Route Optimization: Cara Kerja, Manfaat & Penerapan
Rute terpendek belum tentu menjadi rute terbaik. Jalan yang lebih pendek bisa saja macet, tidak sesuai untuk kendaraan tertentu, membuat pengemudi tiba sebelum toko buka, atau menyebabkan muatan kendaraan melebihi kapasitas. Oleh karena itu, route optimization tidak sekadar mencari garis terpendek pada peta. Sistem ini mengolah banyak variabel untuk menghasilkan rute yang paling masuk akal bagi kebutuhan operasional perusahaan.
Apa Itu Route Optimization?
Route optimization atau optimasi rute merupakan metode untuk menentukan rute, urutan kunjungan, pembagian kendaraan, dan jadwal perjalanan yang paling efisien berdasarkan tujuan operasional tertentu. Tujuan tersebut dapat berupa mengurangi total jarak, menekan waktu tempuh, menurunkan biaya per pengiriman, meningkatkan jumlah titik yang dilayani, atau memperbaiki ketepatan waktu.
Dalam operasi sederhana, seseorang mungkin cukup membuka aplikasi peta untuk menuju satu alamat. Namun, perusahaan distribusi menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks. Dalam satu hari, perusahaan dapat memiliki puluhan kendaraan, ratusan pesanan, beberapa gudang, jam buka outlet yang berbeda, kapasitas muatan terbatas, serta pelanggan dengan tingkat prioritas yang tidak sama.
Persoalan tersebut dikenal dalam manajemen transportasi sebagai Vehicle Routing Problem atau VRP. Sistem route optimization membantu perusahaan menyelesaikannya dengan menghitung banyak kemungkinan rute, lalu memilih kombinasi yang paling sesuai dengan sasaran dan batasan bisnis.
Perbedaan Route Optimization, Route Planning, dan Navigasi
Ketiga istilah ini sering digunakan secara bergantian. Padahal, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.
| Aspek | Navigasi | Route Planning | Route Optimization |
|---|---|---|---|
| Fokus | Memandu perjalanan | Menyusun rencana kunjungan | Mencari kombinasi rute paling efisien |
| Jumlah tujuan | Umumnya satu tujuan | Dapat mencakup banyak tujuan | Banyak tujuan dan kendaraan |
| Constraint | Terbatas pada kondisi jalan | Sebagian dapat dimasukkan | Kapasitas, waktu, prioritas, armada, dan aturan bisnis |
| Hasil | Petunjuk arah | Daftar rute terencana | Alokasi kendaraan, urutan kunjungan, jadwal, dan estimasi kinerja |
Dengan demikian, aplikasi peta membantu driver menjalankan perjalanan. Sementara itu, software route optimization membantu perusahaan memutuskan siapa yang berangkat, kendaraan apa yang digunakan, pesanan mana yang dibawa, tujuan mana yang dikunjungi terlebih dahulu, dan kapan pengiriman seharusnya tiba.
Mengapa Route Optimization Penting bagi Bisnis Distribusi?
Ketika jumlah pengiriman masih sedikit, dispatcher mungkin dapat menyusun rute berdasarkan pengalaman. Akan tetapi, kompleksitas meningkat secara eksponensial saat perusahaan menambah outlet, pesanan, area distribusi, dan kendaraan. Akibatnya, pengalaman saja tidak lagi cukup untuk mengevaluasi seluruh kombinasi rute.
Perencanaan manual juga cenderung menggunakan rute yang sama dari waktu ke waktu. Padahal, jumlah pesanan, volume muatan, jam penerimaan pelanggan, ketersediaan kendaraan, dan kondisi perjalanan dapat berubah setiap hari. Jika rute tidak ikut menyesuaikan, perusahaan berisiko mengalami perjalanan berputar, kendaraan kurang terisi, keterlambatan, biaya lembur, dan pengiriman ulang.
Tanda operasional membutuhkan optimasi rute
- Dispatcher menghabiskan waktu terlalu lama untuk menyusun jadwal harian.
- Driver sering mengubah urutan pengiriman tanpa data yang jelas.
- Kendaraan melewati area yang sama lebih dari satu kali.
- Armada berangkat dengan kapasitas kosong yang masih besar.
- Jumlah keterlambatan dan komplain pelanggan meningkat.
- Biaya bahan bakar naik lebih cepat daripada volume pengiriman.
