Brand advocacy ratio (BAR) merupakan pengukuran tingkat advokasi berdasarkan kekuatan perusahaan dalam mengubah brand awareness menjadi brand advocacy. 

Jadi, Brand advocacy ratio (BAR) menghitung berapa banyak orang yang mengetahui produk anda, dan mereka merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain. Semakin tinggi nilai Brand advocacy ratio (BAR) semakin bagus juga reputasi produk yang kita jual. 

Untuk menghitung nilai rasio Brand advocacy ratio (BAR) dari sebuah produk, anda bisa membagi jumlah orang yang merekomendasikan produk tersebut (Advocate) kepada orang lain dengan orang yang mengenal (Aware) produk tersebut. Atau jika bisa menggunakan rumus BAR = Advocate/Aware.

Purchase Action Ratio (PAR)

Purchase action ratio (PAR) merupakan pengukuran kekuatan perusahaan dalam mengubah brand awareness menjadi brand purchase. Dimana, purchase action ratio (PAR) mengacu pada berapa banyak orang yang mengetahui produk anda dan mereka memutuskan untuk membeli produk anda. Semakin tinggi nilai PAR, semakin banyak dan mudah produk tersebut laku di pasaran. 

Untuk menghitung nilai rasio Purchase action ratio (PAR) dari sebuah produk, anda bisa menghitung jumlah orang yang membeli produk (Act) tersebut dibagi dengan orang yang mengenal (Aware) dengan produk tersebut. Atau dapat menggunakan rumus PAR = Act/Aware.

Contoh Brand Advocacy Ratio (BAR) dan Purchase Action Ratio (PAR)

Sebagai contoh, di dalam sebuah komunitas, terdapat 100 anggota dan dari 100 anggota tersebut terdapat 90 anggota yang sudah familiar dengan produk kita. Dari 90 anggota yang familiar dengan produk kita, terdapat 20 anggota yang memutuskan untuk membeli produk kita dan sebanyak 10 anggota bersedia secara sukarela merekomendasikan produk kita kepada orang lain. 

Dari permasalahan di atas, kita dapat menghitung berapa Brand advocacy ratio (BAR) dan Purchase action ratio (PAR) dari produk kita. Produk tersebut memiliki Aware sebesar  90, Act sebesar 20, dan Advocate sebesar 10. Dari keterangan diatas, nilai Purchase action ratio (PAR) adalah 20/90 yaitu 0.2, sedangkan nilai Brand advocacy ratio (BAR) adalah 10/90 yaitu 0,1. 

Dilihat dari contoh di atas, bahwa produk dengan penjualan yang tinggi, belum tentu memiliki advokasi yang tinggi. Dari nilai Brand advocacy ratio (BAR) dan Purchase action ratio (PAR) diatas, seorang marketer harus bisa menganalisis dan menentukan strategi marketing yang akan digunakan setelahnya. 

Pada intinya, Brand advocacy ratio (BAR)dapat diketahui pada sales growth produk (Pertumbuhan penjualan) sedangkan Purchase action ratio (PAR) dapat diketahui dengan melihat jumlah penjualan produk.Ketika nilai Brand advocacy ratio (BAR) dan Purchase action ratio (PAR) tinggi, maka produk tersebut akan merajai pasar.

Marketing strategy
Marketing strategy

Tips mendapatkan nilai BAR tinggi

Untuk mendapatkan nilai Brand advocacy ratio (BAR) yang tinggi, anda perlu melakukan beberapa tips untuk mendapatkan brand advocate dengan mudah. Dan berikut adalah tips untuk mendapatkan Brand advocate:

  • Menjalin hubungan baik dengan customer.

Agar bisa mendapatkan hati customer dan customer tetap loyal serta bisa merekomendasikan produk kita kepada orang lain anda bisa melakukan beberapa hal. Seperti halnya memberikan hadiah, memberikan potongan harga. 

Atau, mungkin hanya sekedar mengucapkan terima kasih dan pelayanan yang ramah. Semua itu merupakan salah satu cara dalam menjalin hubungan yang baik dengan customer.

  • Melakukan barter produk dengan review.

Salah satu cara yang cukup populer saat ini adalah dengan memberikan produk secara cuma-cuma kepada influencer atau orang yang memiliki followers banyak. Nantinya, influencer dapat membantu memperkenalkan, mereview, dan melakukan advokasi kepada orang lain. 

