Kenapa transisi Bisnis Keluarga

Kenapa Transisi Bisnis Keluarga ke Generasi Penerus Gagal?

Kenapa transisi Bisnis Keluarga Ke Generasi Penerus Gagal? – Ada mitos yang mengatakan, bahwa “Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan”. Dan nyatanya Mitos ini berhasil menghantui hampir setiap perusahaan keluarga di Indonesia. Kenapa? Karena ada banyak pula perusahaan keluarga yang akhirnya hancur setelah tongkat estafet diberikan ke generasi berikutnya.

Tahukah sahabat SimpliDOTS, bahwa bisnis keluarga biasanya dimulai dari usaha pribadi seorang bapak atau ibu yang memulainya kecil dan hingga menjadi besar. Pada umumnya perusahaan-perusahaan keluarga yang ada di Indonesia di didirikan pada akhir abad 20. Dan saat ini kebanyakan dari generasi penerus mereka berpendidikan tinggi dan memiliki mimpi serta pola pikir yang berbeda dengan orang tua mereka.

Ketika anak sudah dianggap cukup umur, maka sahabat SimpliDOTS sebagai orang tua wajib mengajarkan nilai-nilai bisnis keluarga yang telah sahabat SimpliDOTS bangun kepada anak-anak.

Nah cara ini merupakan cara untuk mengenalkan kepada calon-calon generasi penerus bisnis mengenai bisnis yang Anda jalankan. Ini akan menjadi sesuatu yang lebih sulit dibandingkan dengan membiarkan mereka membangun bisnis sendiri.

Lalu kenapa transisi Bisnis Keluarga Ke Generasi Penerus Gagal?

Jika kita perhatikan saat ini ada banyak generasi penerus yang lebih senang bekerja diperusahaan lain dan tidak mau meneruskan usaha keluarga. Kenapa bisa begitu? Alasannya adalah

1. Perusahaan kurang menarik karena proses produksi sampai pemasaran ribet.
2. Penanganan semua dilakukan manual sehingga membutuhkan tenaga yang begitu besar untuk melakukannya, hal ini tentunya kurang menarik bagi kaum milenial.
3. Perusahaan tidak ada sistem manajemen dan terlihat kacau.
4. Perusahaan tidak diketahui apakah untung atau tidak.
5. Perusahaan penghasil produk yang kurang disukai oleh generasi penerus dan lain sebagainya.

Sebab-sebab di atas membuat generasi penerus enggan mengambil alih perusahaan keluarga, apalagi perusahaan dalam kondisi banyak hutang ke pihak ke-3. Inilah tantangan bagi generasi penerus.

sumber :  https://konsultanmanajemenusaha.com/2019/08/08/apa-penyebab-transformasi-bisnis-keluarga-ke-generasi-penerus-gagal/

 

WhatsApp chat