- Perusahaan sulit membandingkan rute terencana dengan perjalanan aktual.
- Manajemen tidak mengetahui biaya dan waktu untuk melayani setiap titik.
Route optimization membantu memindahkan proses tersebut dari keputusan berbasis kebiasaan menuju keputusan berbasis data. Selanjutnya, perusahaan dapat memperbaiki rute secara konsisten karena hasil perjalanan tersimpan dan dapat dievaluasi.
Bagaimana Cara Kerja Route Optimization?
Sistem route optimization tidak bekerja hanya dengan memasukkan alamat. Sistem membutuhkan data yang lengkap, aturan yang benar, serta sasaran yang terukur. Secara umum, prosesnya berlangsung melalui tahapan berikut.
1. Mengumpulkan data pesanan dan titik layanan
Sistem menerima alamat atau koordinat pelanggan, jumlah barang, berat atau volume, waktu pelayanan, prioritas pengiriman, serta jadwal penerimaan. Data yang akurat sangat penting karena kesalahan koordinat dapat menghasilkan rute yang terlihat efisien di sistem, tetapi sulit dijalankan di lapangan.
2. Membaca data armada dan pengemudi
Setiap kendaraan memiliki kapasitas, jenis, biaya operasional, lokasi awal, jam kerja, dan area layanan yang berbeda. Sebagai contoh, truk besar mungkin dapat membawa lebih banyak barang, tetapi tidak sesuai untuk jalan sempit. Karena itu, sistem perlu mencocokkan karakter kendaraan dengan kebutuhan pengiriman.
3. Menetapkan batasan operasional
Batasan atau constraint membuat rute dapat dijalankan secara nyata. Constraint dapat mencakup kapasitas kendaraan, jam buka toko, batas waktu pengiriman, waktu bongkar muat, jam kerja driver, zona layanan, kendaraan khusus, urutan pengiriman, dan kewajiban kembali ke gudang.
4. Menentukan tujuan optimasi
Perusahaan harus menentukan prioritas. Sistem dapat diarahkan untuk meminimalkan jarak, menekan biaya, mengurangi jumlah kendaraan, memaksimalkan pengiriman tepat waktu, atau menyeimbangkan beban kerja. Dua perusahaan dengan data yang sama dapat memperoleh rute berbeda apabila tujuan optimasinya berbeda.
5. Menghitung kombinasi rute
Algoritma memproses banyak kombinasi penugasan dan urutan kunjungan. Kemudian, sistem menyaring pilihan yang melanggar constraint dan memberikan rencana yang paling mendekati sasaran operasional.
6. Membagikan rute kepada driver
Setelah supervisor menyetujui rencana, sistem mengirimkan tugas kepada driver. Driver dapat melihat urutan tujuan, informasi pelanggan, detail barang, estimasi waktu tiba, dan catatan pengantaran melalui aplikasi.
7. Memantau perjalanan dan status pengiriman
Tim operasional memantau lokasi kendaraan, progres pengiriman, keterlambatan, dan perubahan status secara real-time. Jika terjadi kendala, dispatcher dapat mengambil tindakan lebih cepat karena informasi tersedia dalam satu dashboard.
8. Merekam hasil untuk evaluasi
Sistem menyimpan waktu tiba, durasi layanan, jarak aktual, kegagalan pengiriman, serta bukti penerimaan. Data tersebut membantu perusahaan membandingkan rencana dengan realisasi dan memperbaiki parameter untuk pengiriman berikutnya.
Pesanan masuk → data divalidasi → kendaraan dan driver dialokasikan → rute dihitung → tugas dikirim → perjalanan dipantau → bukti pengiriman direkam → kinerja dievaluasi.
Jenis-Jenis Route Optimization
Static route optimization
Rute dihitung sebelum kendaraan berangkat dan tidak banyak berubah selama perjalanan. Jenis ini cocok untuk pengiriman yang sudah terjadwal, titik tujuan stabil, dan perubahan pesanan relatif rendah.
Dynamic route optimization
Sistem dapat memperbarui rute ketika terjadi pesanan baru, pembatalan, keterlambatan, atau perubahan kondisi lapangan. Pendekatan ini cocok untuk operasi yang memiliki tingkat perubahan tinggi dan membutuhkan respons cepat.