Cara ini lebih populer disebut dengan endorse. Dalam melakukan endorse, anda perlu memastikan bahwa influencer tersebut memiliki followers sesuai dengan sasaran pasar produk anda. 

  • Minta feedback dari influencer.

Brand advocate berkembang pesat berdasarkan apa yang dikatakan influencer tentang produk atau jasa yang dipakai. Ini adalah feedback yang berharga agar bisa Anda pakai dalam mempromosikan bisnis yang lebih sukses. 

Bekerja sama dengan influencer dan minta feedback tentang brand Anda. gunakan saluran komunikasi yang berbeda untuk mengumpulkan feedback dari influencer atau pengguna. Pastikan kedua pihak  yang bekerja sama sudah saling sepakat dan setuju sebelum dipublikasikan. 

  • Memaksimalkan konten buatan pengguna.

Terkadang audiens membicarakan brand Anda di media sosial, bahkan meskipun Anda tidak sedang membuat program kampanye. Misalnya, pelanggan Anda bisa menandai teman atau tagging dan berkomentar tentang merek Anda. 

Jangan biarkan momen-momen ini berlalu begitu saja. Balas komentar audiens, beritahu pelanggan tentang penawaran atau promo khusus agar keterlibatan pelanggan semakin meningkat. 

Dengan begitu, Anda bisa memperkuat brand Anda, mempromosikan, serta memperkuat hubungan bisnis dan followers di media sosial. Secara teratur, lacak saluran media sosial dan dukung tweet atau postingan yang terkait dengan produk atau brand Anda. Tunjukkan apresiasi atas upaya mereka agar mendorong audiens terus berbagi pengalamannya dengan brand Anda. 

Apa itu Brand Advocate?

Brand advocate adalah pelanggan atau karyawan bisnis yang secara proaktif berbagi tentang brand atau perusahaan Anda ke jaringan pribadi mereka. Bisa lewat media sosial, mulut ke mulut, email, atau melalui konten tanpa insentif apapun selain kecintaan mereka terhadap brand Anda. 

Anda mungkin pernah mendengar istilah “brand ambassador” atau duta merek, yang bisa cukup mirip dengan istilah brand advocate. 

Tetapi, bedanya kalau seorang brand advocate akan mewakili merek Anda, menunjukkan dukungan, bahkan bisa mempengaruhi kebiasaan membeli orang lain. 

Siapa saja Brand Advocate? 

  • Pelanggan/ Klien.

Pelanggan atau klien adalah bagian terpenting dari brand advocate dan merupakan pendukung terbesar bisnis Anda.

Jika mereka memilih produk atau layanan Anda dan menyukai perusahaan Anda, mereka akan lebih dari sekadar merekomendasikan Anda kepada orang lain.

Brand advocate dari kalangan pelanggan/ klien akan mempercayai perusahaan Anda dan nilai yang Anda berikan kepada mereka. Sehingga,  membantu Anda meningkatkan brand dan pertumbuhan pendapatan.

Selain itu, ketika mantan karyawan bekerja di perusahaan lain, jangan lupa untuk tetap menjaga relasi yang baik. Misalnya, merekomendasikan perusahaan Anda ke perusahaan baru mantan karyawan tersebut agar bisa saling bekerja sama. 

Inilah tepatnya mengapa pelanggan atau karyawan bisa menjadi klien dan bagian utama brand advocate. 

Namun, tanpa produk yang hebat dan membangun kepercayaan dengan pelanggan, Anda tidak akan membangun brand advocate secara alami.

  • Karyawan

Selama bertahun-tahun, karyawan juga lebih fokus pada brand dan strategi pemasaran.

Sama seperti stat yang disebutkan di intro; orang mempercayai teman, kolega, dan keluarga atas segala bentuk pemasaran lainnya.

Jika karyawan berbagi konten dan secara konsisten mempromosikan perusahaan tempat mereka bekerja, ini dapat menjangkau lebih banyak bisnis.

Karyawan Anda membantu merek dan pesan tumbuh secara eksponensial, sekaligus mengubah karyawan menjadi pemimpin pemikiran dan magnet pengetahuan.

Situasi win-win bagi karyawan dan perusahaan.

Inilah yang kami sebut advokasi karyawan, yang merupakan perpanjangan dari brand advocate.