Single-depot dan multi-depot routing
Single-depot routing mengatur kendaraan dari satu gudang. Sementara itu, multi-depot routing mempertimbangkan beberapa gudang atau titik keberangkatan. Model multi-depot dapat membantu perusahaan memilih sumber pengiriman yang paling efisien untuk setiap pesanan.
Delivery route optimization
Jenis ini berfokus pada pengiriman barang. Sistem perlu mempertimbangkan kapasitas, volume, berat, waktu bongkar muat, jenis kendaraan, jadwal penerimaan, dan bukti pengiriman.
Sales route optimization
Optimasi rute sales berfokus pada kunjungan outlet, potensi pelanggan, frekuensi visit, wilayah penjualan, dan target tim. Tujuannya bukan hanya menekan jarak, tetapi juga meningkatkan produktivitas kunjungan dan peluang penjualan.
Manfaat Route Optimization bagi Bisnis
1. Mengurangi jarak tempuh
Sistem menyusun urutan kunjungan yang lebih logis dan mengurangi perjalanan berulang. Ketika total kilometer turun, perusahaan juga dapat menekan konsumsi bahan bakar, keausan kendaraan, dan waktu di jalan.
2. Mempercepat penyusunan rute
Dispatcher tidak perlu membandingkan seluruh kombinasi secara manual. Proses otomatis membuat tim dapat menyiapkan rute lebih cepat, bahkan ketika jumlah pesanan berubah dari hari ke hari.
3. Meningkatkan utilisasi armada
Route optimization dapat mempertimbangkan berat, volume, dan kapasitas kendaraan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi kendaraan yang berangkat dengan muatan terlalu sedikit sekaligus mencegah kelebihan muatan.
4. Meningkatkan ketepatan waktu
Rute disusun dengan memperhatikan jam operasional pelanggan, waktu tempuh, dan durasi pelayanan. Pendekatan ini membuat jadwal lebih realistis serta membantu driver tiba dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
5. Menambah kapasitas layanan
Ketika rute lebih efisien, kendaraan dapat melayani lebih banyak titik dengan sumber daya yang sama. Perusahaan pun dapat menangani pertumbuhan pesanan tanpa selalu menambah armada secara langsung.
6. Memperkuat visibilitas operasional
Dashboard membuat supervisor mengetahui kendaraan yang sedang berjalan, tujuan yang telah selesai, serta pengiriman yang berisiko terlambat. Oleh sebab itu, tim dapat menangani masalah sebelum berkembang menjadi komplain pelanggan.
7. Meningkatkan pengalaman pelanggan
Pelanggan mengharapkan pesanan tiba sesuai jadwal dan dalam kondisi baik. Rute yang terencana, estimasi waktu yang lebih akurat, serta bukti pengiriman digital membantu perusahaan memberikan layanan yang konsisten.
8. Mendukung operasi yang lebih berkelanjutan
Pengurangan jarak dan perjalanan kosong dapat menekan penggunaan bahan bakar. Selain menghemat biaya, langkah tersebut membantu perusahaan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas transportasi.
Fitur Penting dalam Software Route Optimization
| Fitur | Fungsi bagi Operasional |
|---|---|
| Automated route planning | Menyusun alokasi kendaraan dan urutan kunjungan secara otomatis. |
| Constraint management | Memasukkan kapasitas, jam operasional, waktu layanan, prioritas, dan aturan bisnis. |
| Vehicle allocation | Mencocokkan kendaraan dengan karakter pesanan dan area pengiriman. |
| Multi-stop optimization | Mengatur banyak tujuan dalam urutan yang efisien. |
| Live tracking | Memantau posisi kendaraan dan progres pengiriman. |
| ETA monitoring | Menyediakan perkiraan waktu tiba dan mendeteksi potensi keterlambatan. |
| Dynamic rerouting | Menghitung ulang rute ketika kondisi operasional berubah. |
| Digital proof of delivery | Merekam tanda tangan, foto, waktu, atau status penerimaan barang. |
| Performance dashboard | Membandingkan rute terencana, realisasi, biaya, dan tingkat layanan. |
| System integration | Menghubungkan data order, stok, pelanggan, penjualan, dan pengiriman. |
Fitur yang paling penting bergantung pada pola operasional perusahaan. Distributor FMCG mungkin mengutamakan banyak titik pengantaran dan jam buka outlet. Sementara itu, distributor bahan bangunan dapat lebih membutuhkan pengaturan berat, jenis kendaraan, dan akses jalan.
KPI untuk Mengukur Keberhasilan Route Optimization
Perusahaan perlu menyimpan data sebelum implementasi sebagai baseline. Selanjutnya, bandingkan hasil pada periode, area, dan volume pengiriman yang sebanding. Beberapa KPI yang dapat digunakan antara lain:
| KPI | Rumus Sederhana | Tujuan |
|---|---|---|
| On-time delivery rate | Pengiriman tepat waktu ÷ total pengiriman × 100% | Mengukur ketepatan layanan. |
| Cost per delivery | Total biaya pengiriman ÷ pengiriman selesai | Melihat efisiensi biaya per titik. |
| Kilometer per delivery | Total kilometer ÷ pengiriman selesai | Menilai efisiensi jarak. |
| Vehicle utilization | Muatan terpakai ÷ kapasitas tersedia × 100% | Mengukur pemanfaatan kapasitas. |
| First-attempt success | Pengiriman berhasil pada kunjungan pertama ÷ total pengiriman × 100% | Mengurangi pengiriman ulang. |
| Planning time | Waktu dari data siap hingga rute disetujui | Mengukur kecepatan perencanaan. |
| Plan versus actual | Selisih jarak atau waktu aktual dari rencana | Menilai kualitas rute dan kepatuhan eksekusi. |
Jangan menilai keberhasilan hanya dari satu metrik. Rute yang sangat pendek belum tentu baik jika banyak pengiriman terlambat. Sebaliknya, ketepatan waktu yang tinggi dapat menjadi terlalu mahal jika perusahaan menggunakan terlalu banyak kendaraan. Oleh karena itu, manajemen perlu menyeimbangkan biaya, kapasitas, dan tingkat layanan.
Contoh Penerapan Route Optimization
Bayangkan sebuah distributor harus mengirim 80 pesanan dari satu gudang menggunakan enam kendaraan. Setiap kendaraan memiliki kapasitas berbeda. Sebagian outlet hanya menerima barang pada pagi hari, beberapa lokasi membutuhkan waktu bongkar lebih lama, sedangkan satu kendaraan tidak dapat memasuki area tertentu.
Jika dispatcher membagi tujuan hanya berdasarkan kedekatan alamat, sebuah kendaraan dapat kelebihan muatan. Kendaraan lain mungkin tiba ketika outlet sudah tutup. Bahkan, dua driver dapat melewati wilayah yang sama sehingga total jarak meningkat.
Dengan route optimization, sistem terlebih dahulu memvalidasi lokasi dan pesanan. Kemudian, sistem membagi muatan berdasarkan kapasitas kendaraan, mengelompokkan titik yang berdekatan, mematuhi jam penerimaan, menghitung waktu pelayanan, serta menyusun urutan kunjungan. Supervisor dapat meninjau rencana sebelum mengirimkannya ke aplikasi driver.
Selama perjalanan, dashboard memperlihatkan status setiap pengiriman. Setelah barang diterima, driver merekam bukti penerimaan. Pada akhir hari, manajemen dapat melihat jarak aktual, pengiriman tepat waktu, utilisasi kendaraan, dan penyebab kegagalan. Dengan demikian, route optimization menjadi proses perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar pembuatan rute satu kali.
Industri yang Dapat Menggunakan Route Optimization
- FMCG: mengelola pengiriman ke banyak outlet dengan volume dan jam layanan berbeda.
- Air minum dan minuman: mengatur muatan berat, ritase, serta pengembalian kemasan.
- Bahan bangunan: mencocokkan kendaraan, berat barang, dan akses lokasi proyek.
- Farmasi: menjaga jadwal layanan dan kebutuhan penanganan khusus.
- Auto parts: mempercepat pengiriman suku cadang ke bengkel atau toko.
- E-commerce dan last-mile delivery: menangani banyak tujuan dengan perubahan pesanan yang cepat.
- Jasa lapangan: mengatur teknisi berdasarkan wilayah, keahlian, prioritas, dan jadwal pelanggan.
Tahapan Implementasi Route Optimization
1. Tetapkan masalah dan target
Mulailah dari persoalan yang nyata. Perusahaan dapat menargetkan pengurangan waktu perencanaan, kenaikan ketepatan waktu, penurunan kilometer per pengiriman, atau peningkatan utilisasi kendaraan.