79% perusahaan yang disurvei melaporkan lebih banyak visibilitas online setelah penerapan program advokasi karyawan formal. Hampir 65% melaporkan peningkatan pengenalan merek. 

 

Mengapa Advokasi Merek Penting Bagi Perusahaan 

Sekarang Anda sudah mulai memiliki gambaran, tentang siapa yang bisa menjadi brand advocate dan mungkin bertanya-tanya mengapa ini penting bagi perusahaan Anda? 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa brand advocate perlu menjadi penyertaan utama dalam bisnis dan strategi pemasaran :

  • Menumbuhkan visibilitas merek secara alami.

Seperti yang sedikit disebutkan di atas, brand advocate berkontribusi pada pertumbuhan merek dengan cara yang lebih alami. Alih-alih menghabiskan ribuan untuk iklan, Anda memiliki pendukung yang menyampaikan pesan perusahaan dari mulut ke mulut, rekomendasi/ referral, atau media sosial. 

  • Menunjukkan seberapa bagus produk/layanan.

Karena orang lebih mempercayai orang lain daripada pesan perusahaan, merek Anda menjadi lebih dihargai. Orang-orang mempercayai pelanggan daripada pemimpin perusahaan, dan orang-orang juga mempercayai wawasan dari karyawan yang berbagi konten pendidikan, konten industri, dan budaya kerja. 

Gabungan hal-hal ini akan menghasilkan lebih banyak bisnis, menghasilkan minat dari talenta terbaik, dan lebih banyak orang yang ingin menggunakan produk atau layanan bisnis Anda.

  •  Media dan publikasi memperhatikan. 

Ketika lebih banyak orang berbicara tentang merek Anda, publikasi, dan outlet berita memperhatikan. Sekarang perusahaan Anda memiliki lebih banyak peluang untuk disebutkan dalam artikel atau berita secara alami. 

Hal ini membuka merek Anda ke audiens yang lebih besar dan sekali lagi meningkatkan jangkauan pemasaran.

  •  Brand advocate memiliki jangkauan yang lebih luas. 

Berfokus pada brand advocate membantu Anda mendorong lebih banyak bisnis. Inilah sesuatu yang membedakan brand advocate dari yang lain: advokat 3x lebih mungkin berbagi informasi merek dengan seseorang yang tidak mereka kenal. 

  •  Efisiensi pemasaran.

Ketika Anda memiliki pasukan karyawan dan konsumen yang terus-menerus membagikan merek Anda, ini membebaskan waktu perusahaan untuk fokus pada aspek bisnis lainnya. Mungkin lebih banyak waktu luang untuk pemasaran untuk mencoba hal-hal baru, eksekutif dapat fokus pada divisi baru, tim PR bekerja lebih sedikit pada penempatan berbayar atau menangani berita negatif, dll.

Namun, sebelum Anda fokus pada brand advocate, budaya perusahaan atau produk/ jasa juga harus dipersiapkan dengan baik. Pasalnya, kalau layanan atau produk Anda buruk, brand advocate juga akan berisiko gagal. Selain itu, ketika budaya perusahaan atau lingkungan perusahaan buruk, karyawan juga enggan mendukung perusahaannya. 

Perusahaan perlu membangun lingkungan yang kredibel dan bisa dibanggakan oleh karyawan. Serta, produk yang disukai konsumen untuk dibicarakan. Penting untuk selalu diingat: tanpa karyawan dan pelanggan, bisnis Anda tidak akan kemana-mana. Membangun produk yang hebat, memberikan layanan yang luar biasa, membangun budaya kerja yang otentik akan memudahkan merek Anda untuk tumbuh.

Tingkatkan kesadaran merek dan brand advocate dengan sistem distribusi barang yang reliable, seperti SimpliDOTS. Didukung fitur SFA Monitoring, SimpliDOTS Retail, dan SimpliDOTS Distributor Management System untuk solusi distribusi barang yang cepat, mudah, dan akurat. 

Yuk, coba aja dulu SimpliDOTS GRATIS selama 14 hari, daftar melalui tautan ini dan buktikan sendiri kecanggihan fitur-fiturnya untuk bisnis Anda. Kontak Whatsapp: +62 812 2776 1242 untuk informasi selengkapnya. Follow instagram kami untuk mengetahui info lebih lanjut.