2. Siapkan baseline
Catat biaya, jarak, waktu, jumlah kendaraan, pengiriman gagal, dan komplain sebelum implementasi. Tanpa baseline, perusahaan sulit membuktikan dampak sistem.
3. Bersihkan master data
Periksa koordinat pelanggan, alamat, jam operasional, durasi layanan, kapasitas armada, dan aturan area. Data yang tidak lengkap akan menurunkan kualitas rute.
4. Petakan constraint
Libatkan dispatcher, supervisor, driver, gudang, dan customer service. Mereka memahami aturan lapangan yang sering tidak tertulis, seperti jalan yang sulit dilalui atau waktu bongkar khusus.
5. Mulai dari pilot project
Pilih satu gudang, area, atau kelompok kendaraan. Pilot membantu perusahaan menguji parameter, mengumpulkan umpan balik, dan memperbaiki proses sebelum memperluas implementasi.
6. Latih pengguna berdasarkan peran
Dispatcher perlu memahami pengaturan constraint. Driver perlu memahami urutan tugas dan status pengiriman. Sementara itu, supervisor harus mampu membaca dashboard serta menangani pengecualian.
7. Integrasikan data operasional
Hubungkan sistem dengan order, stok, pelanggan, gudang, dan delivery order jika dukungan integrasi tersedia. Integrasi mengurangi input berulang serta mempercepat aliran data dari pesanan menuju pengiriman.
8. Evaluasi dan perbaiki parameter
Bandingkan rute terencana dengan realisasi. Jika deviasi terus terjadi, periksa akurasi waktu layanan, koordinat, aturan kendaraan, atau perilaku eksekusi. Optimasi terbaik lahir dari data aktual yang terus diperbarui.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menganggap rute terpendek selalu terbaik. Perusahaan mengabaikan waktu layanan, kapasitas, dan prioritas pelanggan.
- Menggunakan data lokasi yang tidak akurat. Sistem mengarahkan driver ke pintu masuk atau titik yang salah.
- Memasukkan terlalu sedikit constraint. Hasil terlihat efisien, tetapi tidak dapat dijalankan.
- Memasukkan terlalu banyak aturan kaku. Sistem kehilangan ruang untuk menemukan alternatif yang lebih baik.
- Tidak melibatkan tim lapangan. Driver dan dispatcher menolak rute karena perubahan tidak dijelaskan.
- Tidak membandingkan rencana dengan realisasi. Perusahaan tidak mengetahui penyebab deviasi.
- Hanya mengejar penghematan biaya. Perusahaan mengabaikan tingkat layanan dan pengalaman pelanggan.
Cara Memilih Software Route Optimization
Software yang tepat harus mengikuti kompleksitas operasi perusahaan. Sebelum memilih, ajukan pertanyaan berikut:
- Apakah sistem dapat menangani jumlah tujuan dan kendaraan yang dibutuhkan?
- Apakah kapasitas berdasarkan berat, volume, atau unit dapat dimasukkan?
- Apakah jam operasional dan waktu bongkar muat dapat diatur?
- Apakah sistem mendukung banyak gudang dan jenis kendaraan?
- Apakah dispatcher dapat meninjau dan menyesuaikan rute?
- Apakah driver menerima rute melalui aplikasi yang mudah digunakan?
- Apakah posisi dan status pengiriman dapat dipantau?
- Apakah bukti pengiriman dapat direkam secara digital?
- Apakah tersedia laporan rencana versus realisasi?
- Apakah sistem dapat terhubung dengan data penjualan, stok, atau pengiriman?
- Apakah penyedia memberikan pelatihan dan dukungan implementasi?
- Apakah perusahaan dapat menjalankan pilot sebelum implementasi penuh?
Harga bukan satu-satunya pertimbangan. Sistem yang murah dapat menjadi mahal apabila tidak mampu menangani constraint utama, sulit digunakan, atau tidak terhubung dengan proses distribusi. Sebaliknya, sistem yang sesuai dapat memberikan nilai melalui penghematan waktu, peningkatan kapasitas layanan, dan keputusan yang lebih akurat.
Untuk pembahasan lebih spesifik, Anda juga dapat mempelajari hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih route optimization software.
Route Optimization SimpliDOTS untuk Distribusi Terintegrasi
Delivery Route Optimization SimpliDOTS membantu perusahaan menyusun urutan kunjungan berdasarkan lokasi dan jam operasional pelanggan, mengelola constraint seperti kapasitas kendaraan serta waktu bongkar muat, memaksimalkan pemanfaatan armada, merekam bukti pengiriman digital, dan memantau performa delivery melalui dashboard.
Sistem yang terintegrasi membuat data penjualan, stok, pengiriman, dan pelanggan dapat mengalir dalam proses yang lebih terarah. Tim tidak perlu mengandalkan input berulang di banyak tempat. Selain itu, supervisor memperoleh visibilitas dari perencanaan hingga penyelesaian pengiriman.
Penerapannya tidak hanya berhubungan dengan perhitungan rute. Dalam studi penerapan pada PT Adyajati Lestari, Route Optimization digunakan bersama Sales Force Automation dan sistem back office untuk membantu monitoring aktivitas lapangan, penjualan, stok, serta operasional distribusi secara lebih terorganisir.
Optimalkan Rute Pengiriman Anda
Susun rute lebih cepat, manfaatkan armada secara optimal, pantau proses pengiriman, dan tingkatkan ketepatan layanan dengan sistem distribusi yang terintegrasi.
Kesimpulan
Route optimization membantu bisnis menentukan rute terbaik dengan melihat keseluruhan operasi, bukan hanya jarak pada peta. Sistem mempertimbangkan pesanan, kapasitas, kendaraan, waktu layanan, prioritas, dan aturan bisnis untuk menghasilkan pembagian tugas serta urutan kunjungan yang efisien.
Implementasi yang berhasil membutuhkan data akurat, target yang jelas, keterlibatan tim lapangan, dan evaluasi berkala. Ketika terhubung dengan order, stok, pelanggan, serta bukti pengiriman, route optimization dapat menjadi fondasi untuk mengendalikan biaya, meningkatkan kapasitas, memperbaiki ketepatan waktu, dan mendukung pertumbuhan distribusi.
Pertanyaan Umum tentang Route Optimization
Apa yang dimaksud dengan route optimization?
Route optimization adalah proses menentukan pembagian kendaraan, urutan kunjungan, dan jadwal perjalanan paling efisien dengan mempertimbangkan jarak, waktu, kapasitas, prioritas, serta batasan operasional.
Apa perbedaan route optimization dan Google Maps?
Google Maps terutama membantu pengguna bernavigasi dari satu titik ke titik lain. Route optimization untuk bisnis dapat mengatur banyak tujuan dan kendaraan sekaligus dengan mempertimbangkan kapasitas, jam layanan, waktu bongkar muat, prioritas, dan aturan operasional.
Apakah rute terpendek selalu menjadi rute terbaik?
Tidak. Rute terpendek dapat melanggar jam penerimaan pelanggan, menyebabkan kendaraan kelebihan muatan, atau membuat pengiriman prioritas terlambat. Rute terbaik harus menyeimbangkan jarak, waktu, biaya, kapasitas, dan tingkat layanan.
Data apa yang dibutuhkan untuk optimasi rute?
Data utama meliputi lokasi pelanggan, pesanan, berat atau volume, kapasitas kendaraan, lokasi gudang, jam operasional, waktu layanan, prioritas, jadwal driver, dan aturan area pengiriman.
Apakah route optimization hanya cocok untuk perusahaan besar?
Tidak. Bisnis dengan beberapa kendaraan dan banyak tujuan juga dapat memperoleh manfaat, terutama ketika perencanaan manual mulai memakan waktu, biaya bahan bakar meningkat, atau ketepatan pengiriman menurun.
Bagaimana route optimization mengurangi biaya pengiriman?
Sistem dapat mengurangi perjalanan berulang, menekan jarak tempuh, meningkatkan pemanfaatan kapasitas kendaraan, mengurangi waktu perencanaan, dan menurunkan kebutuhan pengiriman ulang.
Apa itu dynamic route optimization?
Dynamic route optimization adalah kemampuan untuk memperbarui rute ketika terjadi perubahan selama operasi, seperti pesanan baru, pembatalan, keterlambatan, atau kendala perjalanan.
Bagaimana mengukur keberhasilan optimasi rute?
Perusahaan dapat mengukur on-time delivery rate, cost per delivery, kilometer per delivery, utilisasi kendaraan, keberhasilan pengiriman pertama, waktu perencanaan, dan selisih antara rencana dengan realisasi.



